Young Mommy

Young Mommy
Part 41



...🍃Happy Reading🍃...


"Fabio..." ucap Ayana setelah tiba di bandara.


"Ada apa ?" tanya Fabio cuek.


"Kenapa kita bisa sampai di Bandung ?" tanya Ayana.


"Karena kita ada pekerjaan Ayana. Disini tempatku akan melakukan pertemuan" jelas Fabio.


"Sudah ya, jangan bertanya lagi ! Kita langsung ke tempat pertemuan" lanjut Fabio.


"Tapi aku belum tahu tugasku apa saja ?"


"Itu tugasmu sangat gampang, kamu cukup tidak kabur saat tiba disana !" jawab Fabio.


Ayana mengerutkan keningnya karena tidak mengerti ucapan Fabio. Dan saat masuk mobil entah mengapa tiba-tiba perasaannya tidak enak, jantungnya juga seakan berdetak lebih cepat dari normalnya.


Sementara di tempat lain tepatnya di restoran milik Gama. Keluarga Ayana telah menunggu dengan tidak sabarnya. Sedangkan Gama sedang menjemput Nenek Rukmini.


🍃


Di bandara orang tua Fabio baru tiba. Mereka memang menyusul Ayana dan Fabio sesuai dengan rencana mereka.


"Omah, kita sedang berada dimana ?" tanya Zayyan.


"Kita berada di Bandung" jawab Ibu Shita.


"Bandung ?"


"Iya, ini adalah kota kelahiran Mamanya Zayyan"


"Untuk apa kita kemari ?" tanya Zayyan penasaran.


"Untuk bertemu Nenek dan Kakeknya Zayyan" jawab Ibu Shita.


"Nenek dan Kakek sama dengan Omah dan Opah ?" tanya Zayyan sekali lagi.


"Iya sayang"


Zayyan melompat kegirangan saat tahu mereka akan bertemu dengan Kakek dan Neneknya. Selama ini Zayyan hanya mendengarkan cerita dari Mamanya mengenai Kakek dan Neneknya.


Mereka yang baru saja keluar dari Bandara langsung mencari mobil yang menjemput mereka. Tak lama seorang pria dengan pakaian rapih serta kacamata hitam menghampiri mereka.


"Perkenalkan, nama saya Gama"


Gama mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan kedua orang tua Bio.


"Jadi kamu yang akan menjemput kami ?" tanya Ayah Sandy.


"Iya Om, apa Lucas tidak mengatakannya ?" tanya Gama.


"Lucas hanya bilang jika temannya akan menjemput kami di bandara" jawab Ayah Sandy.


"Kalau begitu kita bisa berangkat sekarang !" ucap Gama.


"Baiklah, Ayo Zayyan !" ajak Ibu Shita.


*Deg*. Mendengar nama anaknya disebut membuat Gama terpaku. Matanya kini beralih menatap anak kecil yang berada di tengah-tengah Ibu Shita dan Ayah Sandy.


'Apa dia anakku ? Wajahnya tampan sekali' batin Gama.


Seketika matanya memanas saat menatap mata Zayyan. Ingin rasanya ia memeluk tubuh putranya sekarang juga. Tapi Gama tersadar jika belum saatnya ia mengatakan pada Zayyan jika dirinya adalah Papanya.


Mereka masuk ke dalam mobil, kedua orang tua Fabio terkejut saat melihat seorang nenek-nenek duduk di samping kursi pengemudi, mereka merasa tidak asing dengan wajah nenek itu.


"Apa dia Zayyan cicit Nenek ?" tanya Nenek Rukmini dengan pelan.


"Nenek Rukmini ?" ucap Ibu Shita.


"Kamu masih mengenal Nenek ?"


"Tentu saja Nek" jawab Ibu Shita tersenyum.


🍃


Ayana terpaku saat berdiri di depan pintu restoran. Ia ingat jelas beberapa tahun lalu ia pernah makan romantis disini. Tiba-tiba tubuhnya bergetar kala teringat malam manis bersama Gama berubah menjadi malam panas yang membawa petaka baginya.


Fabio yang tidak tahu jika Ayana sedang tidak baik-baik saja kini menarik tangan Ayana. Tapi wanita itu menghempaskan tangan Fabio dengan kasar.


"Kenapa kita kesini ?" tanya Ayana dengan intonasi suara yang mulai tinggi.


"Kita akan melakukan pertemuan disini !" jawab Fabio, "sebaiknya kita masuk sebelum kita terlambat !" lanjut Fabio.


"Tapi aku tidak bisa" tolak Ayana. Mana mungkin ia masuk ke restoran ini jika pikirannya kini dipenuhi kisah percintaannya dengan Gama.


"Sebentar saja Ayana ! Kita bisa terlambat" Fabio terus memaksa Ayana untuk masuk restoran.


"Kenapa restorannya kosong ?" tanya Ayana bingung. Perasaannya semakin tidak enak kala Fabio menariknya masuk sebuah ruangan VIP.


"Masuklah !" pinta Fabio.


