Young Mommy

Young Mommy
Part 31 -



...🍃Happy Reading🍃...


Seminggu berlalu, Ayana meresmikan pembukaan toko rotinya dengan sebuah nama 'ZA Bakery', nama yang diambil dari inisial nama putranya.


Di hari pertama Ayana belum bisa membuat banyak menu karena keterbatasan tenaga. Untungnya dua ART dari rumah Fabio datang membantunya sehingga sedikit meringankan pekerjaannya.


Hari pertama, pengunjung lumayan ramai ingin mencicipi menu di toko rotinya. Ibu Shita juga merekomendasikan toko roti milik Ayana pada kenalannya.


"Wah, enak juga ya croissant buatannya"


"Iya, pineapple bun buatannya juga tak kalah enak"


"Sepertinya kita bakalan jadiin ini daftar tempat makanan favorit kita deh"


"Iya"


Ayana yang mendengar perkataan dari teman-teman Ibu Shita merasa puas karena mereka memuji kue buatannya.


Tak terasa sudah seharian Ayana melayani para pelanggan barunya, kini ia bisa beristirahat. Ayana melepaskan apron yang melekat di tubuhnya dan berjalan mendekati Fabio dan Ibu Shita yang kebetulan masih berada di tokonya.


"Terima kasih Ibu telah merekomendasikan toko roti Ayana sama teman-teman Ibu" ucap Ayana.


"Sama-sama sayang" jawab Ibu Shita tersenyum.


"Gimana, capek ?" tanya Fabio.


"Ya, capek sih. Tapi aku bersyukur karena kue dan roti yang aku buat semuanya habis" ucap Ayana tersenyum bahagia.


"Nanti aku bantu cariin karyawan untukmu" ucap Fabio.


"Boleh juga" balas Ayana.


🍃


Kediaman Budianto...


Ayah Budianto baru saja menerima kabar dari anak buahnya jika sang ibu kini tinggal di Surabaya. Mendengar hal itu membuat kedua orang tua dari Gama itu merasa bahagia. Mereka akan menjemput kembali Nenek Rukmini setelah pekerjaan mereka selesai.


Gala yang ikut mendengarkan kabar tersebut merasa terkejut. Selama ini ia tidak tahu jika masih memiliki seorang nenek.


'Pantas saja jika kita mengunjungi makam hanya ada makam kakek, ternyata nenek masih hidup. Tapi mengapa Nenek pergi ?' Batin Gala.


"Ayah harus menyelesaikan semua pekerjaan Ayah secepatnya ! Kita harus menjemput Ibu di Surabaya sebelum kita kehilangan jejak lagi" ucap Bunda Mila.


"Benar Bun, kita harus segera menjemput Ibu dan membawanya kembali ke rumah ini" balas sang suami. Tanpa terasa air mata mereka kini mengalir membasahi pipinya, mereka teringat akan dosa-dosa mereka terhadap Nenek Rukmini. Mereka berharap semoga masih ada pengampunan untuk mereka.


Keesokan harinya Ayah Budianto dan Bunda Mila berangkat ke Surabaya, mereka sudah mengantongi alamat rumah yang ditempati Nenek Rukmini.


Mereka berangkat dengan tiga orang pengawal. Mereka akan menempuh perjalanan 2 jam lebih hingga tiba di bandar udara internasional Juanda. Setelah mereka tiba, mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah kontrakan Nenek Rukmini.


Sementara Ayana saat ini sedang sibuk di toko roti miliknya. Wanita itu masih dibantu oleh salah satu ART dari rumah Fabio.


"Bi, semuanya sudah siap, tinggal di pajang aja supaya pelanggan bisa memilih yang mereka inginkan !" ucap Ayana setelah beberapa menu sudah jadi.


"Baik Non"


Mereka lalu menyusun beberapa kue untuk dijadikan pajangan di etalase kaca. Selesai itu, Ayana pamit pulang untuk mengecek Zayyan mumpung toko tidak terlalu ramai.


Sesampainya di rumah kontrakannya, Ayana melihat ada mobil yang parkir.


"Sepertinya ada tamu di rumah" ucapnya. Ia mulai berjalan ke arah pintu rumahnya, ia penasaran siapa yang bertamu di rumah kontrakannya.


🍃


"Woiii... Kusut banget tuh wajah" ucap Tio saat Gala baru saja tiba di kelasnya.


"Iya nih, ada masalah apa bro ? Masih mencari keberadaan Ayana ?" sambung Lerry.


