
...🍃Happy Reading🍃...
Sejak saat itu Ayana sudah tidak pernah berhubungan lagi dengan Nenek Rukmini. Ia menjalani kehidupannya dengan tenang tanpa takut terusik keluarga dari Gama. Meskipun begitu, Ayana tidak bisa pungkiri jika dirinya merasa rindu dengan Nenek Rukmini.
4 tahun berlalu, kini usia Zayyan memasuki usia 4,8 tahun. Putra Ayana tumbuh menjadi anak pintar, meski usianya masi terbilang dini tapi cara bicaranya sudah sangat fasih. Di umur yang hampir memasuki usia 5 tahun tak jarang Zayyan menanyakan tentang keberadaan Papanya. Terkadang Ayana merasa bosan membohongi putranya jika Papanya sedang bekerja di tempat yang jauh sehingga tidak bisa menemui mereka. Hal yang membuat Ayana juga merasa sedih karena putranya tumbuh tanpa kasih sayang dari Papanya, terkadang putranya kembali menceritakan keseharian temannya yang bermain dengan Papa dan Mamanya. Hal yang membuat Ayana yakin jika anaknya pasti ingin mendapatkan kasih sayang dari Papanya sama seperti temannya tersebut.
Selama 4 tahun ini, usaha Ayana semakin sukses. Kini ia memiliki tempat usaha sendiri bahkan sudah memiliki rumah sederhana. Toko Bakery miliknya juga memiliki 6 karyawan.
Semua kesuksesannya tidak luput dari bantuan dan dukungan keluarga Fabio. Pria yang selama empat tahun lebih menemaninya menjalani hidup baru di kota ini. Hanya keluarga Fabio yang kini menjadi orang terdekatnya. Ayana sudah tidak merasa sungkan meminta bantuan pada mereka karena hubungan mereka sangat dekat.
Hari ini suasana 'AZ Bakery' cukup ramai karena akhir pekan. Memang toko Bakery milik Ayana ini akan ramai saat akhir pekan dibandingkan hari kerja.
Meskipun Ayana sudah memiliki karyawan, tapi ia tetap turun tangan untuk membuat beberapa menu di toko miliknya. Ia hanya akan libur jika putranya merengek untuk diajak jalan-jalan.
Sedang sibuk membuat adonan roti, tiba-tiba Ayana dibuat terkejut kala Zayyan menarik bajunya.
"Mama, temani Zayyan main !" pinta Zayyan.
"Tunggu sebentar sayang ! Mama selesaikan ini dulu, setelah itu kita main sama-sama" jawab Ayana lembut.
"Nggak mau, Mama harus temani Zayyan sekarang !" Rengek Zayyan.
Mau tidak mau Ayana menuruti permintaan putranya. Ia melepas apron yang melekat di tubuhnya.
"Tolong lanjutkan Mia !" pintanya pada salah satu karyawannya ya g bertugas di tempat pemanggangan.
"Baik Mbak" jawab Mia.
Ayana segera meninggalkan dapur dan masuk ke dalam ruangan khusus miliknya. Ia menemani Zayyan bermain lego dan mobil-mobilan.
Setelah puas bermain, Zayyan meminta sang Mama untuk membawanya makan siang. Ayana melihat jam yang sudah memasuki jam 12 siang. Akhirnya Ayana membawa Zayyan ke salah satu restoran yang dekat dari tokonya.
"Mau makan apa ?" tanya Ayana pada Zayyan.
"Mau makan ayam kentucky dan minumnya jus jeruk, Ma" jawab Zayyan.
Ayana lalu memesankan makanan untuk Zayyan dan dirinya. Mereka menunggu cukup lama karena restorannya cukup ramai.
Di sebuah meja lain, seorang pria sedang makan siang bersama beberapa temannya. Dia adalah Gala.
Gala sudah tinggal di Bandung selama tiga pekan. Ia datang ke Bandung untuk melakukan magang atau biasa disebut KKN. Gala tidak sendirian karena kedua sahabatnya juga ikut dengannya, bahkan ada tiga teman kuliah mereka yang satu tempat magang dengannya.
Dari jarak tiga meter Gala dapat melihat Ayana. Tadinya ia tidak yakin jika wanita itu adalah Ayana karena perubahan penampilan Ayana terlihat lebih dewasa. Tapi saat melihat anak kecil yang duduk bersamanya membuat Gala yakin jika wanita itu Ayana. Ia dapat mengenali wajah ponakannya yang sangat mirip dengan wajah sang kaka saat kecil.
Gala sebenarnya ingin menghampiri wanita itu, tapi ia kembali berpikir untuk mencoba menahan diri. Ia tidak boleh gegabah untuk menemu Ayana, ia tidak mau kehilangan jejak wanita itu lagi.
'Akhinya aku mendapatkan kalian' ucap bantinnya senang.
Selesai makan, mereka ingin kembali ke kos-kosan mereka, tapi Gala meminta teman-temannya duluan.
"Kamu ada urusan apa Gal ?" tanya Tio.
"Ada deh, kalian juga pulang sana ! Nanti aku nyusul" jawab Gala. Ia tidak ingin kedua sahabatnya tahu jika Ayana ada disini, bisa-bisa mereka heboh.
"Nyari cewek ya Gal ? Emang udah move on sama Ayana ?" tanya Lerry.
"Ckk... Kalian bawel sekali, sana pergi ! Ganggu orang aja" kesal Gala.
"Yee, kepo dikit nggak apa-apa kali" sewot Tio.
