
...🍃Happy Reading🍃...
Selepas keluar dari mobil Lucas, Ayana segera mencari Zayyan dan hendak membawa putranya pergi dari rumah Fabio.
"Zayyan kita pulang sekarang !" ajak Ayana pada putranya saat menemukan Zayyan sedang duduk bersama Fabio.
Fabio yang melihat Ayana sedang tidak baik-baik saja mencoba membiarkan wanita itu pergi dengan Zayyan.
Ayana menyerahkan kado pemberiannya kepada Ibu Shita. Wanita itu memberikan doa dan harapannya terhadap Ibu Shita lalu pamit pulang.
"Kenapa cepat sekali sayang ? Acara belum mulai loh" tanya Ibu Shita.
"Ayana tiba-tiba ada urusan yang sangat penting Ibu. Maafkan Ayana" jawab Ayana tidak enak hati kerena telah berbohong.
"Ya sudah kalau gitu. Terima kasih sudah repot-repot bawakan hadiah ulang tahun untuk Ibu" ucap Ibu Shita.
"Sama-sama Ibu, kalau begitu kami pamit ya. Zayyan pamit sama Omah dan Opah dulu !"
Setelah Zayyan pamit pada kedua orang tua Fabio, Ayana segera pergi. Mereka sempat berpapasan dengan Lucas yang sedang berbicara dengan Fabio.
Lucas dan Fabio membiarkan Ayana pergi. Lalu setelah melihat Ayana mereka kembali berbicara.
"Jadi seperti itu ? Pantas saja Ayana seperti orang yang ketakutan melihat wajahmu" ucap Fabio.
"Yang benar saja ? Wajahku ini tampan, mana mungkin Ayana takut padaku, jika jatuh cinta aku bisa menjamin yang itu"
"Ck... Percaya diri sekali" ledek Fabio.
Lucas menatap sepupunya dengan kesal, ya memang mereka saudara sepupu. Ibu Shita merupakan adik kandung dari Papanya Lucas.
"Sialan kamu" umpat Lucas membuat Fabio terkekeh.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Fabio setelah terkekeh.
"Kamu mau tidak membantuku ?" tanya Lucas.
"Kalau aku mampu" jawab Fabio tidak menolak juga tidak mengiyakan.
🍃
Ayana kembali dengan perasaan tidak yang campur aduk.
Sebenarnya sedari tadi wanita itu menahan air matanya agar terlihat baik-baik saja di hadapan Lucas. Tapi kali ini Ayana tidak bisa membendung air matanya.
Ia merindukan keluarganya, ia merasa sedih saat tahu mereka sering sakit-sakitan, ia marah karena lelaki yang telah membuatnya hancur kini kembali mencarinya.
"Kenapa perasaanku harus serumit ini ? Yang mana harus aku ikuti ? Tetap tinggal disini dan menahan rindu pada mereka, atau pulang tapi harus siap bertemu dengan pria itu ?" tanyanya bingung.
Tanpa Ayana sadari putranya sedang memperhatikannya menangis. Tadinya Zayyan telah tidur siang begitu sampai di rumah, tapi anak itu terbangun saat ia mendengar isakan tangis sang Mama.
"Mama menangis ?" tanya Zayyan menghampiri Ayana.
Wanita itu terkejut dan segera menghapus air matanya, ia terlalu sibuk dengan perasaannya hingga lupa jika dirinya masih berada di kamar putranya.
"Ah, apa Mama mengganggu tidurmu ?" tanya Ayana mengalihkan pembicaraan.
"Iya, Mama menangis cukup keras sehingga membuat Zayyan terbangun" jawab Zayyan polos.
Mendengar jawaban putranya membuat Ayana merasa bersalah, "Maafkan Mama sayang" ucapnya setelah mengecup kening putranya.
"Mama menangis karena apa ?" tanya Zayyan.
"Bukan apa-apa. Sudah ya, sebaiknya Zayyan tidur lagi !"
Ayana menidurkan Zayyan kembali, setelah Zayyan tertidur ia ke kamarnya untuk mengganti pakaian.
Selesai mengganti pakaian, ia berbaring di atas kasur empuknya sambil memandang langit-langit kamarnya. Saat ini, ia sedang peran batin antara menuruti kata hatinya atau menuruti egonya.
Juju saja, jika Ayana lelah mengikuti egonya untuk tidak muncul di hadapan keluarganya. Tapi ia juga takut mengikuti kata hatinya, ia tidak ingin melakukan kesalahan sama seperti dulu. Saat ia menuruti hatinya untuk mencintai Gama.
"Aku harus gimana ?" tanyanya bingung.
"Tapi cepat atau lambat mereka pasti tahu aku tinggal disini. Tak hanya Lucas yang menemukan diriku, tapi Tio dan Lerry juga sudah bertemu denganku. Pasti mereka akan mengatakannya pada pria itu" Ayana mulai cemas jika suatu hari Gama tiba-tiba muncul di hadapannya. Sepertinya kehadiran tiga orang itu menjadi ancaman bagi Ayana.
Dan memang tebakan Ayana benar, Lucas sudah menghubungi Gama dan mengatakan semuanya.
