Young Mommy

Young Mommy
Part 88



...🍃Happy Reading🍃...


Setelah cukup lama Dira dan Mona mengobrol, akhirnya mereka memutuskan untuk pamit pada Ayana. Dira akan kembali ke hotel bersama Ibu Shita.


"Selang atas pernikahannya sayang. Semoga kamu selalu bahagia" ucap Ibu Shita yang bagus bisa memberikan ucapan selamat untuk Ayana dan Gama.


"Makasih Ibu" ucap Ayana sambil memeluk tubuh wanita yang telah ia anggap seperti ibunya sendiri.


"Nanti sering-sering main ke rumah ya kalau ke Surabaya !" ucap Ibu Shita.


"Tentu saja Bu" jawab Ayana.


"Gama, jaga putri dan cucu ibu baik-baik !" Pesan Ibu Shita pada Gama.


"Baik Ibu. Terima kasih sudah menjaga mereka dengan baik" balas Gama. Ia merasa berhutang budi pada keluarga Fabio.


"Kalau begitu kami pamit ya, kasihan Dira lagi hamil" ucap Ibu Shita.


"Aku juga ijin pulang ya Ayana. Maaf nggak bisa terlalu lama" sahut Mona.


"Baiklah, terima kasih semuanya sudah datang ke pernikahan kami" ucap Ayana.


Ibu Shita dan Dira kembali ke kamar hotel mereka. Sedangkan Mona pulang dengan Angga.


Di perjalanan pulang, Angga mulai bertanya-tanya tentang Dira.


"Sayang, aku boleh tanya sesuatu nggak ?"


Mona mengalihkan atensinya pada sang kekasih, "Mau tanya apa ?"


"Teman kamu hamil diluar nikah ya ?"


"Teman yang mana ?" tanya Mona bingung, soalnya kedua temannya memang hamil diluar nikah.


"Dira"


"Iya" jawab Mona singkat.


"Kalau boleh tahu dia hamil dengan siapa ?" tanya Angga.


"Nggak tahu hamil ank siapa. Memangnya kenapa kamu tanya seperti itu ?"


"Ah tidak, buka apa-apa" jawab Angga mulai salah tingkah.


Mona menatap bingung kekasihnya. Angga yang menyadari tatapan Mona segera mengalihkan pembicaraan.


"Sayang, kamu mau nggak mampir ke mall dulu ?" tanyanya. Ia sengaja mengajak Mona ke mall karena ia tahu kekasihnya itu sangat suka shopping.


"Nggak ah, lagi malas. Capek juga, mau istirahat aja di rumah" jawab Mona.


"Ok baiklah, nanti lain kali kita ke mall" balas Angga.


🍃


Sementara di sebuah kamar hotel seorang pria menggempur seorang wanita dengan brutal.


"Ini hukumannya karena kamu telah bermain mengatakan anak Gama dan Ayana anak haram" ucap pria itu dengan nafas tersengal.


"Bajingan kamu Lucas" teriak wanita yang tak lain adalah Shintia.


"Sudahlah, tidak perlu mengatakan aku bajingan. Kamu juga suka kan, buktinya kamu mendesah" ucap Lucas terus menggempur Shintia.


Memang Shintia akui, dirinya juga menikmati permainan Lucas. Tapi ia tidak ikhlas memberikan tubuhnya pada pria yang sering celup-celup sembarangan.


Meskipun Shintia bukan lagi perawan, tapi ia bukan wanita pemain. Ia hanya pernah melakukannya sekali saat tinggal di Jerman, itupun ia melakukannya dalam keadaan mabuk.


"Kamu juga bukan perawan lagi. Mungkin kamu sering main juga seperti aku" lanjut Lucas.


Shintia tidak menanggapi ucapan Lucas. Wanita itu memilih memejamkan matanya, sesekali ia mendesah kecil. Walau ia sudah menahannya dengan cara menggigit bibirnya, tapi tetap saja ******* itu lolos dari bibirnya.


🍃


Kembali ke acara pernikahan, Gala dan kedua sahabatnya menghampiri Ayana dan Gama. Mereka tentu ingin memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


"Ya, pada akhirnya Gala tetap jadi sadboy" ledek Tio.


"Sialan kamu" kesal Gama memukul pundak Tio dengan keras.


"Sakit bege" keluh Tio sambil mengusap pundaknya yang terasa perih.


"Sudahlah ! Kita kesini mau ngasi ucapan selamat untuk Gama dan Ayana" celetuk Lerry.


"Selamat atas pernikahannya, semoga langgeng sampai maut memisahkan" ucap Lerry.


"Semoga adik Zayyan tambah banyak. Malam kedua kalian pasti sangat panas" ucap Tio.


