Young Mommy

Young Mommy
Part 38



...🍃Happy Reading🍃...


Melihat Lucas, Ayana segera berdiri dan berniat kabur. Namun sayangnya tangannya tiba-tiba ditarik oleh Lucas.


"Ini beneran kamu Ayana ?" tanya Lucas tidak percaya. Pasalnya selama ini ia ikut membantu sahabatnya mencari keberadaan Ayana, tapi wanita itu hilang entah kemana.


"Le-lepaskan !" perintah Ayana.


Bukannya mendengarkan perintah Ayana, Lukas justru semakin mempereratkan genggaman tangannya. Ia tidak mungkin melepaskan Ayana begitu saja setelah bersusah payah mencari wanita itu.


"Lucas, tolong lepaskan !" pinta Ayana sekali lagi.


"Tidak akan Ayana !" Tolak Lucas.


"Jangan seperti ini Lucas, aku mohon !" Ayana masih berusaha mengubah pada Lucas, berharap pria itu mau melepaskannya.


"Kalian saling mengenal ?" tanya Fabio yang sedari tadi merasa bingung melihat interaksi keduanya.


"Ya", "Tidak" jawab Lucas dan Ayana secara bersamaan.


Fabio menelisik keduanya, ia mencoba mencari tahu yang mana benar dan yang mana berbohong. Sepertinya Fabio menangkap gelagap aneh Ayana yang seolah seperti orang yang ketakutan dan berusaha menghindar.


"Ayana..." ucapan Fabio terpotong kala Ayana memaksa Lucas melepaskan tangannya.


"Tolong lepaskan tangan anda !" tegas Ayana.


"Ayana, kita harus bicara. Ini tentang Gama dan juga keluargamu, aku mohon berikan aku kesempatan untuk mengatakan sesuatu padamu !" pinta Lucas.


"Sebenarnya ada apa diantara kalian ?" tanya Fabio merasa penasaran.


Tapi sayangnya pertanyaannya tidak digubris oleh Lucas. Pria itu justru menarik Ayana keluar. Ayana berusaha menolak ajakan Lucas tapi pria itu tidak peduli dengan penolakan Ayana.


Melihat hal itu membuat Fabio segera mengikuti mereka. Hal itu juga tak luput dari perhatian Ibu Shita dan Ayah Sandy serta beberapa tamu yang mendengar Ayana sedikit berteriak.


Di luar rumah, Lucas membawa Ayana masuk ke dalam mobilnya lalu mengunci pintunya. Keduanya kini duduk di dalam mobil. Sementara di luar terlihat Fabio sedang menggedor pintu mobil Lucas.


"Lucas, keluarkan Ayana cepat ! Kamu mau apakan Ayana di dalam ? Lucas, jangan bermain-main seperti ini !" teriak Fabio merasa cemas Lucas melakukan sesuatu pada Ayana. Mengingat Lucas yang berubah jadi Cassanova sejak lulu sekolah.


Lucas menghela nafas panjang lalu menurunkan kaca mobilnya, "Sebentar saja ! Aku hanya ingin membicarakan sesuatu padanya" ucap Lucas hendak menutup kaca mobilnya lagi.


"Fabio, tolong bantu aku keluar dari sini !" pinta Ayana pada Fabio.


Fabio yang melihat Ayana memohon, tentu saja segera menolak permintaan Lucas.


"Tidak bisa ! Kamu memaksa Ayana ikut denganmu. Kamu ingin.berbuat macam-macam padanya ?"


"Ck... Fabio, aku tahu aku pria brengsek tapi bukan berarti aku akan macam-macam pada wanita yang dicintai sahabatku sendiri. Jadi kamu tenang saja !"


Lucas segera menutup kaca mobilnya tanpa peduli dengan teriakan Fabio. Ia mencoba tenang sejenak lalu menjelaskan pada Ayana jika Gama dan keluarga Ayana selama ini mencari keberadaannya.


"Lucas sebenarnya apa yang ingin kamu katakan ?" tanya Ayana sedikit emosi.


"Widih... Kalem beb, jangan marah-marah kayak gitu ! Nanti cantik kamu hilang, Gama jadi nggak suka sama kamu" goda Lucas yang membuat Ayana semakin kesal.


"Cepat katakan Lucas !"


"Oke-Oke, aku akan mengatakannya sekarang" ucap Lucas pasrah. Ia tidak menyangka bertemu dengan Ayana versi terbaru, sepertinya wanita itu telah di-update sehingga berubah jadi dingin dan pemarah, tidak sama seperti saat sekolah dulu.


Ayana terdiam menunggu Lucas membuka suara. Sebenarnya ia juga penasaran dengan keadaan keluarganya.


