Young Mommy

Young Mommy
Part 27 -



...🍃Happy Reading🍃...


Tiga bulan kemudian, Ayana memutuskan untuk pindah ke kota bersama putranya dan sang Nenek. Setelah membujuk sang Nenek dengan berbagai cara, akhirnya sang Nenek setuju ikut dengan Ayana ke kota. Sementara rumahnya Ayana titipkan pada seorang yang bisa di percaya di desa ini.


Mereka berjalan ke terminal untuk menunggu sebuah bis. Tak lama mareka mendapatkan bis yang sesuai dengan tujuan mereka.


Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka akhirnya tiba di terminal tempat mereka singgah. Ayana merasa bersyukur karena putranya sangat sabar sehingga tidak membuatnya kewalahan di perjalanan.


"Kita akan kemana ?" tanya sang Nenek saat mereka duduk di terminal.


"Untuk sementara kita cari kontrakan di dekat sini dulu Nek, Ayana akan cari kerjaan untuk biaya kita agar bisa ke kota" ucap Ayana.


"Bagaimana cara kita mencari kontrakan Nak ?" tanya sang Nenek.


"Ayana akan coba bertanya-tanya pada warga sekitar sini"


Ayana lalu mulai bertanya pada orang-orang sekitarnya yang tahu rumah kontrakan atau kos-kosan disekitar sini.


"Ada Mbak, tapi Mbak harus masuk gang kecil itu, sekitar tiga kilo dari sini Mbak akan ketemu sama rumah susun. Nah disini banyak tempat yang dikontrakkan"


Ayana mengangguk paham dengan penjelasan bapak-bapak tersebut, "Terima kasih Pak" ucapnya tulus.


"Sama-sama Mbak" balas bapak-bapak tersebut.


Ayana lalu menghampiri sang Nenek dan mengatakan jika ia sudah mendapatkan tempat tinggal. Mereka lalu berjalan menyusuri gang kecil tersebut hingga tempat yang ia cara telah berada di depan mata mereka.


Ayana lalu bertanya pada orang-orang sekitar cara mengontrak di rumah susun itu. Untungnya seorang pemuda yang baik hati mau membantu Ayana memesan sebuah rusun untuk Ayana.


"Terima kasih Mas" ucap Ayana tersenyum pada pria itu.


Seketika pria tersebut terpana melihat wajah cantik Ayana saat tersenyum.


"Ah... Iya, sama-sama" jawab pria itu terbata.


"Kalau begitu saya masuk dulu ya" pamit Ayana.


"Tunggu ! Kita belum berkenalan"


Ayana mengerutkan keningnya dan menatap pria itu.


"Perkenalkan, nama saya Fabio" pria itu mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Ayana.


"Ayana" balas Ayana, "kalau begitu saya ijin masuk ya"


"Ah... Silahkan !"


Setelah Ayana masuk dan menutup pintu, pria itu pun meninggalkan rusun Ayana dengan senyum yang merekah.


Esok harinya Ayana mulai mencari pekerjaan yang sekiranya cocok dengan ijazah SMP. Untungnya ada sebuah warung makan yang mencari seorang karyawan. Meskipun gajinya terbilang masih sedikit, tapi bagi Ayana itu sudah cukup untuk menghidupinya dengan keluarga kecilnya.


Saat bekerja, Zayyan akan dijaga oleh sang Nenek. Ayana masuk kerja dari jam 7 pagi hingga jam 8 malam. Setiap siang hari, Ayana akan pulang ke rumahnya untuk menengok Zayyan dan sang Nenek.


Dan lagi-lagi Ayana merasa bersyukur karena pemilik warung mengerti kondisi Ayana sehingga berbaik hati mengijinkan Ayana pulang untuk mengecek putranya.


Tiga bulan berlalu, Ayana mulai mempunyai modal untuk membuka usaha. Tapi ia bingung mau membuka usaha apa ?


"Kok melamun Neng, nanti kesambet setan loh" goda Fabio.


Ayana tersenyum melihat kedatangan pria itu. Selama tinggal disini pria itu selalu memberikan bantuan untuknya.


"Lagi mikirin bagusnya buka usaha apa ya ?"


"Kamu punya skill apa memang ?"


"Nggak ada" jawab Ayana disertai cengiran yang menampilkan deretan giginya seperti kuda.


"Coba kamu cari tahu apa skill kamu ! Kamu bisa belajar memasak, belajar bikin kue atau cari sesuatu yang bisa kamu lakukan !" saran Fabio.


Ayana terdiam mencoba memikirkan saran Fabio. Sepertinya memang dirinya harus tahu apa skillnya dulu baru memulia usaha kecil-kecilan.


🍃


"Bunda coba jelaskan apa maksud dari ini ?" tanya sang suami menyodorkan sebuah bukti pengeluaran cek senilai 100 juta, sepuluh tahun yang lalu.