"Udah sana pergi ! Dasar bacot" ucap Gala mengusir kedua sahabatnya.
Mau tidak mau mereka menuruti perintah Gala. Kini tinggal Gala yang menatap Ayana sedang makan bersama Zayyan.
"Cih, enak sekali pria itu mempunyai anak dari Ayana dengan wajah yang sama persis. Aku yakin jika kak Gama bertemu dengan putranya bisa langsung mengenalinya" ucap Gala.
Meskipun ia merasa marah pada kakaknya yang tidak bertanggung jawab pada Ayana, Gala juga merasa sedih melihat Gama yang tidak hentinya mencari keberadaan Ayana.
"Apakah saat kak Gama datang kamu masih mau menerima pertanggung jawabannya meskipun sudah telat ? Atau masih ada kesempatan untuk pria lain termasuk diriku untuk menjadi pendampingnmu ?" lanjutnya bermonolog.
Gala melihat Ayana memanggil waiters, sepertinya wanita itu sudah selesai makan. Gala bersiap-siap mengikuti kemana perginya Ayana.
Saat Ayana keluar dari restoran, Gala ikut keluar. Ia berjalan pelan di belakang Ayana. Saat wanita itu masuk mobilnya, Gala juga cepat-cepat menyalakan mesin mobilnya. Ia mulai mengikuti mobil Ayana.
Tak lama ia melihat mobil Ayana singgah di toko Bakery. Gala tidak turun dari mobilnya karena mengira Ayana hanya singgah membeli kue. Tapi satu jam berlalu Gala mulai resah karena Ayana tak kunjung keluar. Mobil wanita itu masih terparkir cantik di depan toko. Akhirnya Gala berinisiatif turun, tak lupa ia menggunakan masker dan kacamata hitam.
"Maaf Tuan, ada yang bisa kami bantu ? Apa Tuan sedang mencari kue ?" tanya wanita mudah tersebut.
"Akh... I-iya" jawabnya terbata.
"Tuan bisa melihat beberapa menu kami di etalase yang ini ! Adan banyak menu baru di toko kami" jelas wanita itu.
Akhirnya Gala merubah tujuannya yang tadinya ingin mencari Ayana kini mencari kue. Ia mencoba memilih beberapa kue yang membuatnya tergiur. Setelah memesan kue, Gala menunggu pesanannya. Sesekali ia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Ayana.
Tak lama pesannya selesai di packing, Gala lalu membayarnya di kasir setelah itu berniat pulang karena tidak mendapati Ayana. Tapi saat Gala memutar tubuhnya ia tidak sengaja menabrak anak kecil sehingga nak kecil tersebut terjatuh.
"Ya ampun, maaf dek" ucapnya merasa bersalah.
Anak kecil tersebut tersenyum, "tidak masalah Om, Zayyan anak yang kuat kok" jawabnya.
*Deg*. Seketika jantung Gala berdetak hebat kala melihat anak kecil yang ia tabrak. Secara spontan tangannya terulur mengelus lembut kepala Zayyan.
"Wajah kalian sangat mirip" ucapnya lirih.
"Apa Om ? Om bicara sesuatu ?" tanya Zayyan pada Gala.
"Akh... Tidak, Om hanya mengatakan jika kamu sangat tampan" ucap Gala sedikit terbata.
"Wajah Zayyan memang tampan" ucap Zayyan percaya diri membuat Gala sedikit terkekeh.
Tak lama terdengar suara yang memanggil nama Zayyan. Suara yang sangat dikenal oleh Gala. Seketika jantungnya semakin berdetak kencang saat mendengar teriakan lembut dari Ayana.
"Zayyan... Kamu dimana Nak ?"
"Ma, Zayyan disini !" teriak Zayyan memanggil Ayana.
Ayana segera mendekati putranya yang sedang berjongkok dengan pria asing.
"Kamu sedang apa disitu ?" tanya Ayana.
"Tadi Zayyan terjatuh karena lari, Ma" jawab Zayyan cengengesan.
"Ya ampun, berapa kali Mama bilang jangan main lari-lari disini ! Nanti Zayyan membuat pelanggan Mama merasa terganggu, jika ingin bermain di ruangan Mama saja !" tegur Ayana.
Ayana lalu menarik putranya untuk berdiri. Seketika Gala dapat melihat wajah wanita itu dalam jarak yang sangat dekat.
'Kamu masih cantik seperti dulu' puji batin Gala.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*Maaf sedikit info untuk para Readers tersayang Sa ❤️ untuk kalian yang suka bom like karya ini tapi tidak membaca karya Sa, Sa minta tolong dihentikan ! itu sama saja tidak menghargai karya seseorang.
Sa sedih loh lihat notifikasi like beberapa orang yang hanya dalam waktu semenit tapi bisa like 5-6 Bab 🤧
Sebenarnya sebagai penulis Sa merasa tidak di hargai karena tulisan Sa tidak dibaca 🥲 Sa bukannya tidak senang jika kalian berikan Like, tapi itu hanya sebagai bonus jika kalian suka cerita ini. Nah sementara beberapa orang hanya meninggalkan jempol padahal sebenarnya tidak membaca karya ini🥲 ini bukan status FB loh say 😏
Jika kalian memang tidak tertarik dengan Novel ini, sebaiknya diskip saja sayang 😌
SEKIAN DAN TERIMA KASIH 🙏*
.
.
.
UDAH SELESAI CURHATNYA, JADI LANJUT PROMOSI 😁
🍃
Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩
Author : Hilmiat
Judul : Anyelir