Young Mommy

Young Mommy
Part 104



...🍃Happy Rading🍃...


Tubuh Ayana menggeliat saat merasakan sentuhan di area sensitifnya. Bahkan bibirnya mengeluarkan ******* kala tangan Gama bermain di dua gundukan kembarnya.


"Mphh... Aaah..." Suara seksi itu berhasil keluar dari mulutnya.


Gama menghentikan aksinya, ia kemudian mendekati wajah istrinya.


"Sayang bangun ! Kita mulai projek kita pagi ini !" bisik Gama di telinga Ayana.


Sontak Ayana membuka matanya, ia melihat wajah Gama tepat di hadapannya. Tanpa aba-aba, Gama mencium bibir Ayana dengan rakus.


Ayana yang sudah terbuai dengan permainan suaminya akhirnya membalas ciuman panas Gama.


Tangannya ia kalungkan di leher Gama. Tangan Gama pun mulai membuka satu persatu kancing piyama Ayana.


Sesaat Gama melepaskan pagutannya agar bisa menceluti pakaiannya dan pakaian Ayana.


Wajah Ayana memerah saat tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benangpun. Meskipun ini bukan pertama kalinya bagi mereka, tapi Ayana tetap merasa malu.


"Wajah kamu merah, kamu semakin seksi saat tersipu malu seperti ini" ucap Gama dengan suara beratnya.


Gama melanjutkan ciuman panasnya yang tertunda tadi. Tangannya yang nakal mulai berkelana tepat di dua gundukan kembar milik Ayana. Sesekali Ayana mengerang saat merasakan remasan suaminya. Ciuman Gama kemudian turun ke leher jenjang milih Ayana. Wanita itu pun sengaja mendongakkan kepalanya agar Gama leluasa bermain di lehernya. Semakin lama ciuman Gama semakin turun. Kini lidahnya mulai bermain dengan buah ceri yang ada di atas gunung Ayana.


Suara decapan lidah Gama terdengar begitu jelas di telinga Ayana. Tangan Gama pun mulai turun di area sensitifnya. Ayana menggigit bibirnya saat merasakan sebuah kenikmatan dari permainan jari suaminya.


"Sayang, langsung ke intinya saja !" linta Ayana yang sudah tidak tahan lagi.


Gama pun menurut permintaan istrinya. Pria itu memulai inti permainan mereka dengan panas.


Suara seksi mereka saling bersahutan memenuhi kamar hotel tersebut. Berbagai macam gaya, dari gaya kodok, cicak di dinding, dan masih banyak lagi.


Setelah ronde pertama selesai, Gama memesan sarapan pagi untuk mengisi tenaga mereka. Ayana saat ini berada di dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Beberapa menit kemudian Ayana keluar dengan menggunakan bathrobe serta handuk yang melilit di kepalanya. Bertepatan saat sarapan pesanan mereka tiba.


"Sayang kita makan dulu !" Pinta Gama.


Ayana pun berjalan ke sofa dan ikut sarapan dengan suaminya. Kali ini Gama ingi makan sepiring berdua dengan istrinya. Gama menyuapi Ayana setelah itu ia menyuapi dirinya sendiri.


Saat asik sarapan, tiba-tiba gadget Ayana berdering. Wanita itu segera mengambil gadgetnya dan menerima panggilan video yang masuk.


📞 "Selamat pagi Mama..." Sapa Zayyan dari seberang telpon.


"Selamat pagi sayang" balas Ayana.


📞 "Mama baru selesai mandi ?" tanya Zayyan.


Seketika wajah Ayana bersemu merah, ia mengangguk sebagai jawaban.


📞 "Ma, Papa dimana ?" tanya Zayyan.


"Papa disini sayang" jawab Gama, Ayana memposisikan kamera ponselnya di wajah suaminya.


📞 "Papa, Mama... Zayyan kangen" ucap Zayyan dengan wajah sedih.


"Kami juga kangen" balas Gama.


📞 " Kalau Papa dan Mama kangen, kenapa kalian tidak pulang ?" tanya Zayyan dengan wajah cemberut.


"Kan baru sehari sayang. Papa dan Mama masih sibuk membuat adik bayi untukmu... Aaauuuwww...." jawab Gama sambil berteriak karena Ayana mencubit pinggangnya. Entah sudah berapa kali Ayana mengatakan agar Gama tidak berbicara frontal seperti itu pada putranya.


