Young Mommy

Young Mommy
Part 99



...🍃Happy Reading🍃...


"Sebenarnya, Angga mau cerita tentang siapa ayah dari bayi yang di kandung dari sahabatku. Aku berpikir Angga lah yang melecehkannya sehingga sahabatku itu hamil" jawab Mona.


"Memang dia mengaku seperti itu ?" tanya Rangga.


Mona menggelengkan kepalanya pelan, "Angga ingin menjelaskan,tapi pikiranku sudah ke arah sana" jawab Mona lirih.


"Mengapa kamu tidak mendengarkan penjelasan kak Angga dulu ! Jikapun kak Angga yang melakukannya, sahabat kakak bisa meminta pertanggungjawaban pada Kaka Angga. Ya meskipun kalian akan sama-sama terluka, tapi anak sahabatmu itu juga membutuhkan tanggung jawab dari ayah biologisnya" ujar Angga.


"Justru karena aku takut terluka saat mendengarkan fakta itu, makanya aku enggan mendengar penjelasan darinya" balas Mona terisak.


"Tapi mau tidak mau kamu memang harus menerima kenyataannya" ucap Rangga.


"Sekarang kita tunggu kak Angga siuman, nanti kita bisa meminta penjelasan darinya !" lanjut Rangga


"Apa kamu lupa jika kakak kamu dinyatakan akan mengalami Amnesia ?" tanya Mona.


Rangga terdiam, ia tidak tahu lagi harus bicara apa. Ia pun tidak tahu jika ternyata sang kakak telah menghamili seorang wanita.


Setahu Rangga, sang kaka selalu main cantik. Dan yang ia tahu, wanita malam yang sering mereka sewa memiliki prinsip untuk tidak mengandung anak dari pria yang mereka layani.


Rangga kemudian tersadar, ia merasa ada keganjalan. Seketika ia berpikir apakah sahabat Mona adalah kupu-kupu malam.


"Maaf sebelumnya, apa temanmu wanita malam ?" tanya Rangga.


"Bukan. Dia merupakan korban pelecehan" jawab Mona lirih.


Rangga terkejut mendengar jawaban Mona, "Nggak mungkin kak Angga melakukan hal itu. Ia selalu main dengan wanita yang menawarkan dirinya, meskipun kak Angga pemain tapi ia tidak sebejat itu" ucapnya.


"Lalu jika bukan kakak kamu, lantas siapa yang menghamilinya ?" tanya Mona bingung.


"Mungkin kak Angga tahu siapa pelakunya, dan ingin menjelaskannya padamu tapi kamu lebih dulu salah paham" balas Rangga.


"Tapi mengapa ia meminta maaf pada jika ia tidak melakukannya ?"


Pertanyaan Mona membuat Rangga terdiam. Ia mulai ikut pusing dengan masalah sang kakak dengan Mona.


Kini Mona ikut terdiam, masalah siapa yang menghamili Dira belum terpecahkan. Jika memang benar bukan Angga yang melakukannya, maka rasa bersalah Mona akan semakin besar.


"Mona, sebaiknya kamu pulang dan istirahat sebentar ! Nanti kamu bisa kembali kesini menjaga kak Angga, untuk sekarang biarkan aku yang menjaganya" ucap Rangga.


Sejenak Mona terdiam, setelah berpikir ia akhirnya memutuskan untuk pulang sebentar. Kepalanya terasa berat, sepertinya ia membutuhkan ketenangan.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang" ucap Mona.


"Iya, kamu hati-hati ya !"


Mona meninggalkan ruang ICU dengan langkah kaki yang gontai. Ia memesan taksi online, tak lama kemudian taksi pesanannya tiba.


Saat dalam perjalanan pulang, Mona teringat dengan pesan yang dikirim Angga. Wanita itu segera merogoh tasnya untuk mencari gadgetnya.


Setelah ia mendapatkannya, Mona segera membuka aplikasinya chatnya. Mona melihat ada beberapa potong video yang dikirim Angga padanya. Sebelum membuka video, Mona membaca pesan Angga terlebih dahulu.


💌 From Angga


[Sayang... Tolong keluar ! Aku ingin meluruskan semuanya.]


[Sayang, aku minta maaf karena lambat mengatakannya.]


[Harusnya dari dulu aku meminta Rangga bertanggung jawab.]


Membaca nama Rangga membuat kening Mona mengerut, "Rangga..." Ucapnya lirih, wanita itu kembali membaca pesan berikutnya.


💌 From Angga


[Rangga yang melakukannya, tapi dia tidak tahu jika korbannya adalah Dira. Rangga juga tidak tahu jika Dira hamil.]


