Young Mommy

Young Mommy
Part 103



...🍃Happy Reading🍃...


Beberapa hari kemudian, Ayana dan Gama sudah berangkat honeymoon. Negara tujuannya adalah negeri ginseng. Ayana sangat senang karena Mama Lisa dan Bunda Mila tahu tempat yang ingin ia kunjungi.


Mereka baru saja tiba di hotel. Tempat mereka menginap tidak jauh dari Little Guide Namsan Tower.


"Sayang, kamu istirahat saja ! Biar aku yang menyusun pakaian kita" ucap Gama.


"Tidak perlu, ini tugasku. Jika kamu mau istirahat duluan silahkan saja" balas Ayana.


Gama mengambil alih pekerjaan Ayana, ia menyusun pakaian di lemari yang tersedia.


"Ini juga tugas suami, jadi biarkan aku yang melakukannya. Kamu pasti lelah setelah perjalanan panjang tadi" ucap Gama. Ia tidak ingin istrinya terlalu lelah, apalagi nanti malam ia berencana menggempur Ayana.


"Baiklah. Terima kasih banyak suamiku" ucap Ayana pasrah. Wanita itu mencium bibir suaminya sebelum melempar tubuhnya di atas ranjang yang empuk.


Gama tersenyum saat mendapatkan kecupan singkat dari istrinya.


Setelah semuanya selesai, Gama ikut berbaring di samping istrinya. Ia memeluk tubuh Ayana dan mencium pucuk kepalanya dalam-dalam.


"By, nanti malam kita jalan-jalan ya !" pinta Ayana. Ia tidak sabar melihat pemandangan malam dari atas Namsan Tower. Pasti suasananya sangat romantis, apalagi ia pergi dengan suaminya yang sangat ia cintai.


"Tidak sayang ! Nanti malam kita ada projek" jawab Gama menolak ajakan istrinya.


Sontak Ayana menjauhkan tubuhnya dari dekapan suaminya. Ia menatap wajah Gama dengan ekspresi bingung.


"Projek apa ?" tanyanya.


"Projek bikin baby" jawab Gama.


Seketika wajah bingung Ayana berubah menjadi kesal, "Tidak, malam ini kita jalan-jalan !" kekeh Ayana.


"Loh mana bisa begitu sayang, tujuan kita kesini untuk honeymoon bukan untuk healing" balas Gama.


"Honeymoon bukan berarti tidak jalan-jalan By"


"Tapi inti dari honeymoon adalah mengerjakan projek pembuatan bayi. Jadi nanti malam kita mulai proyeknya agar tidak gagal" ujar Gama.


"Itu sih maunya kamu" kesal Ayana, "pokoknya aku nggak mau tahu, nanti malam kita akan jalan-jalan !" tegas Ayana.


Wanita itu mengubah posisinya menjadi memunggungi Gama. Ia merajuk karena Gama tidak ingin menuruti kemauannya.


Gama menghela nafas dengan berat, dengan penuh keterpaksaan ia harus menunda projek pembuatan bayinya. Demi wanitanya agar tidak merajuk.


"Baiklah, tapi hanya malam ini ya sayang. Selebihnya kita fokus buat adik untuk Zayyan"


Gama memeluk tubuh Ayana dari belakang. Wanita itu tersenyum puas karena Gama mau menuruti kemauannya.


"Kalau begitu kita tidur dulu agar nanti malam kita jalan-jalannya" ujar Gama.


Mereka berdua pun tertidur pulas karena kelelahan setelah perjalanan panjang yang mereka tempuh.


Malam harinya, sesuai dengan janji Gama. Ia akan menemani Ayana jalan-jalan. Kali ini ia membiarkan istrinya itu jalan-jalan hingga puas. Tapi malam-malam selanjutnya ia akan membuat Ayana tidak bisa berjalan.


"Ayo By !" ajak Ayana saat ia sudah siap.


Mereka keluar dari hotel dengan tangan yang bergandengan.


"Sayang, kita jalan kaki saja !" pinta Ayana.


"Tidak bisa ! Nanti kami kelelahan sayang" tolak Gama.


"Tapi aku maunya jalan kaki. Pasti sangat seru kita jalan berduaan sambil bergandengan tangan menuju Namsan Tower. Nanti disana kita bisa memasang gembok cinta" ucap Ayana dengan wajah berbinar.


Melihat ekspresi wajah istrinya yang imut membuat Gama tidak bisa menolak.


