Young Mommy

Young Mommy
Part 82



...🍃Happy Reading🍃...


Hari ini adalah hari dimana Gama melamar Ayana.


"Jadi bagaimana Tuan Hartono, apa lamaran putra saya diterima ?" tanya Ayah Budianto.


Papa Hartono tersenyum lalu berkata, " Tak perlu lagi saja jawab, semuanya sudah jelas. Mereka saling mencintai dan mereka sudah mempunyai anak, jadi apalagi yang membuat saya menghalangi mereka untuk hidup bahagia ?"


Semua orang tersenyum mendengar kata-kata Papa Hartono.


"Tapi ada satu permintaan dariku pada Gama. Aku menyerahkan putriku karena aku percaya kamu bisa membahagiakannya, maka jangan pernah kamu merusak kepercayaan Papa. Ini adalah kesempatan kedua yang diberikan Tuhan untuk kalian bersatu, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini !" pesan Papa Hartono.


"Baik Pa, Gama akan membuat mereka bahagia" jawab Gama sambil melihat Ayana dan Zayyan yang duduk di hadapannya.


"Lalu bagaimana dengan tanggal pernikahannya ?" tanya Ayah Budianto.


"Sebaiknya pernikahan diadakan Minggu depan, soalnya Ayana berencana untuk kembali ke Surabaya" jawab Gama.


"Loh kok baru nikah mau kembali lagi ke Surabaya ?" Tanya Mama Lisa.


"Kami sudah sepakat Ma, setelah tiga hari pernikahan kami akan ke Surabaya. Tidak lama, Ayana hanya ingin mengurus beberapa pekerjaan setelah itu kami akan kembali dan menetap di Bandung" jawab Gama.


"Jika itu mau kalian, Ayah dama Bunda setuju saja" jawab Ayah Budianto.


"Papa dan Mama juga setuju" sambung Papa Hartono.


Ayana dan Gama saling melempar senyum.


"Baiklah, karena lamarannya sudah diterima sekarang kita makan malam !" ucap Mama Lisa.


Mereka pun makan malam dengan hangat. Setelah makan malam, mereka kembali berbincang-bincang di ruang tengah.


"Besok kalian ikut Bunda fitting baju sekalian cari cincin !" ucap Bunda Mila.


"Nggak bisa pergi berdua saja Bun ?" tanya Gama yang membuatnya berhasil mendapatkan cubitan manja dari Ayana.


"Aww, alit sayang... Kamu ini KDRT sama calon suami" Gama mengelus pinggang yang berhasil dicubit Ayana.


"Bagus, memang pantas dicubit. Belum juga nikah maunya berduaan terus" celetuk Bunda Mila.


"Bunda kayak nggak pernah muda aja" balas Gama.


Semua orang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap Gama


🍃


Surabaya...


Fabio baru saja kembali dari Malang, tetapi pukul 2 malam ia tiba di rumah.


Pria itu mengetuk pintu rumah. Tak lama pintu itu terbuka dan memperlihatkan Dira. Keduanya sempat bertemu tatap, tapi hanya sekejap.


"Kenapa kamu yang bukain pintu ?" tanya Fabio.


"Semua orang sudah tidur, aku sendiri mau mengambil air minum pas ingin kembali ke kamar terdengar suara ketukan pintu makanya aku bukain" jawab Dira.


Fabio hanya ber-oh ria, pria itu lalu masuk kamarnya. Begitu juga dengan Dira yang kembali ke kamarnya.


Pagi harinya, Dira dan Ibu Shita sibuk di dapur.


"Sebaiknya kamu istirahat saja sayang !" perintah Ibu Shita.


"Nggak apa-apa Bu, lagipula Dira merasa bosan jika tidak kerjaan" balas Dira.


Ibu Shita tersenyum, ia sangat senang karena Dira wanita yang rajin. Persis dengan Ayana.


Dira hanya melirik wanita paruh baya itu, ia tidak menanggapi ucapan Ibu Shita.


"Ibu sebenarnya kasihan sama putra Ibu sendiri, ia baru saja patah hati setelah Ayana memilih menikah dengan Gama. Entah kapan Tuhan akan mempertemukan Fabio dengan jodohnya, ibu sudah tidak sabar ingin melihat Fabio menikah" lanjut Ibu Shita curhat.


"Suatu saat pasti akan bertemu kok Ibu, doakan saja yang terbaik" balas Dira.


"Iya, ibu selalu berdoa yang terbaik untuk putra Ibu"


Mereka kembali fokus memasak, setelah semuanya siap bibi Ar membantunya menyajikan di meja makan.


"Panggil suami kamu sarapan !"


"Baik Ibu"


Dira berjalan menuju kamar. Saat masuk, ia melihat Aaron sedang bersiap-siap.


"Kita sarapan yuk !" ajak Dira sambil merapikan kemeja Aaron.


"Baik" jawab Aaron.


"Oh iya, hari ini kamu ada jadwal pemeriksaan kandungan kan ?" Tanya Aaron.


"Iya" jawabnya, "Sudah rapih, ayo keluar !"


Keduanya keluar dari kamar, saat menuju meja makan mereka bertemu dengan Fabio yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Sudah pulang ?" tanya Aaron.


"Iya" jawab Fabio singkat.


Setelah tiba di meja makan mereka duduk menunggu Ibu Shita dan Ayah Sandy. Tak lama orang yang mereka tunggu datang.


"Bio, kamu sudah pulang Nak ?" tanya Ibu Shita.


"Iya Ibu" jawab Fabio.


"Pulang jam berapa ?" tanya Ayah Sandy.


"Jam 2 sampai di rumah" jawab Fabio.


"Bukannya 3 hari ? Harusnya baru besok kamu kembali" tanya Ibu Shita.


"Pekerjaan cepat selesai, jadi daripada menginap di Malang lagi, mending pulang" jawab Fabio.


"Kamu tidak berangkat ke kantor ?" tanya Ibu Shita, ia melihat putranya memakai pakaian kasual.


"Tidak, hari ini mau ke toko roti milik Ayana" jawab Fabio sambil menyendok nasi ke piringnya.


"Kalau begitu aku bisa minta tolong nggak ?" sahut Aaron.


"Mau minta tolong apa ?" tanya Fabio melirik sepupunya.


"Tolong antar Dira ke rumah sakit, hari ini ada jadwal pemeriksaan kandungan" jawab Aaron.


"Ah tidak perlu, aku masih bisa naik taksi online" celetuk Dira, ia merasa tidak enak meminta bantuan dari Fabio.


"Bisa" jawab Fabio singkat.


Mereka kemudian menikmati sarapan pagi mereka. Sesekali Fabio melirik Aaron yang dilayani oleh Dira dengan lembut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan jejak 😘