[Malam itu kami sama-sama memesan wanita bayaran, tapi saat itu wanita yang dipesan Rangga tidak datang. Akhirnya germo tempat kami memesan wanita malam menggantikan dengan Dira.]


[Saat itu Dira dalam keadaan tidak sadar karena obat bius, dan Rangga yang sudah dalam pengaruh alkohol akhirnya meniduri Dira.]


[Jika kamu masih belum percaya padaku, kamu bisa membuka video yang aku kirim. Ini adalah video CCTV yang aku ambil dari hotel tempat kami sering main dengan wanita malam.]


Di dalam video tersebut, terlihat Angga dan Rangga berbicara saling berbicara di depan kamar hotel. Tak lama terlihat seorang wanita menghampiri mereka, Angga lalu masuk dalam kamar bersama wanita tersebut. Sementara Rangga masih menunggu di luar. Cukup lama pria itu berdiri di depan pintu, pria itu juga tampak sedang menghubungi seseorang. Jika Mona lihat, sepertinya Rangga marah terhadap orang yang ia hubungi. Rangga kemudian masuk ke dalam kamar hotel dengan cara membanting pintu.


Mungkin ia sedang menghubungi germo tempat mereka memesan wanita malam. Pikir Mona.


Mia kemudian membuka video kedua. Video yang diambil dari tempat yang sama.


Mona melihat seorang pria membawa seorang wanita yang dalam keadaan tidak sadarkan diri masuk ke kamar yang ditempati Rangga.


Mona mengulang video terakhir tersebut, ia mencoba melihat wajah wanita itu dengan seksama. Ya, memang itu adalah Dira, ia juga ingat pakaian yang dipakai Dira saat menemaninya ke club malam.


Mona menutup mulutnya tidak percaya. Ia menyangka jika ayah dari anak sahabatnya adalah calon adik iparnya. Ia juga merasa bersalah karena telah menuduh Angga yang melakukannya. Wanita itu kini menangis dalam penyesalannya.


"Kamu sangat bodoh Mona" umpatnya pada dirinya sendiri.


🥀


Flashback On


"Kali ini kuat berapa ronde ?" tanya Rangga pada sang kakak.


"Aku kuat sampai pagi tanpa nonstop" jawab Angga percaya diri.


"Cih, percaya diri sekali. Aku tahu kamu hanya main sekali setelah itu kamu menyuruh jalangmu keluar" ledek Rangga.


"Itu karena prinsip ku, setiap wanita hanya mendapatkan satu kesempatan untuk aku puaskan" balas Angga.


Tak lama seorang wanita menghampiri mereka, "selamat malam" sapa wanita cantik dan seksi itu.


"Selamat malam beb" balas Rangga sambil mengecup tangan wanita itu.


"Aku datang kemari untuk melayani Tuan Angga" ucap Wanita itu.


Rangga melepaskan tangan wanita itu. Sementara Angga tersenyum puas.


"Selamat menunggu adikku, aku masuk dulu ya," ledek Angga, "Ayo sayang ! Aku akan memuaskan kamu malam ini" lanjutnya.


Rangga menatap pintu kamar kakaknya dengan kesal. Kini ia menunggu wanita malam yang ia pesan.


Hampir tiga puluh menit Rangga menunggu, akhirnya pria itu kehabisan rasa sabar. Ia menghubungi germo langganannya itu.


"Mengapa lama sekali ?" teriak Rangga.


"..."


"Apa ?" Pekiknya kala tahu wanita malam yang ia pesan tidak bisa datang, "aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus membawakan wanita untukku !" tegasnya.


Rangga pun menutup panggilan, ia masuk ke kamarnya dengan kesal ia membanting pintu.


Pria itu duduk di sofa sambil menikmati wine. Tak lama pintu kamarnya diketuk. Rangga segera membuka pintu tersebut dan melihat seorang pria tua membawa seorang wanita dalam keadaan pingsan.


"Siapa dia ?" tanyanya.


"Dia wanita yang akan menjadi santapan Tuan" jawab pria tua itu.


"Mengapa kamu membawa wanita pingsan ? Aku maunya wanita yang masih tersadar !" tolak Rangga.


"Tapi tidak ada wanita yang free malam ini Tuan" jawab pria tua itu.


"Lalu apa aku harus meniduri wanita pingsan ini ?" pekiknya.


"Jika Tuan mau" balas pria tua itu.


Rangga memijit kepalanya yang terasa pening. Pria itu kemudian menatap wajah Dira, seketika hasratnya membuncah dan tongkatnya kini mengeras.


"Ya sudah bawa dia masuk !" perintahnya. Kini Rangga tidak peduli lagi, mau wanita pingsan ataupun sadar semuanya sama saja.


Flashback Of


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...