
...🍃Happy Reading🍃...
Ayana melihat jam tangannya, sudah hampir satu jam Gama dan putranya saling bercerita. Wanita itu benar-benar merasa kesal karena Gama telah memonopoli putranya. Ia juga tidak mempunya kesempatan untuk bercerita dengan Mona.
"Zayyan, sekarang kita pulang ya ! Kasihan Omah di rumah sendirian" ucap Ayana memutuskan untuk segera mengajak Zayyan pulang.
"Baik Ma" jawab Zayyan, "Nanti malam Om datang ke rumah ya sesuai janji Om ! Kan siang ink Om nggak jadi temenin Zayyan main, jadi ganti nanti malam aja ya !" ucap Zayyan memohon pada Gama.
Mendengar permintaan Zayyan, tentu Gama dengan senang hati setuju. Tapi pria itu tidak diberikan kesempatan untuk menjawab permintaan Zayyan karena Ayana lebih dulu menjawab.
"Zayyan tidak boleh seperti itu ! Om itu ada kerjaan dan tidak bisa ditinggalkan !" ucap Ayana.
"Benarkah Om ?" tanya Zayyan memastikan.
Gama tersenyum penuh kemenangan karena putranya tidak mudah untuk ditipu.
"Benar. Tapi Om akan selalu punya waktu untuk menemanimu bermain. Om akan tinggalkan semua pekerjaan Om demi dirimu" jawabnya sambil melirik Ayana yang terlihat menahan emosi.
"Yeay... Asik, nanti malam bisa main sama Om Gama" sambut Zayyan kegirangan.
Ayana menatap Gama dengan tatapan penuh amarah. Sementara pria itu mencoba bersikap acuh. Baginya tidak masalah diamuk oleh Ayana asalkan ia bisa dekat dengan putranya.
"Zayyan ayo pulang !" ajak Ayana menarik tangan putranya.
Zayyan menurut pada Ayana. Sebelum pergi Ayana pamit pada Mona, tak lupa ia memberikan uang untuk membayar makanan yang mereka pesan tadi.
"Daada Om Gama. Sampai jumpa nanti malam" Zayyan melambaikan tangannya seraya mengekori sang Mama.
Gama membalas lambaian tangan putranya hingga tubuh Zayyan tidak terlihat lagi. Kini tinggal Mona dan Gama yang berada di meja tersebut.
"Simpan saja uang yang diberikan Ayana tadi ! Biar semuanya aku yang bayar" ucap Gama pada Mona.
Mona tentu saja sangat senang, "benarkah ?" tanyanya.
"Tentu saja" jawab Gama sebelum berlalu menuju meja kasir.
"Yes dapat rejeki nomplok" ucapnya sangat senang.
🍃
Sebelum pulang ke rumahnya, Ayana menyempatkan diri singgah ke hotel tempat Fabio dan orang tuanya tinggal. Ia menunggu di lobby sesuai dengan janjinya dengan Fabio.
Tak lama pria yang ia tunggu menghampirinya. Zayyan mencium punggung tangan Fabio.
"Mau bicara disini ?" tanya Fabio.
"Iya disini saja ! Aku juga tidak lama kok. Aku hanya mau menyampaikan jika Mama mengundang kamu dan orang tuamu untuk datang makan malam di rumah" jelas Ayana.
"Dalam rangka ?" tanya Fabio.
"Tidak ada dalam rangka apa-apa. Mama hanya mengundang kalian makan sebagai rasa terima kasih karena telah membantuku melewati masa sulit" jawab Ayana.
"Baiklah, nanti aku sampaikan pada Ibu dan Ayah" ucap Fabio.
"Kalau begitu aku pamit pulang. Kasihan Omah di rumah sendirian" ucap Ayana pamit.
"Kamu hati-hati ya bawa mobilnya" pesan Fabio sambil melempar senyum hangat pada Ayana, dan wanita itupun membalasnya.
Tanpa mereka sadari seseorang mengambil gambar mereka.
"Lama tidak muncul, akhirnya aku menemukannya. Ternyata dia sudah memiliki suami dan juga anak ? Benar-benar berita yang mengejutkan. Kita lihat saja Gama, apa setelah kamu melihat foto ini kamu masih ingin menolakku ?" ucap wanita itu yang tak lain salah Shintia. Ia pergi dengan senyum liciknya.
Sementara Ayana meninggalkan hotel. Sesampainya di rumah Ayana langsung masuk ke kamarnya untuk istirahat. Begitu juga dengan Zayyan. Seperti rutinitas Ayana setiap siang, pasti ia menemani Zayyan hingga tertidur lalu ia akan menyusul.
Pukul lima sore, Ayana sudah sibuk bertempur dengan alat-alat dapur. Sebelum ia memasak makan malam, Ayana terlebih dahulu membuat beberapa macam kue. Ia sengaja membuat kue sebagai makanan penutup.
Setelah satu jam sibuk di dapur, Mama Lisa ikut membantunya.
"Ada yang bisa Mama bantu !" tanya Mama Lisa.
