Young Mommy

Young Mommy
Part 89



...🍃Happy Reading🍃...


Gama saat ini sedang sibuk memandang wajah istrinya. Senyum di wajahnya tak pernah luntur dari semalam. Sesekali ia terkekeh geli saat mengingat malam kedua yang mereka lewati tadi malam. Ia berhasil membuat istrinya mendesah sepanjang malam. Mereka baru tertidur saat pukul empat pagi.


Gama mengulurkan tangannya untuk mengelus lembut pipi istrinya. Ia juga mengecup pipi, mata, hidup dan juga mata Ayana dengan lembut.


Tubuh Ayana menggeliat membuat Gama menghentikan aktifitas barunya. Mata Ayana masih terpejam membuat Gama bernafas lega. Ia tidak ingin menganggu tidur nyenyak Ayana.


Akhirnya Gama meninggalkan tempat tidur dan memilih untuk Mandi. Setelah mandi, Gama menghubungi restoran hotel ini untuk membawakan sarapan pagi untuknya dan Ayana.


Pria itu kembali berbaring di samping Ayana sambil memeluk tubuhnya.


"Terima kasih Tuhan, telah mengembalikan tulang rusukku yang Engkau ambil dan menjadikannya sebagai wanita cantik" ucapnya yang merasa sangat bersyukur karena kini bisa hidup dengan Ayana dan juga anak mereka.


Tak lama Gama mendengarkan ketukan pintu. Pria itu segera membuka pintu tersebut. Terlihat seorang pelayan membawa makanan yang ia pesan tadi.


"Terima kasih" ucap Gama sebelum menutup pintu.


Gama kemudian menyusun makanan itu di atas meja. Setelah itu ia mendekati istrinya dan membangunkan sang istri dengan lembut.


"Sayang, bangun ! Kita sarapan dulu setelah itu tidur lagi" ucap Gama sambil membelai wajah istrinya.


Tak lama Ayana mulai menggeliat. Gama menghujami wajah istrinya dengan kecupan.


Tentu saja hal itu berhasil membuat Ayana terbangun.


"Eemm.... Masih ngantuk" ucap Ayana dengan suara serak. Matanya masih tertutup rapat.


"Sayang kita sarapan dulu !" ucap Gama.


Tak lama wanita itu membuka matanya dan melihat wajah Gama yang begitu dekat dengan wajahnya. Gama kembali memberikan kecupan di bibir Ayana. Wanita itu sontak membulatkan matanya.


Sedetik kemudian Ayana menutup wajahnya dengan selimut ketika teringat dengan pergulatan mereka semalam. Ia sangat malu.


"Sayang kenapa wajahnya ditutup selimut ? Nanti kamu kehabisan oksigen, aku nggak mau jadi Duda muda" goda Gama.


Sontak Ayana membuka selimutnya lalu menatap suaminya dengan tajam, "Kamu mendoakan aku cepat meninggal ?"


"Tidak sayang, aku mana mungkin mendoakan kamu cepat meninggal. Jika kamu meninggalkan aku akan ikut denganmu" balas Gama.


"Bisa aja kamu ngelesnya" kesal Ayana.


Gama terkekeh dengan tingkah Ayana. Pria itu segera mengangkat tubuh istrinya yang tertutup dengan selimut.


"Aaa..." Teriak Ayana.


"Jangan teriak sayang, nanti orang dengar !" bisik Gama.


"Turunin !" pinta Ayana.


Gama menurunkan istri di atas sofa. Ayana terus memegang selimutnya agar tidak melorot.


"Aku suapi ya" tawaran Gama.


Ayana hanya mengangguk. Jadilah mereka makan di piring yang sama. Perlakuan manis Gama membuat Ayana semakin jatuh cinta pada suaminya itu.


"Selesai makan kamu mau mandi atau mau lanjut tidur ?" tanya Gama.


"Mau mandi saja" jawab Ayana.


Setelah selesai makan, Ayana masuk kamar mandi. Tentu saja Gama tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bercinta dengan istrinya itu.


Pria itu segera menanggalkan pakaiannya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Sontak Ayana terkejut kala Gama masuk dengan tubuh polosnya.


"Aakhhh...." Ia menjerit tatkala matanya menatap pusaka sang suami yang sudah berdiri tegak. Kedua tangannya menutup matanya.


"Kenapa kamu masuk ?" tanyanya tanpa berani melihat suaminya.


"Aku mau mandi bareng lagi seperti tadi malam" ucap Gama seraya mendekati Ayana.


Ayana menelan ludahnya dengan kasar, tubuhnya masih terasa lelah akibat pertempuran semalam. Lalu suaminya minta hal yang sama di pagi hari.


"Jika ingin mendesah, maka keluarkan saja sayang ! Aku sangat suka jika kamu berteriak keenakan. Aku suka suaramu yang begitu menggoda dan seksi" bisik Gama tepat di telinga Ayana.


Lidah pria itu mulai bermain area telinga Ayana, lalu turun menuju leher wanita itu.


Ayana hanya bisa pasrah dan menikmati permainan lidah suaminya. Dirinya tidak munafik, ia juga suka bercinta dengan suaminya.


Dan pagi itu suasana kamar mandi dipenuhi dengan ******* panas yang saling bersautan.


Gama dan Ayana hanya melakukannya satu ronde. Setelah itu mereka membersihkan tubuh mereka.


"Nanti sore kita pulang ke rumahku" ucap Gama pada istrinya.


"Iya" jawab Ayana singkat.


Wanita itu sangat lelah setelah pertempurannya dengan Gama. Meskipun hanya satu ronde, tapi mereka bercinta hampir satu jam.


"Kali mau tidur kamu tidur saja" ucap Gama lembut.


Ayana hanya mengangguk sebagai jawaban. Wanita itu memang berniat tidur kembali.


Ayana membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan dalam waktu beberapa menit saja ia sudah tertidur pulas.


Gama tersenyum lembut melihat istrinya. Pria itu duduk di samping Ayana. Ia mencoba menghubungi orang tuanya karena ingin berbicara dengan Zayyan.


"Selamat pagi Bun" ucap Gama.


📞 "Selamat pagi sayang" balas Bunda Mila.


"Zayyan dimana Bun ?" tanya Gama.


📞 "Zayyan sedang mandi" jawab Bunda Mila.


Gama hanya ber-oh ria.


📞 "Gimana semalam ? Kuat berapa ronde ?" Celetuk sang Ayah dari seberang sana.


"Nggak bisa dihitung, Yah" jawab Gama tersenyum geli.


📞 "Kalau gitu kamu istirahat dulu, nanti malam baru tancap gas lagi supaya Zayyan bisa dapat adik baru" goda sang Ayah.


"Siap, Yah" jawab Gama.


Setelah itu ia menutup panggilannya. Gama lalu ikut berbaring di samping istrinya. Ia membawa Ayana masuk dalam pelukannya dan ikut tertidur.


🍃


Di tempat lain Shintia mengamuk sejadi-jadinya. Wanita itu baru saja tiba di apartemennya. Semalam Lucas tidak membiarkannya pulang. Pria itu terus menggempurnya hingga tubuhnya terasa hampir remuk.


"Dasar pria sialan" teriak Shintia menghamburkan semua barang yang ada di atas meja riasnya.


Shintia masuk ke dalam kamar mandinya dan berendam. Ia menggosok-gosok tubuhnya dengan kasar. Ia benar-benar marah karena Lucas mempermainkan seperti seorang ******.


Belum juga sembuh rasa sakit hatinya akibat ditinggal nikah oleh Gama. Lucas justru menambahkan sebuah goresan yang begitu mendalam.


"Semua gara-gara Ayana. Jika saja wanita itu tidak kembali maka ini tidak akan terjadi padaku. Gama tidak akan menikah dengannya tapi bersanding denganku" teriaknya di sela tangisannya.


"Tidak Shintia. Kamu tidak boleh menyerah ! Kamu harus membalaskan dendam dan rasa sakit hatimu !" ucapnya seraya menghapus air matanya dengan kasar.


Meskipun wanita itu mendapat ancaman dari Lucas, tapi ia tidak akan takut. Bahkan Lucas pun akan ia lawan jika berani menghalangi jalannya.


Shintia menghentikan aktifitasnya setelah hampir satu jam berendam. Wanita itu keluar menggunakan bathrobe dan berbaring di atas ranjangnya.


Ia mencoba memejamkan matanya, namun adegan semalam selalu berkeliaran dalam pikirannya.


Adegan dimana Lucas menjadikannya budak nafsu dan mengeluarkan kata-kata kasar untuk menghinanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...