
...🍃Happy Reading🍃...
"Sedang mikirin apa ?" tanya sang nenek kala mendapati Ayana sedang termenung dengan mata yang mulai berembun.
Ayana tersentak lalu menatap sang nenek, "ah, bukan apa-apa Nek" jawabnya.
Sang nenek lalu terduduk di samping Ayana dan mengusap lembut pucuk kepalanya, Ayana merasa sangat nyaman kala mendapatkan perlakuan seperti ini dari sang nenek.
"Ibu hamil tidak baik melamun. Apa kamu merindukan seseorang ?"
"Ya, Saya rindu dengan keluarga saya Nek" jawab Ayana, 'dan juga pria bajingan itu' lanjutnya membatin.
"Apa Nenek boleh bertanya ?"
Ayana mengangguk sebagai jawaban.
"Apa kamu hamil diluar nikah dan diusir ?" tanya sang nenek.
Ayana mengangguk pelan, ia tidak mampu menjawab dengan sepatah katapun.
"Orang-orang yang mengusir dirimu akan mengalami yang namanya sebuah penyesalan. Nenek telah mengalaminya"
Ayana menatap sang nenek yang raut wajahnya kini berubah sedih. Ia sendiri ingin bertanya apa yang membuat nenek tua itu bersedih, tapi ia tidak ingin menyinggung sang nenek. Ia memilih untuk memeluk sang nenek agar kesedihan sang nenek sedikit hilang.
"Nenek telah berbuat jahat pada menantu Nenek dan tidak mau menerima cucu Nenek yang lahir diluar nikah. Dan perbuatan kejam Nenek kini mendapatkan balasan. Putra Nenek dan menantu Nenek mencampakkan Nenek di panti jompo, mereka tidak pernah menjenguk Nenek, bahkan saat Nenek berkunjung ke rumah mereka dengan terang-terangan menantu Nenek mengusir Nenek. Akhirnya Nenek memilih untuk hidup jauh dari kota, dan disinilah Nenek menikmati hidup sendirian. Menghukum diri atas apa yang telah Nenek perbuat dimasa lalu" jelas sang Nenek.
Seketika Ayana mengerti mengapa sang Nenek hidup sebatang kara. Ternyata ada kisah kejam dibalik hidup yang dijalaninya sendiri.
"Apa Nenek tidak pernah mencoba kembali dan meminta maaf lagi ?" tanya Ayana.
"Nenek tidak pernah datang kesana lagi. Nenek tahu jika kesalahan Nenek memang tidak layak mendapatkan maaf dari mereka"
"Nenek tidak boleh ngomong seperti itu ! Setiap kesalahan pantas mendapatkan maaf jika kita benar-benar telah menyesali perbuatan kita"
"Tapi Nenek merasa malu untuk bertemu dengan mereka"
Ayana mengerti ketakutan yang dirasakan oleh sang Nenek, ia pun merasakan hal yang sama. Takut ditolak oleh keluarganya, takut dikucilkan oleh teman-temannya, takut dicemooh dan dihina oleh orang lain.
Selesai dengan acara sedih, mereka lalu masuk ke rumah untuk menyiapkan makan siang. Ayana dengan senang hati membantu sang Nenek. Ia merasa menemukan keluarga baru walau baru mengenal sang nenek satu hari.
🍃
"Aku tidak mau tahu, kalian harus menemukan ibuku, aku tidak peduli mau kalian bawa hidup-hidup atau pun hanya membawa kabar kematiannya !" ucap seorang pria.
Sudah lama ia mencari ibunya yang hilang entah kemana. Ia merasa menyesal telah membiarkan sang istri membawa ibunya tinggal di panti jompo.
"Maafkan aku ibu" ucapnya lirih. Air matanya jatuh membasahi pipinya.
🍃
Hari demi hari berlalu, tak terasa kehamilan Ayana telah memasuki usia 9 bulan. Kehidupan sederhana yang Ayana jalani bersama sang nenek membuat Ayana banyak berubah. Wanita yang kini menginjak usia 17 tahun itu kini bisa bersikap dewasa. Kepahitan hidup yang ia jalani bersama sang nenek membuatnya telah membentuk pribadi yang lebih kuat dan berani.
Selama tinggal bersama dengan sang Nenek Ayana tidak pernah meninggalkan rumah ini. Hanya sang nenek yang sesekali keluar untuk ke pasar membeli bahan makanan. Sebenarnya Ayana selalu melarang Nenek dan memaksannya untuk tetap tinggal di rumah. Tapi sayangnya sang nenek memiliki sifat yang kerasa kepala sehingga membuat Ayana mau tidak mau membiarkan sang nenek berangkat ke pasar sendirian.
Ayana hanya akan menantikan sang nenek di terminal dan membantunya membawa barang belanjaannya.
"Ayana, kamu kenapa belum masuk ? Angin malam tidak baik untukmu Nak" ucap sang Nenek kala mendapati Ayana duduk di luar rumah.
Ayana tersenyum lalu masuk bersama sang Nenek.
"Apa Nenek mau dipijit ?" tanya Ayana.
