Young Mommy

Young Mommy
Part 113



...🍃Happy Reading🍃...


Mona membuang muka ke arah lain, tubuh wanita itu bergetar karena menahan suara tangisnya keluar. Pria yang ia cintai kini tidak mengenali dirinya.


Begitu juga dengan Ibunya Angga. Ia hanya bisa menangis seraya menutup mulutnya.


Angga menatap mereka secara bergantian, ia bingung melihat ke dua wanita yang tidak ia kenal itu menangis.


🍃


Saat ini Aaron, Fabio dan kedua orang tuanya berada di ruangan Dira.


Aaron sedang sibuk menyuapi Dira, Ibu Shita sedang menggendong bayinya.


Sementara Fabio dan Ayah Sandy hanya duduk memperhatikan mereka.


"Apa mereka akan pisah beneran ?" tanya Fabio pada sang Ayah.


"Iya" jawab Ayah Sandy singkat.


Fabio dan Ayah Sandy kembali terdiam. Tak lama kemudian pintu terbuka dan menampakkan Dokter Delina dengan seorang suster.


"Selamat pagi semuanya" sapa Dokter Delina.


"Pagi Dok" balas mereka.


"Belum pulang ?" tanya Aaron pada Dokter Delina.


"Mau cek kondisi istri Dokter dulu baru pulang" jawab Dokter Delina.


Dira dan Aaron saling menatap, sebentar lagi status mereka bukan suami istri lagi.


"Bagaimana, apa ada keluhan dari Ibu ?" tanya Dokter Delina.


"Tidak ada Dok" jawab Dira.


"Tadi bayinya sudah mandi kan ?"


"Sudah Dok"


"Nanti sering-sering ajari bayinya asi ! Nanti asinya keluar dengan lancar kok" ucap Dokter Delina.


"Baik Dok"


Sedangkan Ayah Sandy memperhatikan Dokter Delina dengan seksama. Ia merasa tidak asing dengan Dokter muda itu.


"Jaga mata, Yah !" tegur Fabio.


"Dih Ayah cuman lihat-lihat saja" balas Ayah Sandy.


"Ayah suka lihat yang bening ya ? Nanti Bio aduin sama Ibu loh kalau Ayah suka lirik daun muda" ancam Fabio.


Ayah Sandy menatap putranya dengan tatapan kesal, "Ayah lihat Dokter itu karena Ayah merasa tidak asing dengan mukanya" jelasnya.


"Kalau nggak asing tambahin garam !"


"Itu asin"


Fabio terkekeh melihat wajah Ayahnya yang kesal. "Sudahlah, Fabio mau pulang" ucapnya.


Fabio kemudian berdiri dari tempat duduknya. "Ibu, Bio pulang ya. Hari ini ada Jani sama klien" ucap Fabio.


"Bawa mobilnya hati-hati ya Bio !" pesan Ibu Shita.


Dira membalas ucapan Fabio dengan senyuman sementara Aaron menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu saya juga permisi ya. Karena kondisinya sudah membaik maka nanti sore Dira bisa pulang dengan bayinya" ucap Dokter Delina.


"Terima kasih Dok" ucap Dira dan Aaron.


"Sama-sama" balas Dokter Delina sebelum keluar dari ruangan Dira.


"Sus, bisa minta tolong bawakan barang saya ke mobil ?"


"Bisa Dok" jawab perawat itu.


"Ok, terima kasih ya. Kalau begitu Sa tunggu di mobil" balas Dokter Delina.


Wanita itu kemudian melangkahkan kakinya dengan langkah yang lebar, sesekali ia berlari kecil ingin mengejar seseorang.


Tapi sayangnya, orang yang ia kejar sudah menghilang.


"Ya, sayang sekali" ucapnya sedikit kecewa.


Akhirnya Dokter Delina memilih masuk mobilnya dan menunggu suster itu membawakan barangnya.


"Kenapa cepat sekali ia menghilang ? Padahal perasaan baru saja keluar" Ucapnya.


🍃


Ayana begitu bahagia ketika mendengar kabar dari Aaron jika Dira sudah melahirkan.


"Sayang, bantuin pakai baju dong !" pinta Gama. Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi.


Ayana segera mendekati suaminya dan menuruti permintaannya, "Aku seperti memiliki bayi besar di rumah ini" ucap Ayana.


"Apa kamu hilang ? Kamu mengejekku seperti bayi ?" tanya Gama sambil mencubit gemas hidung istrinya.


Ayana terkekeh, "iya, habisnya mau pakai baju saja minta dibantuin. Masa sebentar lagi punya dua anak tapi Zayyan lebih pintar pakai baju sendiri daripada kamu" ucap Ayana.


"Namanya juga mau manja-manja dengan istri" balas Gama.


Ayana hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Oh iya, tadi aku dapat kabar jika Dira sudah melahirkan, anaknya cowok" ucap Ayana.


"Benarkah ? Wah, syukurlah jika Dira sudah melahirkan dengan selamat"


Ayana menghela nafasnya, wajah yang tadinya bahagia kini terlihat sedih.


"Kenapa raut wajah kamu berubah sayang ?" tanya Gama.


"Aku sedih By, sebentar lagi mereka akan pisah" jawab Ayana.


"Sayang, kamu jangan sedih ! Mungkin ini adalah pilihan yang terbaik untuk mereka. Kan kamu sendiri yang bilang kalau mungkin mereka memang tidak berjodoh. Sekarang kita doakan saja, semoga mereka bisa menemukan kebahagiaan mereka masing-masing !" ucap Gama sambil mengelus lembut pipi Ayana.


Ayana kembali tersenyum, benar kata suaminya. Tugasnya hanyalah mendoakan yang terbaik untuk mereka.


"Ya sudah, sekarang kita keluar yuk ! Kasihan baby kita mau sarapan" ucap Gama.


Ayana mengangguk, kini mereka berjalan dengan tangan yang saling bergandengan.


Pagi ini mereka sarapan berdua saja karena Zayyan sedang berada di rumah orang tua Gama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


silahkan masukkan sarannya 🤗 ingat untuk tetap sopan ❤️