Young Mommy

Young Mommy
Part 102



...🍃Happy Reading🍃...


Ayana menganga kala mendengar penjelasan Mona. Ia tidak tahu jika calon suami sahabatnya itu ternyata mantan Casanova. Yang lebih membuat Ayana tercengang adalah Dira yang ternyata hamil anak dari Rangga.


"Lalu apa tanggapan Rangga ketika tahu Dira hamil anaknya ?" tanya Ayana.


"Ia begitu terkejut. Dia juga berniat untuk bertanggung jawab" jelas Mona, "tapi aku mengatakan jika dirinya sudah terlambat" lanjut Mona.


Kini mereka sama-sama terdiam. Ayana berpikir, ada bagusnya juga Rangga bertanggung jawab pada Dira, toh pernihakan Dira dan Aaron masih jalan di tempat, keduanya masih sama-sama belum memiliki rasa cinta sama sekali. Tapi Ayana tidak ingin terlalu ikut campur dengan urusan sahabatnya, ia juga takut Dira menolak pertanggungjawaban dari Rangga.


Cukup lama Ayana berada di ruangan ICU menemani Mona. Ayana menatap jam tangannya, ia teringat dengan Gama yang menunggu di luar ruangan.


"Mon, kalau begitu aku pamit pulang ya. Kasihan Gama dari tadi nunggu di luar" ucap Ayana.


"Iya, terima kasih banyak sudah datang kemari" balas Mona.


Keduanya saling berpelukan. "Aku doakan semoga semuanya bisa kembali membaik. Kamu harus yakin jika Angga adalah pria yang kuat ! Semuanya kepahitan ini akan berlalu, ada sebuah kebahagiaan yang menantikan kalian di masa depan" ucap Ayana mengelus lembut punggung sahabatnya.


"Iya, aku percaya Tuhan sudah mempersiapkan kebahagiaan untuk kami" balas Mona.


Mereka kemudian melerai pelukan mereka. Ayana keluar dari ruangan ICU. Ia melihat Gama sedang berbicara dengan seseorang.


"Lucas, kamu disini ?" tanya Ayana kala melihat pria yang bersama dengan suaminya adalah Lucas.


"Hm... Aku mengikuti kalian" jawab Lucas.


Ayana mengerutkan keningnya, untuk apa Lucas mengikuti mereka. Tanya batinnya.


"Aku melihat kejadian di toko buah tadi" lanjut Lucas, "apa kamu tidak apa-apa ?" tanya pria itu.


"Sudah tidak apa-apa" jawab Ayana.


"Oke, kalau begitu aku pamit pulang ya" ucap Lucas seraya berdiri.


"Iya, hati-hati" balas Gama.


Lucas meninggalkan Gama dan Ayana, sesuai dengan rencananya ia ingin menemui orang tua Shintia dan mengatakan jika wanita itu tengah mengandung anaknya.


Sepeninggalan Lucas, Ayana dan Gama juga pergi.


"Yank, Shintia hamil anak Lucas" ucap Gama singkat tapi mampu membuat Ayana terkejut.


"Apa ?" Pekik Ayana dengan mata yang membulat dengan sempurna.


Gama terkekeh melihat wajah istrinya yang sangat lucu saat terkejut, "Gemes" ucapnya sambil mencubit manja pipi istrinya.


"Kamu ingat tidak saat wanita itu membuat kekacauan di hari pernikahan kita ?" tanya Gama yang mendapat anggukan kepala dari Ayana, "Saat itu Lucas memberikan hukuman wanita itu dengan cara menidurinya" lanjut Gama.


"Benarkah ? Wah, Lucas benar-benar gila" umpat Ayana pada Lucas.


"Ya dia memang gila, padahal masih banyak cara lain untuk memberikan pelajaran pada wanita itu. Tapi ia memilih cara ajaib" balas Gama.


"Mana ada itu cara ajaib. Itu sama saja menghancurkan harga diri Shintia. Meskipun wanita itu jahat tapi tidak seharusnya dia perlakuan seperti itu oleh Lucas" ujar Ayana, kali ini ia sedikit kecewa dengan Lucas.


"Tapi wanita itu juga melukai harga diri kamu sayang, bahkan dia tega mengatakan jika anak kita anak haram" balas Gama.


