Young Mommy

Young Mommy
Part 56



...🍃Happy Reading🍃...


Zayyan berlari masuk ke rumah, sementara Ayana mengekor di belakangnya. Tapi langkahnya tertahan kala Gama menarik tangan wanita itu.


"Gama" pekik Ayana. Ia berusaha menepis tangan Gama tapi sayangnya tangan pria itu memegang kuat tangannya.


"Tunggu sebentar Ayana !" pintanya.


"Lepas Gama !"


"Tidak akan" ucap Gama sangat tegas.


"Aku tidak akan pernah melepasmu lagi. Aku ingin kamu kembali kepadaku, aku tidak suka kamu dimiliki pria lain. Kamu hanya milikku, hanya aku pria yang berhak mendapatkan cintamu" lanjut Gama. Ia tidak ingin lagi membiarkan Ayana didekati pria lain.


"Kamu ini bicara apa ? Memang apa hak kamu melarangku dekat dengan pria lain ? Dan juga jangan pernah katakan jika aku milikmu !" Balas Ayana menatap tajam pria di hadapannya.


"Kamu memang milikku. Kamu harus ingat Ayana, hubungan kita tidak pernah putus !" Tegas Gama.


Ayana tertawa mendengar ucapan Gama, "Katamu hubungan kita belum putus ? Perlu kamu ingat juga jika kamu meninggalkan aku disaat aku memohon agar kamu tetap bersamaku ! Tapi kamu yang sangat egois memilih mengejar impianmu daripada menemaniku berjuang. Saat itu aku sudah menganggap hubungan kita berakhir. Jadi jangan katakan lagi jika kita masih mempunya hubungan !" emosi Ayana mulai tidak terkontrol. Ia marah Gama dengan mudahnya mengatakan jika hubungan mereka belum berakhir.


Gama membalas tatapan Ayana yang penuh dengan amarah dan luka.


"Aku akui aku salah memilih mengejar impianku daripada memperjuangkan hubungan kita. Tapi perlu kamu tahu Ayana, jika aku sangat mencintai kamu, dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah dengan perasaanku terhadapmu. Kamu masih menjadi wanita yang berkuasa di hatiku. Aku kembali ingin memperjuangkan cinta kita, aku ingin kita kembali bersatu, aku ingin kita memulainya dari awal !" Ucap Gama memohon.


"Mudah sekali kamu katakan jika kamu ingin kembali. Kamu tidak tahu perjuanganku hingga masih bisa bertahan sampai titik ini ?" teriak Ayana.


"Aku tahu kamu telah melalui masa sulit selama ini. Maka dari itu aku kembali ingin memberikan kebahagiaan untukmu dan juga anak kita" balas Gama lembut.


Ayana terdiam mendengar ucapan Gama. Sementara Gama yang melihat Ayana terdiam kini menarik wanita itu ke dalam pelukannya.


*DEG*. Jantung Ayana berdetak kencang kala merasakan pelukan hangat Gama. Pelukan hangat yang ia rindukan selama ini. Pelukan yang ia rasa sangat berbeda dengan pelukan Fabio. Jika pelukan Fabio tadi, Ayana sempat menolak. Tapi berada di pelukan Gama membuatnya merasa nyaman.


"Aku sungguh merindukan dirimu sayang" bisik Gama.


Ayana memejamkan matanya kala merasakan hembusan nafas Gama membelai telinganya. Sementara Gama semakin mempererat pelukannya seolah tidak ingin Ayana pergi lagi.


"Selama ini, aku begitu tersiksa menahan rinduku padamu. Setahun pertama aku sangat terpuruk Ayana. Tapi demi cita-citaku aku mencoba untuk tetap bertahan. Aku selalu berharap saat aku pulang nanti aku bisa kembali bersama dirimu. Dan kini aku kembali Ayana, aku kembali ingin hidup bahagia bersama dirimu dan anak kita. Tolong berikan aku kesempatan kedua !" lanjutnya tak bisa menahan air matanya lagi.


Ayana masih enggan membuka suara. Ia masih menikmati pelukan hangat dari Gama. Saat mendengar ungkapan hati Gama, hati Ayana terasa sesak. Tenyata selama ini dirinya salah, bukan hanya hatinya yang tersiksa menahan rindu tapi Gama merasakan hal yang sama.


"Ayana, apa kamu masih punya perasaan yang sama padaku ?" tanya Gama membuat Ayana tersadar.


Wanita itu segera menjauh dari Gama, "Kamu mencoba mengambil kesempatan ya ?" ucap Ayana yang membuat Gama terkekeh.


"Kamu juga menikmatinya sayang" ucap Gama membuat wajah Ayana memerah.


"Ma-na ada" elaknya.