"Aku kesana sekarang" ucap Gama penuh dengan semangat.
"Lalu aku harus apa ?" tanya Gama.
📞 "Kamu tunggu disana ! Aku sudah ada rencana yang bagus agar Ayana bisa kembali ke Bandung. Aku juga mempunya informasi tentang hubungan Ayana dan Nenek kamu..."
"Apa ?" Tanya Gama penasaran.
📞 "...." Lucas menjelaskan jika Ayana dan Nenek Rukmini saling mengenal. Bahkan mereka tinggal bersama saat Ayana belum melahirkan hingga wanita itu memutuskan pindah ke Surabaya.
📞 "Jadi kamu tinggal sediakan tempat untuk pertemuan Ayana dengan orang tuanya terlebih dahulu ! Jika bisa pertemukan Ayana dengan Nenek kamu !" Perintah Lucas.
"Baiklah, aku percaya Ayana padamu. Jangan sampai wanita itu lepas lagi !" Gama terpaksa menyetujui rencana Lucas.
Gama mengakhiri panggilan mereka, ia tidak sabar menemui orang tua Ayana dan mengatakan jika putri mereka sudah ditemukan Lucas.
Pria itu segera menyelesaikan pekerjaannya. Setelah semua pekerjaannya tuntas, Gama mengatakan pada sekertarisnya jika ia pulang duluan.
Pria itu lalu meninggalkan perusahaan milik Ayahnya. Dengan kecepatan tinggi mobil Gama melintasi jalanan menuju rumah orang tua Ayana.
Kedatangan Gama disambut hangat oleh Omah dan Mama Lisa. Memang tak jarang Gama datang menemui mereka sekedar menghibur mereka.
"Tante, Omah, Gama punya kabar gembira untuk kalian. Tapi sebelum Gama mengatakannya, ada baiknya kita tunggu Om pulang" ucap Gama kala duduk di samping Omah.
"Apa ini kabar tentang Ayana ?" tanya Mama Lisa penuh harap.
"Iya Tante" jawab Gama tersenyum hangat.
Melihat Gama tersenyum membuat Mama Lisa tidak sabar mendengarkan kabar tentang putrinya. Tapi mereka harus menahan rasa ingin tahunya karena menunggu kepulangan Papa Hartono dari kantor.
Setelah menunggu satu jam lebih, akhirnya Papa Hartono tiba. Tanpa mengganti pakaian pria paruh baya itu langsung duduk di dekat Gama.
"Sudah menunggu lama ?" tanya Papa Hartono pada Gama.
"Ah, tidak juga Om" ucap Gama berbohong. Padahal sedari tadi hatinya ingin mengatakan kabar gembira ini.
"Gama sudah menunggu sejam lebih" ucap Mama sedikit kesal.
"Ah benarkah ? Maafkan Om, tadi ada banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan" ucap Papa Hartono merasa bersalah.
"Tidak masalah Om. Sebenarnya kedatangan Gama kesini ingin menyampaikan kabar baik tentang Ayana" ucap Gama tak sabar melihat reaksi kedua orang tua Ayana.
Mendengar nama putrinya disebut membuat Papa Hartono terkejut.
"A-ayana ?" beonya dengan bibir yang bergetar.
"Iya Om, jadi Gama sudah tahu dimana Ayana berada" jawab Gama.
"Dimana ? Dimana putri dan cucu Om berada ?" Tanyanya tidak sabar ingin menjemput putrinya.
"Ayana ada di Surabaya. Saat ini Ayana membuka usaha disana, kehidupannya bisa dibilang baik-baik saja. Tapi untuk sementara kita tidak bisa kesana" jelas Gama.
"Kenapa tidak bisa ? Bukannya kamu sudah menemukannya ? Kita tidak bisa membiarkan Ayana hilang lagi !" tanya Papa Hartono bingung.
"Justru Ayana akan kabur lagi jika kita menjemputnya. Akan lebih sulit membawa Ayana kembali jika kita menjemputnya dengan paksa"
"Lalu apa yang harus kita lakukan ?" celetuk Mama Lisa bertanya pada Gama.
"Gama sudah mengatur rencana. Kebetulan Ayana sangat dekat dengan keluarga Lucas, selama ini Ayana sudah dianggap keluarga oleh mereka. Jadi mereka akan membantu kita membawa Ayana kemari, kita hanya perlu mempersiapkan tempat pertemuan" Jelas Gama.
Kedua orang tua dan Omah Ayana mengangguk paham.
"Gama punya satu berita lagi, ternyata beberapa tahun lalu sebelum Nenek saya ditemukan mereka sempat tinggal bersama. Bahkan Ayana melahirkan di rumah Nenek saya. Bahkan saat orang tua saya menjemput Nenek Rukmini di Surabaya, Ayana mengetahuinya" jelas Gama.
"Benarkah ?" tanya Papa Hartono.
Gama mengangguk sebagai jawaban. Ia juga tidak menyangka jika Ayana orang pertama yang menemukan Neneknya. Bahkan ia merasa bersyukur karena Nenek Rukmini yang membantu anaknya lahir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩
Author : Kaka Shan
Judul : Un Familir Brother