"Iya sih, tapi nggak dengan cara itu juga memberikan hukuman pada Shintia"


"Lucas melakukan hal itu agar wanita itu jera"


"Tapi lihat saja ! Wanita itu tetap menggangguku"


"Sudahlah sayang, kita jangan bahas mereka. Biarkan Lucas mengatasi urusan mereka" ucap Gama menyudahi percakapannya dengan Ayana.


Beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di rumah. Gama dan Ayana masuk ke dalam kamar mereka. Ayana menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Usai ganti baju, mereka keluar dan ikut bergabung dengan keluarga mereka di ruang tengah.


"Papa... Mama..." Teriak Zayyan menghampiri orang tuanya.


"Papa, kepala Zayyan pusing" teriak Zayyan di sela tawanya.


Gama menghentikan aksinya, ia kemudian duduk di samping Ayana sambil memangku putranya.


Kedua orang tua mereka dan juga Omah marasa senang, kini Ayana dan Gama sudah bahagia.


"Gama... Ayana... Kami ada hadiah untuk kalian" ucap Mama Lisa.


"Ini, besok lusa kalian berangkat honeymoon !" sambung Bunda Mila seraya memberikan dua tiket pesawat untuk mereka.


Ayana dan Gama saling bertatapan. Gama lalu menggapai tiket tersebut.


"Tapi kita kan baru saja berduka, masa kami secepat itu pergi honeymoon" ucap Ayana.


"Kan sudah Ayah bilang, jangan larut dalam kesedihan ! Pergilah berbulan madu ! Nenek kalian pasti senang jika kalian pulang membawa calon adik untuk Zayyan" ucap Ayah Budianto.


Akhirnya Ayana dan Gama setuju. Walaupun mereka merasa masih berat untuk pergi liburan saat kepergian sang Nenek baru beberapa hari.


🍃


Sore ini, Fabio baru saja pulang dari kantor. Pria itu berjalan masuk rumah mencari kedua orang tuanya, namun sayangnya ia tidak menemukan Ayah dan Ibunya.


"Kemana mereka ?" tanyanya. Akhirnya Fabio berjalan ke pintu belakang, biasanya orang tuanya duduk di taman sambil bercerita.


Namun, yang didapati Fabio adalah Dira yang sedang sibuk menyiram tanaman. Ia memperhatikan wanita hamil itu cukup lama. Fabio juga mendengar suara nyanyian dari wanita hamil itu, Fabio tidak menyangka jika suara Dira ternyata sangat merdu ketika bernyanyi.


Untuk sejenak Fabio berdiri dan menikmati suara Dira yang menyanyikan lagu dari Ziva Magnolya.


Jangan dipaksa...


Bila semua telah berbeda...


Untuk apa pertahankan...


Jika kita tak sejalan...


Jangan salahkan...


Untuk semua kenangan...


Perpisahan ini...


Pilihan yang terbaik...


'Suaranya lembut juga' batin Fabio memuji suara Dira, pria itu memejamkan matanya menikmati suara Dira.


Dira terus bernyanyi seraya menyiram semua tanaman. Wanita belum menyadari jika Fabio sedang memperhatikannya.


Betapa terkejutnya Dira kala memutar tubuhnya dan memergoki Fabio bersandar di pintu. Tanpa sengaja Dira menjatuhkan selang air yang masih menyala itu ke tanah dan membuat kakinya basah.


Fabio yang merasa telinganya tidak mendengar suara Dira lagi, ia membuka matanya perlahan. Seketika ia salah tingkah kala melihat Dira memergokinya.


Dira membuang wajahnya ke arah lain saat melihat Fabio menatapnya. Jantung wanita itu berdebar kencang, ia sangat malu saat tahu Fabio mendengarnya menyanyi.


'Duh, malu banget' batinnya menjerit.


Fabio, segera masuk dengan perasaan malu. Pria itu berjalan seraya meraba dadanya, ia merasakan detak jantungnya tidak normal. Mungkin karena ia terkejut dan malu dengan Dira makanya jantungnya berdetak kencang seperti ini.


Sementara Dira masih mematung disana, ia melirik ke arah pintu dan berharap Fabio telah pergi.


Dira bernafas lega kala melihat Fabio sudah tidak ada disana. Wanita itu segera berjalan mematikan keran air. Setelah itu ia masuk ke dalam rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayo ! berikan dukungan untuk novel Young Mommy ❤️