Young Mommy

Young Mommy
Part 112



...🍃Happy Reading🍃...


"Dok, sepertinya sudah masuk pembukaan sepuluh" ucap perawat itu.


"Dok... Sepertinya anakku ingin keluar" teriak Dira yang tidak tahan lagi untuk mengejan.


"Eeeuggg..."


"Pinggangnya jangan diangkat Bu !" pinta sang Dokter, "Ibu ambil nafas dan tahan, kencangkan otot perut Ibu dan mengejan !" Instruksi sang Dokter.


Dira mengikuti arahan Dokter Delina, sebisa mungkin ia tidak mengangkat pinggangnya.


"Ya, lakukan lagi Bu !"


"Eeuuugghhh... Sa-kit Dok..." Jerit Dira.


"Tahan Ibu, kepala bayinya sudah mulai terlihat ! Sedikit lagi bayinya keluar" ujar sang Dokter.


Dira kembali menarik nafas dan menahannya, setelah itu ia kembali mengejan. "Eeeeuuugghhhhh...."


Kepala bayi itu keluar dengan sempurna. Dokter Delina segera menarik bayi itu dengan pelan.


"Anaknya cowok" ucap Dokter Delina.


Dira memejamkan matanya dan mengatur nafasnya.


Mendengar tangisan bayinya membuat Dira sedih dan terharu.


Ia sedih karena bayinya lahir tanpa tahu siapa ayah kandungnya.


Ia senang karena bayinya lahir dengan selamat.


"Sus, letakkan bayinya di atas perut ibunya dulu !"


Suster itu kemudian meletakkan bayi Dira di atas perutnya dengan posisi tengkurap.


Dira membuka matanya dan melihat wajah bayinya, air matanya tidak bisa berhenti keluar.


"Jagoannya Ibu, tumbuh jadi anak yang baik dan berbakti ya" ucapnya.


Usai memotong tali pusarnya, bayi itu kemudian ditimbang dan diukur panjang badannya. Setelah itu bayi Dira dibersihkan.


*


Dokter Delina keluar dari ruangan bersalin, seketika semua orang mengelilinginya.


"Bagaiman keadaan putri dan cucu saya Dok ?" tanya Ibu Shita.


"Keadaan mereka sangat baik. Ibu Dira melahirkan dengan selamat dengan bayi yang berjenis kelamin laki-laki" jelas sang Dokter.


Semuanya bernafas lega ketika mengetahui Dira dan bayinya selamat.


"Nanti pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat inap. Kalau begitu saya permisi" lanjut Dokter Delina.


"Baik Dok, terima kasih banyak" balas Ibu Shita.


"Sama-sama" balas Dokter Delina dengan ramah.


Aaron dan Ibu Shita masuk ke ruang bersalin. Terlihat Dira sedang berusaha memberikan asi pada putranya.


Melihat hal itu membuat Aaron mengurungkan niatnya untuk menemui Dira.


"Ibu saja yang masuk ! Nanti aku nyusul" ucap Aaron.


Ibu Shita mengangguk, ia kemudian berjalan mendekati Dira.


"Selamat ya sayang atas kelahiran putramu" ucap Ibu Shita.


"Ibu... Terima kasih, sekarang Ibu punya dua cucu yang tampan" ucap Dira walau masih terdengar lemah.


"Apa Ibu mau menggendongnya ?" tanya Dira.


"Tentu saja" jawab Ibu Shita senang.


Ibu Shita kemudian menggendong bayi Dira, "gantengnya cucu Omah" ucapnya.


Dira tersenyum bahagia melihat Ibu Shita sangat menyayangi putranya, 'jika saja itu Mama, pasti aku sangat bahagia' batinnya.


Tak lama dua perawat masuk menghampiri mereka.


"Kami akan memindahkan Ibu ke ruang inap ya" ucap perawat itu, "Bayinya biar kami bawa dulu ke ruang bayi" lanjutnya.


"Baik Sus" jawab Ibu Shita.


Salah satu perawat membantu Dira turun dari brankar, sementara yang satunya membawa bayinya ke ruang bayi.


🍃


Tidak jauh berbeda dengan Dira yang saat ini berbahagia.


Mona juga bahagia karena akhirnya Angga sadar.


Saat ini Mona dan kedua orang tua Angga menunggu di luar ruangan.


Angga sedang dalam pemeriksaan Dokter.


Tak lama Dokter tersebut keluar dari ruang ICU.


Seketika mereka mendekati Dokter itu karena penasaran dengan hasil pemeriksaannya.


"Syukurlah, pasien sudah sadar. Luka di bagian otaknya berangsur pulih. Namun, seperti yang saya katakan beberapa hari yang lalu jika pasien akan mengalami Amnesia" jelas sang Dokter.


Mona tersenyum getir mendengar penjelasan sang Dokter.


"Apa putra saya mengalami Amnesia total Dok ?" tanya Ayahnya Angga.


"Saya belum bisa memastikan apakah pasien mengalami Amnesia total atau hanya sementara. Kami akan melakukan pemeriksaan ulang besok pagi" jelas sang Dokter.


"Baik Dok, terima kasih atas penjelasannya" balas Ayahnya Angga.


"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi"


Setelah Dokter itu pergi, Ibu Angga masuk menemui putranya.


Sementara Mona dan Ayah Angga masih berada di luar.


"Masuklah Nak !" Perintah Ayah Angga.


Mona mengangguk, kaki wanita itu kemudian melangkah pelan masuk ruang ICU.


Ia melihat calon Ibu mertuanya sedang memeluk Angga yang masih terbaring lemah sambil terisak.


Mata Mona kembali memanas ketika melihat pemandangan itu.


"Terima kasih Nak telah kembali" ucap Ibu Angga.


Angga hanya terdiam. Selain karena ia masih lemah, Angga juga tentunya tidak mengigat siapa sosok wanita paruh baya yang memeluknya sambil terisak.


Mona semakin mendekatkan tubuhnya di brankar. Seketika Angga menatap wanita itu dengan tatapan datar.


Mona menghentikan langkahnya, ia merasakan sakit di hatinya saat melihat tatapan mata Angga.


Tidak ada lagi tatapan mata yang penuh cinta sama seperti dulu.


"Ka-lian si-apa ?" tanya Angga terbata dengan suara lemah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...