Gama menggenggam tangan Ayana dan berkata, "Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu saat ini padaku. Tapi aku mohon berikan aku kesempatan kedua ! Aku akan menebus semua kesalahanku dulu. Aku akan mengganti lukamu di masa lalu menjadi sebuah kebahagiaan. Jika kamu tidak bisa karena sudah tidak ada lagi cinta yang tersisa untukku, ijinkan aku berusaha untuk menumbuhkan rasa cinta itu" ucap Gama bersungguh-sungguh.


Ayana sempat terbuai dengan bujuk rayu Gama. Namun Ayana kembali meyakinkan diri jika memang sudah tidak ada lagi rasa yang tertinggal untuk pria itu.


Ayana menarik tangannya lalu kembali menatap Gama.


"Jangan melakukan sesuatu yang sia-sia. Itu hanya akan membuang waktumu saja !" balas Ayana.


"Bahkan aku siap menghabiskan semua sisa hidupku untuk menunggu dirimu kembali. Meskipun suatu saat kamu akan menikah dengan pria lain, tapi aku akan tetap menunggu dirimu" tegas Gama.


"Kenapa kamu tenang bodoh" umpat Ayana kesal.


Bagaimana mungkin ada seorang pria yang ingin menghabiskan sisa hidupnya demi menantikan cinta yang tidak pasti. Bagi Ayana itu namanya pembodohan.


"Baiklah aku akan pulang. Besok aku akan kembali menemui putra kita, besoknya lagi dan besoknya lagi" jawab Gama tidak peduli dengan larangan Ayana.


"Apa kau tidak mendengar ucapanku tadi ?" tanya Ayana semakin kesal.


"Aku dengar sayang ! Tapi yang hatiku rasakan peringatan yang kamu berikan itu untuk mengingatkan diriku agar selalu menemuimu" balas Gama semakin membuat Ayana geram.


"Pulang kamu dari sini ! Jangan datang lagi ! Jika kamu berani datang kesini maka aku tidak akan segan-segan mengusir dirimu" kesal Ayana sambil memukul-mukul tubuh Gama.


"Auuu... Sakit sayang... Jangan seperti ini ! Kamu telah melakukan KDRT" ucap Gama berusaha menghalau pukulan Ayana.


"Pulanglah !" teriak Ayana.


Pada akhirnya Gama berpamitan pada orang tua Gama. Sementara Ayana segera masuk ke kamarnya dengan perasaan yang kacau.


'Ck... Dasar Ayana plin-plan, harusnya tadi kamu tidak menikmati pelukannya ! Ish, memalukan sekali' batinnya.


Ayana menutup wajahnya karena sangat malu ketika mengingat bagaimana dirinya memejamkan mata dan merasakan kehangatan tubuh Gama.


'Tidak Ayana ! Kamu tidak boleh luluh pada pria itu. Ingat dia adalah pria jahat !' lanjut batinnya mencoba menghalau perasaan aneh yang kembali muncul di hatinya.


🍃


Keesokan harinya, Ayana mendapatkan telpon dari Fabio jika mereka akan kembali ke Surabaya. Wanita itu segera datang menemui Fabio di hotel.


"Kenapa kalian pulan cepat ? Bukannya kalian disini selam seminggu, dan ini baru empat hari ?" tanya Ayana.


"Ada sebuah urusan yang sangat penting di perusahaan. Maaf karena tidak bisa menunggumu" balas Fabio.


"Kapan kalian berangkat ?" tanya Ayana.


"Sebentar lagi, makanya aku sudah bawa koperku. Tinggal tunggu Ibu dan Ayah" jawab Fabio.


"Kalau begitu biar aku ikut mengantarmu"


"Ikut saja ! Mau ikut pulang bersama juga tidak masalah" goda Fabio.


"Tidak mungkin hari ini. Tapi sepertinya aku juga tidak akan tinggal lama disini" balas Ayana.


Tak lama Ibu Shita dan Ayah Sandy datang. Mereka akhirnya berangkat ke bandara dengan mengendarai mobil Ayana. Sesampainya di bandara, Ayana memeluk tubuh Ibu Shita, ia jugamencium punggung tangan kedua orang tua Fabio.


"Semoga selamat sampai tujuan" doa Ayana.


"Semoga saja. Terima kasih sayang sudah mengantar kami" balas Ibu Sita.


"Sama-sama Ibu. Ayana justru ingin berterima kasih pada kalian. Berkat kalian Ayana bisa kembali bertemu dengan orang tua Ayana" ucap Ayana.


"Ya sudah kalau begitu kami masuk sekarang. Takutnya ketinggalan pesawat" ucap Ayah Sandy.


Akhirnya mereka berpisah. Setelah Fabio dan orang tuanya sudah tidak terlihat lagi, Ayana segera meninggalkan bandara dan langsung pulang ke rumahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩



Judul : Dear, Pak Boss


Author : Ika Oktafiana