Young Mommy

Young Mommy
Part 114



...🍃Happy Reading🍃...


Beberapa bulan kemudian, kehamilan Ayana sudah memasuki sembilan bulan. Beberapa hari lagi wanita itu akan melahirkan.


Sikap Gama tentu semakin posesif terhadapnya. Bahkan Ayana mau ke toilet pun Gama akan ikut.


Terkadang Ayana kesal jika suaminya itu selalu mengekor kemanapun ia melangkah.


Seperti saat ini, Ayana baru saja berdiri dan hendak masuk toilet untuk buang air besar.


Tapi Gama ikut berdiri dan mengekorinya hingga di depan pintu toilet.


"By, bisa nggak sih nggak usah ikut ? Aku tuh mau buang air besar" kesalnya.


"Ya nggak apa-apa sayang. Kan jaga-jaga siapa tahu kamu-"


"Udah ya By ! Kan aku malu kalau lagi pup kamu malah ikut masuk" ucap Ayana memotong ucapan Gama.


"Kan sama suami sendiri, masa malu sih" balas Gama.


Ayana memutar bola matanya dengan kesal. Wanita masuk toilet dan segera menguncinya dari dalam.


"Sayang, kenapa dikunci ?" teriak Gama.


Namun Ayana enggan menggubris pertanyaan suaminya, saat ini dirinya sudah fokus bertapa.


Gama akhirnya kembali duduk di sofa dan menunggu istrinya keluar. Lima menit berlalu, Ayana tak kunjung keluar.


Gama mulai cemas saat istrinya tidak keluar. Tapi ia masih mencoba menunggu.


Sepuluh menit berlalu Ayana belum juga keluar. Akhirnya Gama mencoba mengetuk pintu.


"Sayang... Kenapa belum keluar ?" Teriak Gama mulai khawatir. Pria itu mondar-mandir di depan toilet, ia menunggu Ayana dengan cemas.


Tak lama, Ayana keluar dengan menggunakan handuk.


"Sayang, kamu habis mandi di toilet ? Kenapa nggak di kamar mandi saja ?" tanya Gama. Pria itu bernafas lega ketika melihat Ayana baik-baik saja.


"Kalau aku keluar toilet dan mandi di kamar mandi nanti kamu ikutan masuk. Aku udah hafal kalau kamu ikut masuk kamar mandi pasti minta jatah dulu" jawab Ayana.


"Kamu kok jahat gitu sih. Kan aku minta jatah atas saran dokter" balas Gama.


"Iya sih, tapi nggak setiap saat juga, By. Udah ih, aku mau pakai baju" ucap Ayana.


Gama hanya bisa menghela nafas pasrah, kali ini ia tidak dapat jatah.


🍃


Pagi harinya Ayana sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk Gama dan Zayyan.


Sebenarnya Gama melarang wanita itu untuk melakukan pekerjaan rumah, tapi Ayana tidak bisa jika tidak mengerjakan sesuatu. Ia merasa bosan jika hanya duduk santai.


Usai memasak, Ayana hendak memanggil Gama dan Zayyan.


Namun saat kakinya baru menginjak tiga anak tangga, tiba-tiba ia merakan sakit di perutnya.


Ayana akhirnya duduk di atas anak tangga karena tidak sanggup berjalan lagi.


"By.... To-long..." teriaknya. Namun Gama bekum juga muncul.


Ia kembali berteriak, "By... Sa-kit... To-long..."


Tak lama Gama keluar dari kamar. Melihat Ayana duduk di atas tangga membuat Gama sangat khawatir.


"Sayang, kamu kenapa ?" tanyanya.


"By, kasih sekali..." Jawab Ayana terbata.


Tanpa pikir panjang Gama membawa Ayana masuk mobil, "Sayang, kamu tahan sebentar ya, aku panggil Zayyan dulu" ucapnya.


Ayana hanya mengangguk pelan. Wanita itu memejamkan matanya kala merasakan perutnya mengencang.


Tak lama Zayyan dan Gama datang. Gama segera membawa mobilnya menuju rumah sakit.


Ayana meringis kesakitan sehingga membuat Gama kalang kabut.


Untung saja masih pagi jadi jalanan belum terlalu padat karena hari ini weekend.


"By, aku tidak bisa tahan lagi" ucap Ayana sambil menjerit "Eeuuugghhh..."


"Sayang, sebentar lagi kita sampai, kamu tahan ya !" ucap Gama.


"Ti-dak... Eeeeuuugghhhh.... Bi-sa..." Ucapnya seraya mengejan.


Ayana menarik nafas dari mulutnya lalu menahannya dan kembali mengejan. "Huft...huft...huft..."


"Jangan mengejan dulu sayang ! Nanti kamu melahirkan di mobil !" pinta Gama.


Namun sayangnya Ayana tidak menggubrisnya. Ayana tetap mengejan karena merasa kepala bayinya sudah hampir keluar.


"Eeuuugghhh.... Huft...huft...huft... Eeuuugghhh...." Ayana mengejan hingga wajahnya terlihat memerah dan dipenuhi keringat.


Oee...Oee..Oee... Tangisan bayi mereka yang baru saja berhasil keluar.


Dalam posisi berbaring di atas kursi penumpang bagian tengah, Ayana berhasil mengeluarkan bayinya tepat ketika mobil mereka tiba di rumah sakit.


Gama berteriak memanggil perawat. Ia membuka pintu mobilnya dan melihat Ayana terkulai lemas.


Sedangkan bayinya masih berada diantara kedua pahanya.


Seketika tiga orang perawat segera mendekati mereka.


Seorang dokter juga turut membantu mereka mengurus Ayana dan bayinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf ya sebelumnya jika Sa Langsung loncat hingga Ayana melahirkan 🙏 Karena novel ini Sa akan tamatkan akhir bulan ini 😌


Untuk kisah Dira, Fabio dan Aaron akan Sa buatkan novel sendiri agar tidak terlalu pusing karena banyak kisah.


Begitu juga dengan cerita Lucas dan Shintia akan ada kamar tersendirinya 🤗