Ayana menatap aneh pria di depannya. Entah mengapa ia merasa Fabio sedang menjebaknya.


"Kau menipuku ?" tanya Ayana penuh intimidasi.


Fabio membalas tatapan Ayana. Sebenarnya ia tidak ingin menipu Ayana, tapi jika tidak seperti ini wanita itu tidak akan pernah bertemu keluarganya. Ia juga sudah terlanjur janji pada Lucas untuk membantunya membawa Ayana pulang ke tempat yang seharusnya.


"Kenapa diam saja ?" pekik Ayana sehingga orang yang berada di dalam ruangan VIP tersebut bisa mendengarkan suaranya.


Tak lama pintu ruangan tersebut terbuka, spontan Ayana membalikkan tubuhnya ingin melihat siapa yang keluar dari ruangan itu.


"Ayana..." ucap Mama Lisa dengan bibir bergetar.


*DEG*... Tubuh Ayana seketika membeku kala Mama Lisa menyebut namanya.


"Mama merindukanmu Nak" lanjut wanita paruh baya itu.


Ayana yang terkejut melihat ibunya berdiri di hadapannya tidak bisa fokus mendengar apa yang dikatakan sang Mama. Pikiran wanita itu benar-benar kosong. Ia hanya menatap wajah Mamanya yang tampak tidak terawat, tubuh yang terlihat kurus.


Belum lepas keterkejutan Ayana dengan kehadiran Mama Lisa, wanita itu kembali terkejut saat melihat Papa Hartono dan Sang Omah berdiri di belakang Mama Lisa.


Ayana lalu mengalihkan pandangannya pada Fabio.


"Apa-apaan ini ?" tanyanya tidak mengerti.


"Maaf jika aku terpaksa menipumu. Ini adalah cara satu-satunya agar kamu bisa kembali ke Bandung dan bertemu dengan keluargamu Ayana" jelas Fabio.


Mata Ayana membulat saat mendengar penjelasan Fabio, ia tidak menyangka jika pria itu telah merencanakan semuanya. Ayana hendak membuka suaranya untuk memaki Fabio. Tapi belum sempat ia berucap tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang.


"Mama..." Teriak Zayyan.


Ayana menoleh saat mendengar panggilan putranya. Lagi dan lagi, Ayana terkejut melihat Nenek Rukmini yang sedang berada di atas kursi roda.


"Nenek..." ucap Ayana lirih.


Matanya yang sedari tadi memanas karena menahan air matanya kini terpejam. Rasanya kepala Ayana begitu pusing menghadapi keadaan ini. Ia belum siap sama sekali.


"Ayana-"


"Cukup Bio ! Jangan bicara lagi ! Kamu terlalu jauh mencampur urusan pribadiku" ucap Ayana.


Wanita itu perlahan membuka matanya dan kembali menatap Nenek Rukmini. Nenek yang pernah menolongnya namun ia usir dari hidupnya setelah tahu siapa Nenek Rukmini yang sebenarnya. Etensinya kemudian beralih pada pria yang berdiri di belakang Nenek Rukmini.


*DEG*... Tubuh Ayana terasa kaku saat matanya bertemu dengan mata pria itu. Pria yang selama ini membuatnya merasa labil. Terkadang ia merindukan sosoknya yang hangat dan romantis, tapi terkadang ia ingin menghilangkan pria itu dari ingatannya kala mengingat keegoisan pria itu.


Ayana memutuskan tatapan mereka lalu tertawa sinis. "Kalian sedang mempermainkanku ?" tanya.


Mendengar ucapan Ayana membuat Fabio merasa bersalah.


"Ayana, apa kamu tidak merindukan Omah ?" tanya sang Omah yang sedari tadi berdiri di belakang Ayana.


Air matanya terus mengalir, meskipun ia berusaha menahannya. Begitu juga dengan Mama Lisa yang sangat merindukan putrinya.


Ayana memutar tubuhnya lalu menatap satu persatu keluarga yang ia miliki selain Zayyan. Ia menatap sang Papa yang terlihat kurus sama seperti sang Mama. Lalu Ayana menatap Omahnya yang rambutnya kini berubah menjadi putih, tubuhnya juga semakin kurus dari terakhir kali mereka bertemu.


Seketika Ayana teringat ucapan Lucas yang mengatakan jika orang tua dan Omahnya sering sakit-sakitan karena merindukan dan memikirkannya. Seketika rasa bersalah membuncah di hati Ayana. Ia terlalu egois selama ini, bersembunyi dari keluarganya hanya karena takut mereka menolak putranya.


"Ma-maaf" ucapnya dengan bibir bergetar. Tangisan wanita itu seketika pecah saat Mama Lisa memeluk erat tubuhnya.


"Maafkan Ayana" ucapnya lagi semakin terisak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Ada yang masih ingat dengan novel ini ? kalian setuju nggak kalau Sa buat kembali novelnya, tapi dengan judul yang berbeda, isi tetap sama 🤔


.


.


.


Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩



Judul : Marriage With(Out) Love


Napen : MinNami