"Nungguin ya ?" ledek Lucas berhasil membuat Ayana melayangkan pukulan keras di kepala pria itu.


"Mau bicara atau tidak ? Jika tidak akan aku pecahkan pintu mobilmu ini lalu keluar !" ancam Ayana.


"Santai bos, kamu tidak kangen apa sama keluarga kamu atau rindu sama Gama ?" tanya Lucas.


"LUCAS !!!" tegur Ayana.


Lucas tersenyum dengan wajah tanpa rasa bersalah. Ia lalu menatap Ayana yang tampak menunggu cerita darinya.


"Gama sudah kembali..." ucap Lucas membuka ceritanya, ia sengaja berhenti sejenak untuk melihat reaksi Ayana. Wajahnya terlihat datar membuat Lucas tidak tahu apa yang saat ini wanita itu rasakan.


"Gama tidak bisa menjadi Dokter seperti yang ia cita-citakan karena orang tuanya meminta ia melanjutkan kepemimpinan perusahaan keluarganya. Gama menurut asalkan orang tuanya tidak menghalanginya menikah denganmu, ia mengorbankan cita-citanya demi kembali bersamamu. Awalnya kedua orang tuanya tidak setuju, tapi Gama tetap pada pendiriannya jadi mau tidak mau mereka menuruti syarat yang diajukan oleh Gama"


Lucas kembali menjeda ceritanya, ia berharap melihat raut wajah Ayana berubah sehingga ia tahu isi hati Ayana. Tapi sayangnya wanita itu masih menampilkan wajah datarnya. Lucas menarik nafas panjang lalu melanjutkan ceritanya.


"Gama beberapa kali datang ke rumah kamu untuk menemuimu. Tapi kedua orang tuamu selalu mengusirnya, bahkan Papa kamu tidak segan-segan memukul Gama hingga babak belur..."


Lucas tentu saja masih ingat kejadian dimana ia menemani Gama ke rumah Ayana. Sesampai di rumah Ayana, Gama justru mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Papa Hartono. Melihat hal itu membuat Lucas tidak tega, ia hendak membantu Gama tapi pria itu justru mengangkat tangannya sebagai tanda Agara Lucas tidak membantunya. Mau tidak mau Lucas hanya menjadi saksi dimana Gama dihajar membabi-buta oleh Papa Hartono.


"Tapi Gama tidak pernah menyerah. Ia terus datang ke rumah kamu dan memohon maaf pada orang tua kamu. Sampai akhirnya Mama dan Papa kamu memberi maaf pada Gama karena mendengar nasehat dari Omah kamu. Gama tentu senang setelah mendapatkan maaf orang tuamu, namun kesenangan yang dirasakan Gama runtuh kala mengetahui dirimu menghilang entah kemana. Gama mencoba mencari keberadaan kamu dengan kemampuannya sendiri. Ia berharap bisa membawa kamu kembali ke dalam hidupnya dan berkumpul bersama keluarga besar kalian" jelas Lucas.


"Dan orang tua kamu berharap Gama bisa membawa kamu kembali ke rumahmu. Aku merasa kasihan dengan mereka yang selalu menyalahkan diri mereka atas hilangnya dirimu. Mama dan Omah kamu sering sakit-sakitan karena merindukan dirimu Ayana" lanjutnya lalu terdiam menunggu Ayana membuka suara.


Ayana masih menampilkan wajah datarnya, ia menatap Lucas dan berkata, "Apa sudah selesai ?" tanyanya.


Lucas mengangguk pelan, dan kembali menunggu kata-kata keluar dari mulut Ayana.


"Aku ingin keluar !"


Lucas terkejut saat Ayana meminta dirinya bias keluar dari mobil ini. Padahal bukan itu yang ditunggu Lucas, ia ingin mendengarkan Ayana yang bertanya sesuatu tentang keluarganya atau tentang Gama.


"Ayana, apa kamu tidak ingin menanyakan sesuatu ?" tanya Lucas.


"Tidak" jawab Ayana yakin.


"Be-benarkah ? Apa kamu tidak khawatir dengan keadaan orang tua kamu ? Apa kamu tidak ingin bertanya tentang Ga-"


"Hentikan Lucas ! Aku tidak ingin menanyakan sesuatu yang tidak penting bagiku. Sebaiknya kamu biarkan aku keluar dari mobilmu ini !" pekik Ayana yang begitu muak dengan Lucas.


Akhirnya Lucas menuruti permintaan Ayana dan membiarkan wanita itu pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hayo... yang nebak Gama atau Gala siapa ? 😂


.


.


.


Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩



Author : Chika Ssi


Judul : Pemandu Hati Pengganti