📞 "Kalau begitu bikin yang banyak ya Pa !" pinta Zayyan. Seketika wajah pria kecil itu begitu bahagia.


📞 "Papa dan Mama bisa tinggal disana, tapi janji harus bawa adik yang banyak untuk Zayyan !"


"Siap bos kecil" jawab Gama sambil memberikan hormat pada putranya.


"Kalau begitu, sudah dulu ya telponnya ! Mama dan Papa mau lanjut lagi... Aaauuuwww..." Lagi-lagi Ayana memberikan cubitan di pahanya.


Gama segera mematikan sambungan telponnya. Ia mengelus pahanya yang terasa perih akibat cubitan tangan istrinya.


"Kenapa kamu selalu mencubit pahaku sayang ?" tanyanya sambil meringis.


"Itu salah kamu sendiri, kan aku sudah mengatakan berapa kali, jangan bicara yang tidak pantas dengan Zayyan" kesal Ayana.


"Aku kan hanya menjawab pertanyaan putra kita" ucap Gama.


Ayana memutar bola matanya dengan malas. Wanita itu kemudian berdiri dan hendak mengganti pakaian. Tapi tangganya langsung ditarik oleh Gama hingga tubuhnya terjatuh di pangkuan suaminya.


"Kita lanjut lagi !" bisik Gama.


Sontak Ayana membulatkan matanya. Wanita itu ingin menolak permintaan suaminya tapi dengan cepat Gama menyumpal mulutnya dengan ciuman panas.


Permainan lidah Gama membuat Ayana tidak bisa menolak lagi. Ia kembali bergairah saat tangan Gama mulai bergerak nakal.


Gama kemudian mengangkat tubuh Ayana ke atas ranjang dan pertandingan ronde kedua pun dimulai. Kali ini mereka tak hanya main di atas ranjang, tapi juga di sofa dan kamar mandi. Gama benar-benar menggempur Ayana hingga lemas.


"Kamu benar-benar membuatku tidak bisa jalan" ucap Ayana yang saat ini terkulai lemas di atas ranjang.


Gama tersenyum tanpa rasa berdosa. Pria itu memeluk tubuh istrinya dan mencium aroma percintaan mereka yang terasa kecut-kecut nikmat.


Karena kelelahan, mereka akhirnya tertidur dengan posisi saling berpelukan.


Mereka terbangun saat waktu makan siang tiba. Lagi-lagi mereka hanya memesan makanan dari restoran hotel.


"Makan yang banyak sayang !" pinta Gama sambil menyuapi istrinya.


Kini Gama mempunyai kegiatan baru yang ia senangi selain bercinta dengan Ayana. Menyuapi istrinya juga merupakan kegiatan baru yang menyenangkan untuknya.


"By, nanti sore kita jalan-jalan lagi ya !" Rengek Ayana.


"Tidak sayang, mulai hari ini sampai enam hari kedepannya kita akan terus berada di dalam kamar hotel !" tegas Gama.


Ayana melebarkan matanya, seketika ia lesu membayangkan dirinya dan Gama hanya tinggal di kamar hotel terus menerus selama enam hari kedepannya. Bisa-bisa Ayana pulang menggunakan kursi roda karena digempur habis-habisan oleh suaminya.


"Kamu mau membunuhku ?" pekik Ayana kesal.


"Tidak sayang, aku hanya ingin membuat kamu bunting" jawab Gama jujur.


Plak... Plak... Plak...


Ayana memukul bahu suaminya secara beruntun.


"Aaauuuwww sayang berhentilah ! Kamu membuatku terluka" teriak Gama sambil menghindari pukulan Ayana.


Pria itu kemudian berdiri dan berlari menghindari. Ayana terus mengejar suaminya dengan perasaan kesal. Gama naik ke atas ranjang, Ayana pun menyusul suaminya naik ke atas tempat tidur. Karena tempat tidur tersebut sangat empuk, sehingga membuat pijakan kaki Ayana oleng. Akhirnya wanita itu pun tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan terjatuh, sebelum terjatuh Ayana menarik bathrobe yang digunakan Gama sehingga Gama ikut terjatuh di atas tubuh Ayana.


Seketika Gama tersenyum misterius pada istrinya, "kamu yang memancingku sayang" ucapnya dengan seksi.


Dengan cepat Ayana mendorong tubuh suaminya hingga terlentang di atas ranjang.


"Dasar suami mesum...." Teriak Ayana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...