"I-ini..." sang istri tidak bisa menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut suaminya.


"Ini apa ?" Teriak sang suami emosi.


"Ini cek yang Bunda berikan pada Ibu saat ia meminta tinggal kembali di rumah ini" jelas sang istri menunduk.


Sang istri yang tahu kesalahannya kini hanya bisa menangis dan meminta permohonan maafnya diterima oleh suaminya.


"Maafkan Bunda, Yah !"


"Bunda tahu jika sifat Bunda sangat keterlaluan ?"


"Bunda tahu Yah, maka dari itu Bunda meminta maaf atas kesalahan Bunda. Bunda juga selama ini dihantui rasa bersalah dan berdosa pada Ibu setelah Bunda mengusirnya. Bahkan Bunda pernah mencoba mencari keberadaan Ibu, tapi Bunda tidak bisa karena Ibu hilang bagaikan ditelan bumi" jelas sang istri sambil terisak.


"Kenapa Bunda tidak berkata jujur dan meminta bantuan Ayah ?"


"Bunda takut Ayah marah dengan Bunda"


"Dan itu memang pantas untuk istri seperti dirimu" ketus sang suami.


Sang istri terus terisak sambil memeluk kaki suaminya. Ia benar-benar menyesal telah bersikap kejam dengan mertuanya.


🍃


Beberapa pekan ini Ayana sibuk belajar bikin kue dan roti. Ia akan membuat Bakery. Ayana akan memulai usaha kecil-kecilan ini dua Minggu lagi. Tapi sebelumnya Ayana harus mendapatkan tempat tinggal baru.


"Coba dulu Nek, Fabio !" ucapnya setelah menyelesaikan bolu gulung dan croissant buatannya.


Sang Nenek dan Fabio dengan senang hati menjadi food tester. Sementara Ayana menatap raut wajah keduanya saat makanan buatannya masuk ke dalam mulut mereka.


"Gimana, enak ?" tanyanya tidak sabar mendengarkan pujian mereka.


Sang Nenek dan Fabio saling pandang lalu menatap Ayana. Sementara Ayana menatap mereka penuh harap.


"Tidak" jawab Fabio yang berhasil membuatnya mendapatkan cubitan dari sang Nenek.


"Kau ini..."


Fabio tersenyum lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Benar tidak enak ?" tanya Ayana kecewa.


"Ah... Tidak, aku hanya bercanda... Semua makanan yang kamu buat selalu enak" jawab Fabio membuat Ayana berbinar.


"Benarkah ?"


Fabio dan sang Nenek mengangguk. Ayana lalu mencoba kue buatannya dan benar saja, kue buatannya memang terasa enak, ya walaupun masih ada yang terasa kurang tapi hasilnya cukup memuaskan untuk pemula seperti Ayana.


"Sepertinya kamu memang cocok buka usaha bakery saja" ucap Fabio.


Ayana tersenyum puas. Memang itu yang ia inginkan. Tapi Ayana bingung akan buka usaha dimana.


"Tapi aku masih bingung mau bikin usaha dimana ?"


"Bagaimana kalau kamu ikut aku ke Surabaya saja ! Kebetulan pekan depan aku akan pulang ke Surabaya" tawar Fabio.


Ayana tampak berpikir, sebenarnya ia tidak ingin pergi terlalu jauh karena memiliki tujuan untuk mempertemukan sang Nenek dengan keluarganya.


"Berikan aku waktu untuk berpikir !" pinta Ayana.


"Siap ibu bos" jawab Fabio membuat Ayana tersenyum.


Mereka melanjutkan menikmati kue buatan Ayana sambil bercengkrama. Tak lama kemudian terdengar suara bayi menangis membuat Ayana segera menghampiri bayinya.


"Oh sayang, anak Mama lapar ya ?" tanya sambil menggendong Zayyan.


Ayana lalu mengganti popok bayinya, setelah itu ia menyuapi Zayyan dengan makanan khusus bayi. Karena Zayyan sudah mulai makanan, tubuhnya semakin hari semakin berisi. Bayi laki-laki itu tampak menggemaskan dengan tubuh yang bulat serta pipi yang gembul.


Selesai makan, Zayyan kemudian diambil alih oleh Fabio. Pemuda itu memang sudah dekat dengan Zayyan.


"Haiii ponakan Uncle yang sangat tampan, sekarang udah kenyang ya ?"


Fabio mengajak Zayyan berbicara, bahkan sesekali Fabio mencium pipi gembul Zayyan sehingga membuat bayi mungil itu tertawa karena merasa geli. Puas bermain dengan Zayyan, Fabio pun pamit pulang ke kontrakannya.


"Jangan lupa pikirkan baik-baik tawaranku !" pesan Fabio sebelum meninggalkan rumah Ayana.


"Baik" jawab Ayana tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Komen dong sayang-sayangku 😚🤸