
...🍃Happy Reading🍃...
Saat ini Dira sedang berada di dalam mobil Fabio. Mereka akan ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilan.
Sebenarnya Dira merasa canggung untuk menerima bantuan Fabio, tapi Ibu Shita memaksa Dira untuk ikut dengan Fabio daripada harus naik taksi online.
Selama perjalanan tidak ada suara yang terdengar dari keduanya. Setelah beberapa menit akhirnya mereka tiba di rumah sakit.
"Em.. kami tidak perlu menungguku ! Aku bisa kembali dengan taksi" ucap Dira sebelum turun.
"Tidak masalah, aku akan menunggumu di parkiran" balas Fabio.
'Tapi-"
"Masuklah !" potong Fabio.
Akhirnya Dira turun dari mobil, tak lupa ia menelpon suaminya. Tak butuh waktu lama Aaron keluar, pria itu tidak sendirian.
"Sudah lama menunggu ?" tanya Aaron pada Dira.
"Belum" jawab Dira sambil tersenyum. Sesekali matanya melirik wanita yang sedang bersama Aaron.
"Oh iya, kenalkan ini Dokter Freya" ucap Aaron memperkenalkan wanita yang di sampingnya dengan Dira.
"Dira" "Freya" keduanya saling berjabat tangan dan melempar senyum.
"Ayo !" ajak Aaron pada Dira. Pria itu menggenggam tangan Dira dan menuntunnya jalan hati-hati.
Sementara Freya mengikuti mereka dari belakang.
'Sepertinya Dokter Aaron sangat perhatian dengan istrinya. Kapan ya aku mendapatkan pria yang seperti Dokter Aaron ?' batin Freya yang melihat betapa manisnya Aaron memperlakukan Dira.
🍃
Siang ini Ayana dan Gama ikut dengan Bunda Mila untuk fitting baju pengantin.
Ayana sudah mencoba tiga gaun, wanita itu sangat bingung memilih yang mana karena semua pilihan sangat cantik.
"Aku bingung mau ambil yang mana" ucapnya pada Gama.
"Coba saja minta pendapat Bunda !" saran Gama.
Akhirnya Ayana meminta saran calon ibu mertuanya.
"Pilih yang ini saja sayang, nggak terlalu ribet tapi tetap cantik dan mewah !"
"Baiklah Bun, Ayana juga senang yang ini"
Setelah memilih baju pengantin untuk Ayana dan Gama. Mereka melaju ke toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan.
"Di toko perhiasan langganan Bunda banyak cincin keluaran terbaru" kata Bunda Mila.
"Ya sudah, kita ke toko perhiasan langganan Bunda saja" balas Ayana.
Akhirnya mereka memutuskan untuk ke toko perhiasan langganan Bunda Mila.
"Selamat datang Nyoya Mila, apa kabar ? Lama tidak bertemu" sambut pemilik toko.
"Kabar baik, ah aku jarang keluar akhir-akhir ini" balas Bunda Mila.
"Wah, siapa itu Nyonya ? Apa itu calon istri Gama ?" tanya Sang pemilik toko sambil menatap Ayana.
"Iya, dia calon menantu ku, kami kemari ingin mencari cincin pernikahan" jawab Bunda Mila.
"Kalau begitu perlihatkan pada kami !"
Sang pemilik toko pun mempersilakan mereka melihat-lihat beberapa model cincin terbaru di tokonya.
Lagi-lagi Ayana bingung memilih yang mana karena semuanya sangat cantik. Akhirnya mereka meminta Bunda Mila untuk memilih.
"Aku ambil yang ini saja" ucap Bunda Mila pada sang pemilik toko.
"Pilihan yang sangat bagus. Kalau begitu saya siapkan dulu Nyonya" balas sang pemilik toko.
Mereka pun duduk sambil menunggu pesanan mereka. Sambil menunggu mereka saling mengobrol.
Dari arah pintu masuk, seorang wanita menatap mereka dengan kesal.
"Ck... Ternyata wanita itu sudah kembali. Pantas saja mereka membatalkan perjodohanku dengan Gama. Sial, aku akan membalas dendam. Kalian tunggu saja pembalasanku"
Wanita itu kemudian meninggalkan toko perhiasan, ia tadinya ingin membeli kalung keluaran terbaru di toko ini, tapi ia melihat Gama, Bunda Mila dengan Ayana. Mood wanita itu langsung berubah dan memilih untuk pergi.
🍃
"Wah, perkembangan janinnya sangat bagus. Untuk berat badan, panjang tubuh dan detak jantungnya semua normal" jelas sang Dokter.
"Syukurlah" ucap Aaron dan Dira.
Aaron menatap istrinya sambil melempar senyum, Dira pun membalas senyum pria itu.
"Mau lihat jenis kelaminnya ?" tanya sang Dokter pada Dira.
"Tidak perlu Dok" tolak Dira.
Ia memang sengaja tidak ingin tahu jenis kelamin calon bayinya, ia ingin menjadikan itu sebuah kejutan nantinya.
"Baiklah, kalau begitu ibu bisa bangun, saya akan meresepkan obat untuk ibu" balas Dokter itu.
Aaron kemudian mendekat dan membantu Dira bangun. Ia menuntun wanita itu duduk di kursi.
"Dokter Aaron bisa tebus di apotik !" ucap sang Dokter seraya menyerahkan resep obat itu.
"Baik Dok, terima kasih" ucap Aaron.
"Kalau begitu kami pamit ya Dok. Terima kasih" ucap Dira.
"Sama-sama" balas sang Dokter sambil tersenyum.
Mereka keluar dari ruangan Dokter Obgyn. Aaron meminta Dira menunggu sebentar. Pria itu bergegas ke apotik untuk mengambil obat istrinya.
Tak lama seorang wanita mendekati Dira, wanita itu tak lain adalah Dokter Freya.
"Bagaimana hasilnya ?" tanya Freya serta mendudukkan bokongnya di kursi samping Dira.
"Hasilnya baik" jawab Dira sambil tersenyum.
"Syukurlah" ucap Freya.
Keduanya kemudian saling diam. Dira sibuk mengelus perutnya dengan lembut. Ia tidak sabar ingin bertemu dengan bayinya.
Sementara Freya melihat wanita itu. Entah mengapa ada rasa sesak di dalam dadanya saat tahu Aaron sudah memiliki istri bahkan sebentar lagi mereka akan memiliki seorang anak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini cuman bisa up satu bab ya 🤧 soalnya penyakit asam lambung kambuh