"Mama udah pulang ?" tanya Ayana balik.
"Iya" jawab Mama Lisa, "sedang bikin kue ya ?" tanya Mama Lisa.
"Iya Ma, ini buat makanan penutup nanti" jawab Ayana.
"Iya Ma" jawab Ayana.
Mama Lisa kemudian membantu Ayana. Setelah kue matang, kini mereka menyiapkan bahan untuk masakan menu makan malam nanti.
"Mau bikin apa ?" tanya Mama Lisa.
"Ayana mau bikin Coto Makassar, Jengkol balado, Cumi goreng tepung, dan juga Ayam goreng" jawab Ayana.
"Masih sempat masak itu semua ?" tanya Mama Lisa.
"Masih Ma" jawab Ayana santai.
Akhirnya Mama Lisa membantu Ayana menggoreng Ayam dan Cumi goreng tepung. Sementara Ayana membuat Coto Makasaar dan Jengkol Balado.
Sebelum jam delapan malam, masakan Ayana sudah selesai. Wanita itu segera ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, begitu juga dengan Mama Lisa.
Tak lama, Fabio dan orang tuanya datang. Papa Hartono dan Omah menyambut mereka dengan hangat.
"Selamat datang di rumah kami" ucap Papa Hartono.
"Terima kasih atas undangan makan malamnya. Kami sangat merasa terhormat diundang makan malam di rumah Ayana" balas Ayah Sandy.
Kedua pria paruh baya itu saling berjabat tangan dan saling merangkul. Setelah itu Papa Hartono berjabat tangan dengan Ibu Shintia dan Fabio.
"Silahkan duduk ! Ayana sama Mamanya masih di kamar" ucap Papa Hartono mempersilahkan Fabio dan kedua orang tuanya duduk di ruang tengah.
Tak lama Zayyan ikut bergabung dengan mereka. Zayyan duduk di samping Fabio.
"Om Fabio datang kemari ?" Tanya Zayyan.
"Iya Boy, apa kamu tidak senang ?" Balas Fabio.
"Tentu saja Zayyan senang. Zayyan ingin memperlihatkan mainan baru Zayyan yang sangat banyak. Tapi nanti setelah kita makan malam" ucapnya begitu semangat.
"Benarkah ? Wah apa Nenek dan Kakekmu membeli mainan yang banyak untukmu Boy ?" tanya Fabio.
"Tidak, bukan Kakek dan Nenek tapi-" ucapan Zayyan terpotong kala terdengar bel berbunyi.
Papa Hartono berdiri dan membuka pintu. Tanpa ia duga yang datang adalah Gama dengan paper bag yang berisikan mainan.
"Selamat malam Om" sapa Gama.
"Selamat malam Gama. Silahkan masuk !" Balas Papa Hartono mempersilahkan Gama masuk.
Melihat kedatangan Gama membuat Zayyan turun dari tempat duduknya. Ia berlari menyambut Gama.
"Om Gama" teriaknya senang.
Gama tersenyum bahagia karena kehadirannya disambut dengan senyuman manis dari putranya. Zayyan menarik tangan Gama duduk di sampingnya, posisi Zayyan saat ini duduk diapit oleh Gama dan Fabio.
"Jadi yang kasih mainan untuk Zayyan itu Om Gama" lanjut Zayyan menjawab pertanyaan Fabio tadi.
Fabio yang tadinya antusias ingin mendengar jawaban Zayyan kini hanya bisa tersenyum hambar. Entah mengapa ia merasa kedekatan Gama dan Zayyan bisa menjadi ancaman baginya untuk mendapatkan Ayana. Ada sedikit rasa menyesal mengapa ia membiarkan Zayyan berkenalan dengan Gama waktu itu.
Tak lama Mama Lisa dan Ayana keluar dari kamar mereka. Mama Lisa langsung menghampiri para tamunya. Sementara Ayana mendadak diam kala menangkap sosok yang tidak ingin ia temui.
Seketika tatapan Ayana dan Gama bertemu. Untuk sesaat keduanya larut dalam tatapan mata yang saling beradu.
'Tatapan matanya kini telah berubah dari tatapan penuh cinta menjadi tatapan penuh kebencian. Tapi aku tidak akan peduli akan hal itu. Aku akan tetap memperjuangkannya hingga bisa kembali bersamaku. Tak akan pernah aku lepaskan dirimu hingga akhir hayatku' batin Gama.
'Mengapa tatapan matanya masih sama dengan lima tahun lalu ? Tatapan mata yang mampu membuat hatiku bergetar... Akh, tidak Ayana ! Jangan mudah goyah seperti ini ! Ingat dia adalah pria jahat yang telah meninggalkan kamu disaat sedang terpuruk ! Ingat dia adalah lelaki yang telah membuat hatimu terluka hingga sangat sulit untuk disembuhkan !' batin Ayana.
Tatapan keduanya terputus setelah Ayana memilih segera mengakhiri tatapan mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩
Author : Yeni Sri Wahyuni
Judul : Kurebut Calon Suamimu