Young Mommy

Young Mommy
Part 115



...🍃Happy Reading🍃...


Kedua orang tua Gama sudah berada di rumah sakit. Sedangkan kedua orang tua Ayana dan Omah masih dalam perjalanan.


Mereka masih menunggu Ayana yang sedang dalam penanganan Dokter.


"Pa, dedek bayinya mana ?" tanya Zayyan.


"Dedek bayinya masih di dalam, dibersihin dulu sama Dokternya" jawab Gama.


"Adiknya perempuan atau laki-laki ?" tanya Zayyan lagi.


"Princess" jawab Gama sambil tersenyum.


Kini ia merasa keluarganya sudah lengkap, ia sudah memiliki sepasang anak yang cantik dan tampan.


"Yeey, akhirnya dapat adik princess" ucap Zayyan senang.


Tak lama kemudian Dokter yang menangani Ayana keluar. Seketika mereka mengelilingi Dokter tersebut.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya ?" tanya Gama.


"Istri bapak baik-baik saja. Istri bapak pintar mengejan karena tidak menyebabkan robek di bagian intimnya" jawab Dokter tersebut.


Gama dan kedua orang tuanya bernafas lega saat mengetahui Ayana baik-baik saja.


"Lalu bagaimana dengan cucu saya ?" tanya Bunda Mila.


"Bayinya sehat dan normal. Wajahnya sangat cantik, persisi dengan Mamanya. Berat badan dan panjang tubuhnya juga bagus" jelas Dokter tersebut.


"Syukurlah" ucap Bunda Mila.


"Kalian boleh masuk melihat Ibu dan bayinya, tapi secara bergantian ya !" ucap Dokter tersebut.


"Baik Dok. Terima kasih banyak" ucap Gama.


"Sama-sama. Kalau begitu saya pamit dulu ya"


Dokternya tersebut pun kembali ke ruangannya. Bunda Mila meminta Gama yang masuk duluan melihat Ayana dan bayinya.


"Kita masuk sama-sama Pa" ucap Zayyan.


"Ok sayang"


Akhirnya mereka sama-sama masuk melihat Ayana. Zayyan sangat antusias Ingan melihat wajah adiknya.


Zayyan menghampiri box bayi dan melihat wajah adiknya, "cantik sekali" ucapnya.


Sementara Gama menghampiri Ayana terlebih dahulu. Pria itu kemudian mencium kening istrinya dengan lembut.


"Terima kasih sayang telah melahirkan princess cantik yang secantik dirimu" ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


Ayana membalas ucapan suaminya dengan senyuman manis. Tangannya mengelus lembut pipi Gama.


"Sama-sama sayang, terima kasih juga sudah menjadi suami siap siaga saat aku hamil" balasnya.


"Aku mencintai kalian" ucap Gama. Ia kembali mengecup lembut kening istrinya. Setelah itu ia menghampiri box bayinya.


Gama melihat Zayyan sedang memandang adiknya. "Apa Zayyan bahagia punya adik princess ?" tanyanya.


"Kalau begitu, asinya disayangi ya ! Nanti Zayyan harus jadi kakak yang selalu menjaga dan melindungi adik princess !"


"Siap Pa. Zayyan akan menjadi kakak yang baik untuk adik princess" jawab Zayyan.


"Anak pintar. Sekarang Zayyan pergi cium Mama terus bilang terima kasih !" perintahnya.


Zayyan mengangguk, pria mungil yang resmi menjadi seorang kakak itu segera mendekati Mamanya.


Sedangkan Gama menggendong bayi mungilnya dan membawanya mendekat ke brankar.


Ini mungkin pertama kalinya bagi Gama menggendong bayi yang baru lahir. Tapi pria itu tampak berpengalaman menggendong bayinya.


"Sayangnya Papa cantik banget sih" ucapnya sambil memandang wajah mungil putrinya.


"Iya, cantik seperti Mama" sambung Zayyan membuat Ayana tersenyum karena pujiannya.


"Duh, anak siapa sih ini pintar banget memuji ?" balas Ayana sambil terkekeh.


"Anak Mama dan Papa dong" jawab Zayyan polos, "Ma, terima kasih sudah memberikan adik cantik untuk Zayyan. Zayyan berjanji akan menjaga adik princess" lanjutnya.


Ayana terharu mendengar ucapan terima kasih dari putranya. Ayana selalu berharap kelak Zayyan menjadi seorang kakak yang selalu melindungi adiknya, dan menjadi pribadi yang bersahaja.


"Sama-sama sayang" balas Ayana, "Zayyan haru ingat dengan janji Zayyan untuk menjadi seorang kakak yang baik untuk adikmu !"


"Siap Ma"


Tak lama bayi yang ada dalam gendongan Gama terbangun. Bayi mereka mulai mengeluarkan suara tangisannya.


"Sepertinya dia lapar" tebak Ayana, "coba letakkan disini, By !" pintanya.


Gama meletakkan bayi mereka di samping Ayana dengan pelan.


Ayana kemudian memiringkan tubuhnya dan mulai menyusui bayinya. Benar saja tebakannya jika putri kecil mereka lapar.


Princess kecil itu menghisap sumber makanannya dengan rakus.


"Wah, sepertinya princess cantik Papa sangat lapar" ucap Gama yang begitu gemas melihat bibir mungil putrinya sedang menyusui.


"Nak, jangan habiskan ya ! Simpan untuk Papa juga !" goda Gama sehingga membuat Ayana melototinya.


"Memangnya Papa kalau lapar seperti adik princess juga ya ? Kalau gitu Zayyan juga ingin !" celetuk Zayyan dengan polosnya.


Sontak Gama menggaruk kepalanya yang tidak gatal kala mendengar ucapan Zayyan.


"Nah kan, makanya jangan sering bicara sembarangan di dekat anak !" Kesal Ayana.


Gama tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya. Ia sangat menyesal mengatakan hal itu tanpa ingat dengan kehadiran putranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


banyak yang chat saya dan tanya kenapa cerita Dira harus pisah ?


jawabannya karena cerita Dira, Aaron dan Fabio cukup rumit. Jadi kisah mereka tidak hanya ada mereka bertiga. Nanti ada tambahan figur yang juga memiliki peran penting dari kisah cinta mereka yang rumit.


kalau digabung disini, nanti kalian malah mumet 😌