"Jika kamu tidak lelah, dengan senang hati nenek menerima bantuan cucu Nenek"
Ayana dan sang Nenek terkekeh. Seperti inilah kehidupan yang mereka jalani, setiap malamnya mereka akan berbagi cerita, dan Ayana akan memijit sang Nenek dengan lembut. Kegiatan seperti ini membuat keduanya begitu dekat dan sangat akrab. Tidak ada lagi rahasia yang mereka sembunyikan. Ayana sudah tahu apa alasannya sang nenek diusir dari keluarganya, tapi satu yang Ayana belum ketahui, dimana keluarga sang Nenek berada ? Siapa nama keluarga sang Nenek ?. Jika saja ia tahu, maka ia akan mencarinya dan mempertemukan sang Nenek dengan keluarganya.
"Sepertinya beberapa hari lagi kamu melahirkan" ucap sang Nenek.
Saat ini mereka sudah berbaring di atas tempat tidur. Omah mengelus lembut perut Ayana. Ia merasa bergetar saat merasakan tendangan dari sang calon bayi.
"Sepertinya cicit Nenek tidak sabar lagi ketemu sama Nenek" ucap sang Nenek senang.
Ia merasa beruntung telah dipertemukan dengan Ayana. Selama kehadiran Ayana, ia sudah tidak pernah merasa kesunyian lagi.
"Mungkin Nenek akan tetap tinggal disini dan menunggu ajal datang menjemput Nenek" jawab sang Nenek.
"Kenapa Nenek tidak ingin ikut bersama Ayana ? Kita bisa memulai hidup baru lagi bersama"
"Nenek takut bertemu mereka" jawab Nenek lirih.
Ayana kalau merapatkan tubuhnya dan memeluk sang nenek dan berkata, "Ayana yakin, mereka juga menyesal telah mengusir Nenek. Ayana yakin mereka pasti senang saat bertemu dengan Nenek" ucap Ayana meyakinkan sang nenek.
"Tidak, mereka pasti merasa malu bertemu dengan Nenek yang berpenampilan lusuh, sakit hati mereka terhadap Nenek pasti belum sembuh"
"Kita tidak akan tahu saat belum mencobanya"
Setelah mengatakan itu, mereka lalu mencoba tertidur.
Saat tengah malam, Ayana merasakan sakit dan mules di bagian perutnya. Ia meringis kesakitan membuat sang Nenek ikut terbangun.
"Ada apa ?" tanya sang Nenek.
"Perut Ayana terasa sakit Nek" jawab Ayana sambil meringis.
"Sepertinya kamu mengalami kontraksi" balas Nenek.
Ayana semakin merasa kesakitan. Omah terbangun membuat teh hanya untuk Ayana.
"Minum ini !"
Ayana mengambil gelas yang berisi teh hangat. Ia meminumnya pelan-pelan. Setelah meminum teh itu, Ayana merasa sedikit nyaman. Ia kembali berbaring saat perutnya tidak terasa sakit lagi.
Namun baru beberapa detik, Ayana kembali merasakan rasa sakit yang semakin parah.
"Arkk... Sa-kit" ucapnya.
Sang Nenek yang sadari tadi duduk di samping Ayana segera memberikan air teh hangat itu. Lagi-lagi Ayana mengambilnya dan meminumnya. Tapi sepertinya ini sudah tidak mempan lagi.
"Nek, rasanya semakin sakit" pekik Ayana.
"Coba kamu berbaring lalu buka paha mu !" pinta sang Nenek.
Ayana mengikuti ucapan sang Nenek dan mulai membuka pahanya. Ternyata ketubannya sudah pecah.
"Sepertinya kamu akan melahirkan malam ini" ucap sang Nenek.
"Nek... Ra-sanya se-makin sa-kiiiit...." ucapnya meringis.
"Ay-yanaaa... Ti-dak ta-han la-gi... Eergggh..." Ayana sudah tidak bisa menahannya lagi. Ia mulai mengejan karena sepertinya batinnya sudah tidak sabar lagi keluar dari perutnya.
Malam itu turun hujan lebat, suara petir saling menyambar membuat malam terasa dingin dan sedikit mencekam.
Saat orang-orang tidur nyenyak di bawah selimut, Ayana justru sedang berjuang keras melahirkan bayi yang ada di perutnya. Wanita itu kini bertaruh nyawa untuk nyawa yang baru. Keringat yang bercucuran membasahi tubuh Ayana, bahkan air matanya mengalir karena rasa sakit yang ia rasakan.
"Pelan-pelan saja Nak, atur nafasmu agar kamu tidak kewalahan !" ucap sang Nenek.
Ayana mencoba menarik nafas panjang lalu membuangnya melalui mulutnya dengan pelan. Sesekali Ayana mengejan saat merasakan sesuatu yang memberontak ingin keluar.
"Sedikit lagi Nak" ucap sang Nenek.
Ayana mencoba mengejan berkali-kali hingga ia berhasil mendengar suara tangisan bayinya. Ayana menangis terharu saat melihat bayinya lahir dengan selamat.
"Selamat datang sayang" ucapnya lirih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf ya, ceritanya agak lambat 🙏 ini kan menceritakan perjuangan ibu mudah jadi ngikutin alur ya 😁
yang penasaran dengan 5 tahun yang akan datang, Sa harap bisa bersabar ya 😚🤣 nanti juga mereka pasti bertemu 🤗
saya ucapkan terima kasih untuk kalian yang masih setia membaca novel ini ❤️ jika kalian senang dengan novel Sa, kalian bisa berikan Komentar + Like + Vote + Bintang 5 + Hadiah 🤩
salam hangat dari Sa 🥰