Ya, selama ini Gala mencari tahu dimana Ayana tinggal, pernah mereka bertanya pada orang tua Ayana, tapi mereka menutup rapat informasi tempat tinggal Ayana. Itu juga yang menjadi alasan Gala tetap melanjutkan studi di Bandung, ia memiliki misa untuk menemukan Ayana dengan tujuan ingin menggantikan sang kakak bertanggung jawab.


"Kali ini bukan hanya Ayana yang membuat kepalaku pusing mencari keberadaannya, tapi Nenekku" jawab Gala.


"Nenek ?" ucap Lerry dan Tio kompak.


"Sejak kapan kamu punya Nenek ? Bukannya Nenek kamu udah nggak ada ya ?" tanya Tio.


"Ya jelas punya Nenek lah si Gala. Kalau nggak ada Neneknya mana mungkin Ayahnya lahir sampai punya anak laki-laki dua begini" ralat Lerry.


"Nyahut aja kamu. Maksudku tuh bukannya Neneknya udah lama nggak ada, lebih tepatnya udah lama meninggal" balas Tio.


"Nenekku ternyata masih hidup. Selama ini kedua orang tuaku mencari keberadaannya, tapi mereka tidak menemukan keberadaan Nenek. Tapi kemarin mereka mendapatkan informasi jik Nenekku berada di Surabaya dan hari ini mereka berangkat menjemput Nenek. Yang buat aku pusing itu, mengapa Nenek pergi meninggalkan keluarganya ? Dan apa alasan kedua orang tuaku menyembunyikan informasi ini ? Mereka tidak pernah cerita tentang Nenek" jelas Gala.


"Sepertinya ada masa lalu yang pahit untuk diceritakan makanya mereka memilih diam" ucap Lerry.


"Aku setuju" sambung Tio.


Gala terdiam dan larut dalam berbagai macam pikiran. Sementara Tio dan Lerry ikut terdiam dan hanya saling melempar pandangan.


🍃


Ayana tertegun saat melihat berhasil mengintip tamu yang ada di rumah. Dengan cepat ia bersembunyi di balik dinding dekat pintu masuk. Seketika tubuhnya bergetar hebat melihat kedatangan kedua orang tua Gama. Berbagai pikiran buruk mulai bermunculan di benaknya.


'Untuk apa mereka datang kesini ? Kenapa mereka bisa menemukanku ? Apa yang harus aku lakukan ? Apakah ia datang untuk mengambil Zayyan dariku ? Atau mereka datang untuk menyingkirkan putraku ?'


Ayana menggeleng lalu berkata, "Aku tidak akan pernah membiarkan kalian menyentuh putraku bahkan seujung kuku pun"


Ia hendak masuk ke dalam rumahnya dan mengusir kedua orang tua Gama, namun langkahnya terhenti kala mendengar isakan tangis dari Nenek Rukmini. Ayana kembali ke tempatnya dan mencoba menguping pembicaraan mereka.


Sementara di dalam Ayah Budianto bergerak mendekati ibunya yang menangis, ia bersimpuh di depan sang ibu dan memohon maaf kepadanya.


"Maafkan perlakuan Budi Ibu... Budi menyesal telah menelantarkan Ibu, Budi sangat merasa bersalah" tangisan pria itu seketika pecah.


Tak tinggal diam, Bunda Mila juga melakukan hal yang sama, "Mila juga minta maaf Ibu, maafkan menantumu yang tidak tahu malu ini ! Maafkan atas ke-durhakaan kami terhadap Ibu. Kami sangat-sangat menyesal"


Nenek Rukmini semakin terisak kala melihat anak dan menantunya kini menangis di hadapannya. Mereka mengakui semua kesalahan mereka terhadap Nenek Rukmini.


"Bangunlah Nak ! Kalian tidak salah, semua ini salah Ibu karena terang-terangan menentang hubungan kalian, bahkan Ibu terlalu jahat ingin membunuh cucu Ibu sendiri. Apa yang kalian lakukan itu semua hukuman untuk Ibu yang dulunya terlalu mementingkan harta dan kasta" ucap Nenek Rukmini.


"Dari dulu Ibu tidak pernah menyalahkan kalian, Ibu tidak pernah membenci kalian. Kalian adalah anak dan menantu yang baik. Tapi karena ulah Ibu kalian merasa tersakiti dan mencoba melindungi diri dengan cara menghukum Ibu. Ibu minta maaf pada kalian" sambungnya.


Mereka kembali terisak menyesali apa yang telah mereka perbuat di masa lalu.


Sementara di luar Ayana terkejut saat tahu jika Nenek Rukmini adalah Neneknya Gama. Ia tidak menyangka selama ini ia tinggal bersama keluarga dari pria yang sangat ia benci.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩



Author : Zaenab Usman


Judul : Pernikahan Salsa