"Baiklah, tapi saat pulang nanti kita naik bus" ucap Gama.


Ayana mengangguk semangat. Gama kemudian membuka Google Maps agar bisa memilih rute yang paling cepat.


Sepanjang perjalanan, Ayana dan Gama saling bercanda. Tangan mereka saling menggenggam, sedetik pun mereka tidak melepaskan genggaman tangan mereka.


"Benar katamu, malam ini kita berkencan layaknya remaja. Tapi besok malam kita harus fokus dengan projek kita !" Balas Gama.


Seketika wajah bahagia Ayana berbuah menjadi wajah kesal, "bisa tidak kamu nggak bahas masalah projek itu ! Malam ini tuh kita kencan, mana ada remaja yang kencan membahas masalah pembuatan bayi ?"


Kali ini giliran Gama yang terkekeh mendengar Omelan istrinya.


"Wah, cantik sekali" ucap Ayana kala melihat Namsan Tower dari jarak yang kurang lebih seratus meter.


"Cantikan juga kamu" puji Gama yang membuat wajah Ayana bersemu merah.


Sebelum mereka menaiki anak tangga, mereka membeli sepasang gembok yang akan mereka tempel di pagar pembatas.


Saat mereka tiba di atas, Ayana dan Gama begitu takjub melihat pemandangan dari atas. Ia bisa melihat cantiknya kota Seoul saat malam hari.


"Cantiknya" puji Ayana lagi, "sayang ambil foto yuk !" Pinta Ayana.


Gama hanya bisa menurut dengan permintaan istrinya. Sementara Ayana sangat senang bisa berfoto-foto ria di tempat yang dari dulu ia idam-idamkan.


Puas berfoto ria, Ayana meminta gembok yang ia beli tadi. "Mana gemboknya ?"


Gama mengambil sepasang gembok tersebut dari sakunya. Ia kemudian menyerahkan gembok itu pada Ayana.


"Kamu tulis nama kamu disini !" pinta Ayana, "aku akan tulis namaku disini" lanjutnya.


Keduanya berbagi spidol untuk menulis nama mereka di gembok. Ayana lalu memasang kedua gembok itu.


"Sekarang kita lempar kuncinya ke bawah !" pinta Ayana.


Gama lagi-lagi menurut pada istrinya, ia dan Ayana melempar kunci itu ke bawah.


"Sebenarnya tujuan gembok ini apa asih ?" Tanya Gama.


"Ini untuk seru-seruan saja. Tapi orang-orang banyak yang percaya jika kita menulis nama kita dan nama pasangan kita di gembok ini lalu menguncinya, maka cinta kita akan langgeng dan abadi" jawab Ayana.


Gama menganggukkan kepalanya, "selesai ini kita kemana ?" tanya Gama.


"Keliling cari jajan !" ucap Ayana.


"Kalau begitu kita turun yuk !"


Mereka pun akhirnya turun setelah puas bersenang-senang di atas Namsan Tower.


Lagi-lagi Ayana sangat senang bisa makan makanan khas Korea langsung di negaranya.


"Sudah puas ?" tanya Gama. Mereka sudah mencicipi hampir semua macam jajanan Korea yang ada pinggir jalan.


"Sudah" jawab Ayana tersenyum lebar.


"Kalau begitu kita pulang dan istirahat !"


Ayana mengangguk sebagai jawaban. Mereka tidak jadi naik bus saat pulang karena jarak menuju hotel sudah sangat dekat.


Tiba di hotel mereka membersihkan tubuh mereka dan ganti baju. Usai itu, mereka berbaring di atas tempat tidur.


"Kamu capek ?" tanya Gama.


Ayana menganggukkan kepalanya dengan malu. Setelah bersih keras untuk jalan kaki, kini kaki Ayana terasa pegal.


Gama mengubah posisinya menjadi duduk. "Kemarikan kakimu !" pintanya.


Ayana lalu menaruh kakinya di atas paha suaminya. Tangan Gama mulai memijit pelan betis Ayana.


Ayana memejamkan matanya saat merasakan nikmatnya pijitan suaminya. Tiba-tiba rasa kantuk menyerang matanya. Dalam waktu singkat, Ayana sudah terlelap.


Gama yang menyadari istrinya sudah tertidur akhirnya mengakhiri pijitannya. Ia meletakkan kaki Ayana di kasur dengan pelan. Setelah itu ia ikut berbaring. Sebelum ikut tertidur, Gama memberikan kecupan di bibir istrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...