Lerry menendang lutut Tio. Kali ini ikut kesal dengan tingkah konyol sahabatnya itu.


"Makanya ngomong pakai filter !" balas Lerry.


"Wajah kali pakai filter" canda Tio.


Gama geleng-geleng kepala melihat Gala dan kedua sahabatnya itu. Sementara Ayana menahan tawanya melihat tingkah konyol Tio.


"Kalau mau ribut mending kalian turun ! Masih banyak tamu undangan" ucap Gama.


"Ck... Mentang-mentang pengantin baru, seenak jidat ngusir kami" kesal Gama.


"Makanya jangan lama !" balas Gama.


Gala memutar bola matanya dengan malas. Pria itu lalu mendekati Ayana dan hendak memeluknya, namun dengan cepat Gama menarik Ayana dan merangkulnya dengan posesif.


"Dia kakak iparmu jadi jangan macam-macam !"


"Cih, aku hanya ingin memberikan ucapan selamat. Dasar bucin"


"Sudah, kalian turun saja sana !" usir Gama.


Akhirnya mereka memutuskan untuk turun dari pelaminan.


"Sabar Gama, pasti ada wanita cantik dan baik yang sudah disiapkan Tuhan untukmu" ucap Tio.


"Aku sudah mengikhlaskan Ayana untuk Gama. Jadi rasa sakit di hatiku sudah tidak ada. Aku justru senang karena mereka bisa bersatu kembali" balas Gala sambil tersenyum bahagia.


"Kami ikut senang mendengarnya" ucap Lerry.


🍃


Setelah seharian duduk di pelaminan, kini sepasang pengantin baru itu masuk ke dalam kamar hotel.


Jantung Ayana berdegup kencang kala mereka berada di dalam kamar hotel. Begitu juga dengan Gama, tapi pria itu berusaha untuk tetap bersikap biasa saja.


"Aku siapin air hangat dulu ya" ucap Gama.


Ayana hanya mengangguk. Wanita itu kini duduk di atas ranjang sambil menunggu Gama keluar dari kamar mandi.


Tak lama Gama keluar menggunakan bathrobe. Tak lupa ia juga membawa bathrobe untuk istrinya.


"Sini aku bantu bukain !" ucap Gama.


Ayana dengan malu-malu berdiri dan memunggungi suaminya. Perlahan tangan Gama menarik resleting gaun Ayana hingga ke bawah.


Pria itu meneguk ludahnya kala melihat punggung mulus istrinya. Tangannya mulai menyentuh kulit Ayana dengan lembut.


Ayana yang merasakan punggungnya dielus lembut tentu saja semakin gugup.


Tak hanya menyentuh punggung istrinya, Gama juga mulai mengecup punggung Ayana dan juga tengkuknya.


"Ga-Gama... Ahh-aku mau maaandiihhh..." Ucap Ayana yang mulia terbuat dengan sentuhan Gama.


Gama menghentikan aksinya. "Kita mandi bareng sayang" ucap pria itu dengan suara berat.


Tanpa aba-aba, Gama mengangkat tubuh Ayana ala bridal style. Ayana menyembunyikan wajahnya di dada sang suami karena merasa malu.


Gama membawa Ayana masuk kamar mandi. Pria itu menceluti pakaian istrinya.


Saat gaun pengantin itu berhasil terlepas dari tubuh Ayana, sontak wanita itu menghilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Jangan ditutup sayang !" pinta Gama.


"Malu" jawab Ayana sambil membuang wajahnya ke arah lain.


Gama tersenyum jail, ia sangat gemas melihat wajah istrinya yang bersemu merah.


Pria itu kemudian menarik dagu istrinya dengan lembut. Tanpa permisi lagi, Gama mulai mengecup lembut bibir Ayana. Ayana membiarkan Gama menciumnya.


Lama kelamaan ciuman pria itu berubah menjadi ciuman yang menuntut. Semakin lama ciuman mereka semakin panas.


Tangan Gama juga mulai menjelajah tubuh Ayana. Sesekali Ayana mengeluarkan ******* yang tertahan saat merasakan sentuhan tangan suaminya.


Gama kemudian melepas pagutannya lalu menatap Ayana dengan penuh cinta.


"Aku mencintaimu Ayana Putri Hartono. Aku sangat mencintaimu sayang" ucapnya.


Ayana hanya bisa tersenyum malu. Gama kemudian melanjutkan aksinya, kali ini tangan nakalnya mulai membuka HB dan juga kain segitiga milik Ayana. Tak lupa Gama membuka bathrobe yang menutupi tubuhnya.


Jadilah malam itu mereka bercinta di dalam kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udah ya, jangan minta yang panas-panas 🙈🤣