Young Mommy

Young Mommy
Part 75



...🍃Happy Reading🍃...


Sudah seharian Ayana dan Dira bercerita. Keduanya saling melepas rindu dan menceritakan masa lalu mereka yang sangat pahit.


Ayana tidak menyangka jika Dira merupakan korban pemerkosaan. Ia turut prihatin dengan apa yang menimpa wanita.


"Udah sore nih, aku ijin balik ya. Nggak enak sama keluarga Om Sandy kalau pergi lama-lama" ucap Dira.


"Ya sudah, aku antar kamu pulang ya" balas Ayana.


Dira kemudian berpamitan dengan orang tua Ayana dan Omah.


"Kamu beruntung menikah dengan Aaron. Dia adalah pemuda yang baik. Semoga pernikahan kalian langgeng" ucap Omah pada Dira.


Seketika Dira tersenyum, memang benar Aaron adalah pria baik.


Dirinya berharap semoga cinta tumbuh diantara keduanya agar rumah tangga mereka semakin harmonis.


Setelah itu, Ayana dan Dira keluar. Saat hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba Gama menghampirinya.


"Sayang, biar aku yang menyetir" ucapnya seraya merebut kunci mobil Ayana.


Wanita itu hanya menurut dan membiarkan Gama yang membawa mobil.


'Aku tidak akan membiarkan kamu keluar sendirian' batinnya.


Tentu saja ia tidak mau membiarkan Ayana keluar sendiri, apalagi ke rumah Fabio.


Mobil berjalan meninggalkan rumah Ayana. Dalam perjalanan, kedua wanita itu saling mengobrol, Gama hanya menjadi pendengar saja.


Tak lama kemudian mereka tiba di rumah Fabio. Ayana dan Gama menyempatkan diri untuk mampir sebentar.


"Bio belum pulang ya Bu ?" tanya Ayana.


"Belum sayang" jawab Ibu Shita.


Gama melirik Ayana yang tampak memikirkan sesuatu. Ia juga bisa melihat kesedihan yang terpancar di wajah wanitanya itu.


"Kalian ada masalah ?" tanya Ibu Shita.


Kemarin malam, Ibu Shita selalu memperhatikan putranya yang tampak menghindari Ayana.


"Ah, tidak ada Ibu" jawab Ayana jujur.


Dirinya pun tidak tahu mengapa Fabio menghindarinya. Memikirkan perubahan sikap Fabio terhadapnya membuat Ayana merasa sedih.


"Beberapa hari ini Fabio terlihat banyak diam" ucap Ibu Shita.


Ayana hanya terdiam, ia tidak tau harus berkata apa lagi.


'Apa mungkin Fabio menghindari Ayana karena patah hati setelah Ayana kembali dengan Gama ? Jika benar seperti itu, sungguh kasihan sekali nasib putraku. Semoga saja suatu hari nanti dirinya mendapatkan wanita yang bisa menggantikan Ayana di hatinya' batin Ibu Shita.


"Oiya, kalian pernah satu sekolah kan ?" tanya Ibu Shita mengalihkan pembicaraan.


"Iya Tante" jawab Dira


"Jangan panggil Tante ! Panggil Ibu saja seperti Ayana ! Kalian kan sahabatan, Ibu sudah menganggap Ayana sebagai putri Ibu sendiri, jadi Ibu juga akan menganggap kamu sebagai putri kedua Ibu" ucap Ibu Shita.


Dira hanya bisa tersenyum pada wanita paruh baya itu. Hatinya tersentuh dengan kebaikan Ibu Shita.


"Ibu, Ayana pamit pulang ya" ijin Ayana.


Ayana dan Gama mencium punggung tangan Ibu Shita sebelum pergi.


Saat di mobil, Gama melirik Ayana yang tampak terdiam.


"Lagi mikirin apa ?' Tanyanya.


Ayana yang sempat melamun kini tersadar, wanita itu melihat ke arah Gama yang fokus menyetir.


"Bukan apa-apa" jawabnya.


"Jangan pikirkan laki-laki lain ! Aku tidak suka" tegas Gama. Perasaan cemburu kembali menyelimuti hatinya.


Ayana terkekeh mendengar ucapan Gama, ia tidak menyangka jika pria itu sangatlah bucin dan pencemburu.


"Menatap tertawa ?" tanya Gama mulai kesal.


"Kamu lucu kalau lagi cemburu" ucap Ayana sambil mencolek pipi Gama.


"Mana ada orang yang cemburu lucu ? Yang ada sakit hati tahu nggak ?" ketus Gama.


"Ada, kamu yang lucu kalau lagi cemburu" balas Ayana berusaha untuk tidak tertawa


"Aku senang kalau kamu cemburu, itu artinya cinta kamu memang sangat besar untukku. Dan cemburumu itu membuatku semakin percaya dan meyakini kesungguhan dirimu untuk menikah denganku" lanjut Ayana lembut.


Ucapan Ayana tentu saja mampu memadamkan api cemburu di hati Gama. Seketika wajah masam pria itu berubah bahagia.


Namun sedetik kemudian Gama merubah raut wajahnya, "Jika kamu sudah yakin padaku, maka menikahlah denganku secepatnya !" ucapnya serius.


"Jika kamu berhasil menjelaskan pada Zayyan bahwa kamu adalah Papanya, maka aku akan siap dipersunting olehmu" jawab Ayana.


"Baiklah, setelah itu aku akan membawa kamu kembali ke Bandung" balas Gama, pria itu kemudian menggenggam tangan Ayana lalu mengecupnya sangat lama.


"Kita akan menikah di Bandung, dan aku akan menggelar pesta yang meriah. Aku ingin semua orang tahu jika kamu adalah milikku" lanjutnya membuat Ayana tersipu malu.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah.


Gama langsung menghampiri putranya yang sedang menonton film kartun kesukaannya dengan Papa Hartono.


"Om Gama duduk di dekat Zayyan !' pinta putranya.


"Baik Boy" jawab Gama segera duduk di dekat Zayyan.


Papa Hartono menatap Gama seraya bertanya, "Gimana, udah bisa meluluhkan hati Ayana ?"


Gama membalas tatapan Papa Hartono seraya mengangguk.


"Tapi Ayana memberikan satu misi kepada Gama" jawabnya sambil menatap putranya yang sedang fokus menonton.


"Apa itu ?" tanya Papa Hartono penasaran.


"Menjelaskan semuanya pada putra kami jika Papanya sudah kembali" jawab Gama.


Papa Hartono ikut menatap Zayyan, pria kecil itu belum paham dengan ucapan Gama makanya dia diam saja dan tetap fokus menonton.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗❤️