
"Tidak ada masalah yang serius hanya saja kamu terlalu banyak beraktivitas. Untung saja janinnya kuat" Jelas dokter yang baru saja memeriksa keadaan Nindy setelah pingsan tak sadarkan diri di lapangan.
"Janin? " Kaget Nindy
"Iya. Selamat ya, kini anda sedang mengandung tiga bayi sekaligus. Dan kandungan mu sudah masuk minggu ke lima" Nindy tak dapat membendung air matanya.
Jika ini terjadi pada orang lain yang sudah menikah makan akan menjadi suatu anugrah yang sangat besar, namun bagaimana dengan Nindy yang masih berstatus pelajar SMA. Sungguh ia sangat syok mendengar kabar itu.
"Terima kasih, dok. Saya akan mengurus administrasi" Ucap Nindy berusaha agar tetap terlihat tegar.
"Baikla, ini ada vitamin untuk menguatkan janin di perutmu. ingat, jaga mereka baik baik. Banyak orang diluar sana yang menginginkan janin itu namun Tuhan belum memberikannya. Sedangkan kamu langsung di berikan tiga. Aku tau apa yang sebenarnya terjadi, jika kamu telah melakukan dosa berzina lalu apa kamu akan melakukan dosa karena telah menggugurkan bayi itu" Pesan dokter itu pada Nindyy
"Aku akan mengingat pesanmu dok" Balas Nindy
°°°****°°°°
"Ak-huft. Aku hamil" Ucap Nindy
"Apa?! Hamil? Anak siapa itu? " Tanya Arkan yang gak lain pacarnya.
"Ini adalah anakmu" Tegas Nindy
"Tak mungkin, aku tak pernah menyentuh mu sedikit pun" Bantah Arkan
"Jika kau tak menyentuhku dan mengambil kesucian ku mana mungkin ada dia di rahim ku" Lirih Nindy
"Aku tak yakin itu adalah anakku. Jujur aku tak pernah menyentuh mu" Ucap Arkan dalam mode serius
"Tapi ini adalah anakmu Arkan. Kamu harus bertanggung jawab atas semua yang telah kamu perbuat" Ucap Nindy histeris
"Tidak!! Itu bukan anakku! " Keras Arkan
"Baiklah, jika kau tak mengakui ini adalah anak mu. Maka aku akan menggugurkan nya dan melupakan semua tentang kita. ingat, jangan pernah kau tunjukkan wajahmu di hadapanku mulai detik ini" Ucap Nindy lalu pergi meninggalkan Arkan yang termenung di cafe seorang diri.
°°°°°
Flashback
tok tok tok
*Nindy yang sedang berkutat dengan tugasnya langung bergegas melihat siapa yang datang ke kosannya malam malam begini.
"Loh? Arkan? Ngapain kamu malem malem dateng ke kosan ku? " Nindy berhenti bicara kalau melihat mata sayu Arkan.
"Yaallah sayang. Kamu mabuk? " Arkan adalah kekasih Nindy, mereka sudah 6 bulan menjadi sepasang kekasih.
"Nindy" Lirih Arkan lalu menjatuhkan kepalanya di bahu Nindy.
"Aduh yank. Ini udah malem loh, kalo aku ajak kamu masuk ke dalem takutnya nanti warga jadi salh paham sama kita" Cemas Nindy yang tak di tanggapi oleh Arkan.
"Astaghfirullah, kok kamu bisa mabuk sih yank. Kamu kesini bawa mobil sendiri? Aku takut terjadi sesuatu yang nggak bisa aku bayangin kali kamu kecelakaan" Dengan bibir yang terus berceramah, Nindy membopong tubuh Arkan menuju mobil yang masih menyala dan membawa Arkan ke apartemen nya.
"Aku sangat mencintaimu, La. Kenapa kamu lebih memilih bersamanya" Arkan memeluk Nindy yang kaget dengan erat.
"Siapa itu La? Los Angeles?" Emosi Nindy, enak saja Arkan menyebutkan nama wanita lain ketika mereka sedang bersama.
"Aku menginginkan mu. Nayla" (*kalian taulah apa yang terjadi. soo, nggak usah aku jelasin ya. takutnya banyak anak dibawah umur)
°°°°°°pagi°°°°°**
*Nindy merasa benda besar menindih pinggangnya, ia membuka mata dan langsung terkejut bukan main melihat Arkan di sebelah nya yang masih tertidur pulas. Dan mereka tanpa sehelai benang pun.
"Yaallah, apa yang Nindy lakukan sama Arkan. Nggak mungkin ini terjadi, semalam hanya mimpi kan? iya ini adalah mimpi. Nindy bangun nin" Ucapnya pada diri sendiri.
"Astaga ini nyata. Yatuhan ampun Nindy. Ini nggak bisa di biarin. Nindy harus cepet cepet pergi sebelum Arkan bangun" Nindy memakai pakaiannya dan langsung berlari keluar gedung apartemen mencari kendaraan menuju kosannya.
Karena sekarang adalah hari minggu jadi Nindy bisa puas menagis meratapi nasibnya.
Kini aku sudah tak perawan. Jika suatu saat Arkan meninggalkan ku bersama wanita lain, lalu apa ada pria yang mau menerima aku yang sudah tak suci~ Batin Nindy*
ponsel Nindy berdering menunjukkan nama Arkan di layar. Nindy ragu untuk mengangkat nya, tapi akhirnya ia angkat juga.
"Halo... " Nindy
"Sayang, kamu tadi malam dimana? " Arkan
"Hmmmm, aku di kosan, emangnya kenapa? " Nindy
"Enggak kenapa napa yank. Udah ya aku tutup dulu, mama nelfon" Arkan
"Iya"
tut tut tut
"Tadi malam Arkan menyebutkan nama Nayla. Apa itu Nayla sahabat ku? Tapi mana mungkin itu Nayla sahabat ku? Aku harus mencari tahun yang sendiri" Gumam Nindy.
"Gue nggak boleh keliatan sedih depan yang lain. Nggak mungkin gue bisa hamil gara gara sekali berhubungan badan" Ujar Nindy
°°°Senin°°°
"Nayla!! " Nindy melambaikan tangannya agar Nayla melihat dirinya. Nayla melirik sekilas lalu melanjutkan jalannya menuju kelas.
"Loh, Nay! Tungguin aku dong" Nindy mengejar Nayla hingga kelas.
"Kamu nggak duduk sama aku lagi? " Tanya Nindy heran. Pasalnya Nayla yang biasanya duduk bersebelahan dengannya kini pindah duduk bersama Tina.
"Lo berisik banget si?! Jangan ganggu gue! " Bentak Nayla yang membuat Nindy terkejut.
"Nayla kamu kenapa? Ada masalah? Kamu bisa cerita sama aku. Atau aku ada salah ya sama kamu? Aku minta maaf Nay" Mohon Nindy yang tak bisa di diammi oleh orang yang ia sayang.
Sekian terimakasih. Kalo suka lanjut partai 2 nya ya. ditunggu lohh