
...🍃Happy Reading🍃...
Malam harinya, Ayana mendapatkan kabar tentang batalnya pernikahan Mona dari sang Mama.
"Kenapa pernikahan mereka batal Ma ?" Tanyanya.
"Angga kecelakaan" jawab Mama Lisa.
"Apa ?" pekik Ayana. Ia terkejut saat mengetahui calon suami sahabatnya mengalami kecelakaan.
"Angga kecelakaan cukup parah, kemarin baru saja selesai menjalani operasi karena otak kanannya mengalami pendarahan. Sampai saat ini Angga belum sadarkan diri. Itu informasi yang Mama dapat dari teman Mama yang cukup dekat dengan keluarga Angga" jelas Mama Lisa.
"Ya Tuhan, pasti saat ini Mona sedang sedih dan sangat terpukul" ucap Ayana ikut sedih mendengar berita kecelakaan Angga.
"Kalau begitu kita jenguk Angga besok ! Kamu mau kan ?" tawar Gama.
Ayana menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.
Keesokan harinya, Ayana dan Gama menghubungi Mona dan menanyakan rumah sakit tempat Angga dirawat.
Ayana menemani Gama ke kantor atas permintaan pria itu sendiri.
"Pagi ini aku ada rapat bulanan dengan beberapa manager perusahaan. Kamu tidak apa-apa kan tinggal disini sebentar ?"
"Tidak masalah" jawab Ayana.
"Jika kamu lelah kamu bisa istirahat di kamar ! Aku hanya sebentar" ucap Gama. Pria itu mengecup kening istrinya dengan lembut sebelum keluar dari ruangannya.
Sepeninggalan Gama, Ayana masuk ke dalam kamar khusus yang tersedia di ruangan suaminya.
Ayana berbaring di atas ranjangnya sambil menonton Drakor untuk menghilangkan rasa suntuknya dan juga rasa sedihnya.
Beberapa jam kemudian, Gama masuk ke kamar tersebut. Ayana tersenyum saat melihat suaminya.
"Sayang, kita makan siang dulu setelah itu kita ke rumah sakit !" ucap Gama.
Ayana menganggukkan kepalanya. Wanita itu turun dari atas ranjang. Gama dan Ayana keluar dari ruangannya, tangan Gama memeluk pinggang Ayana dengan posesif.
Beberapa staf yang berpapasan dengan mereka memuji keserasian Ayana dan Gama.
"Mau makan dimana ?" tanya Gama.
"Yang dekat dari rumah sakit saja !" Pinta Ayana.
"Baik Nyonya Ayana Wismagara" jawab Gama sambil menggoda istrinya. Sontak Ayana terkekeh mendengar ucapan suaminya.
"Oh iya By, sebelum ke rumah sakit kita beli buah-buahan ya ! Nggak enak ke rumah sakit tapi nggak bawa apa-apa" ucap Ayana saat mereka sudah di dalam mobil.
"Iya sayang" jawab Gama.
Sebelum mereka makan siang, mereka mampir ke toko buah. Saat sedang sibuk memilih buah, tiba-tiba seseorang menarik rambutnya dengan kencang.
Tentu saja Ayana menjerit kesakitan saat mendapatkan serangan mendadak seperti itu. Gama terkejut saat melihat wanita yang berani menyakiti istrinya.
"Dasar perempuan sialan... Lepaskan rambut Ayana !" Teriak Gama, ia menatap tajam wanita tersebut.
"Dia yang wanita sialan, setelah dia mengambil kamu dariku dia juga membuat hidupku hancur" teriak Shintia.
Ya, wanita itu adalah Shintia. Ia tidak sengaja melihat Ayana ketika sedang mencari buah-buahan. Tiba-tiba otak licik wanita itu terpikir untuk menyakiti Ayana.
"Aww... Lepaskan Shintia !" jerit Ayana.
Gama mencoba membantu Ayana melepaskan rambutnya dari cengkraman Shintia namun Shintia semakin menarik rambut Ayana sehingga membuat Ayana meringis.
Semua pengunjung kini menatap ke arah mereka, beberapa orang juga merekam kejadian tersebut.
"Waw, apa ini seorang istri yang menangkap basah suaminya berselingkuh ?"
"Sepertinya dia istri sah yang melabrak pelakor"
"Jika wanita itu pelakor, memang pantas ia mendapatkannya"
Seperti itulah opini para pengunjung yang melihat pertunjukan Shintia menarik rambut Ayana.
"Lepaskan ! Jika kamu tidak melepaskannya maka aku tidak akan segan-segan menyakitimu" ancam Gama.
Namun Shintia tidak peduli dengan ancaman Gama. Ia justru berharap Gama menyakitinya agar semua orang semakin membenarkan opini mereka.
Plak.
Suara tamparan yang sangat keras terdengar nyaring di telinga. Sontak Shintia tersungkur ketika mendapatkan tamparan dari Gama. Seketika telinga wanita itu berdenging saking kencangnya tamparan dari Gama
"Sayang kamu tidak apa-apa ?" tanya Gama khawatir pada Ayana.
Ayana tidak menjawab, wanita itu mengelus kepalanya yang terasa perih akibat tarikan Shintia yang sangat kencang.
"Ayo, sebaiknya kita pergi dari sini !" ucap Gama.
Ia menarik tangan Ayana dengan lembut tanpa menghiraukan Shintia yang masih duduk di lantai.
Para pengunjung semakin riuh saat melihat kejadian tersebut. Mereka mengumpat Gama sebagai pria yang sangat kejam yang berani main tangan pada istrinya sendiri.
Sementara Shintia tersenyum sinis saat mendengar opini para pengunjung. Meskipun wajahnya terasa perih, tapi ia sudah membuat Gama buruk Dimata orang-orang.
"Ck... Dasar wanita ular, berani sekali dia cari masalah lagi" ucap seorang pria yang ternyata juga menyaksikan kejadian tersebut.
🍃
Kini Ayana dan Gama berada di rumah sakit. Mereka tidak jadi makan siang gara-gara kejadian di toko buah tadi.
"Loh, rambut kamu kok berantakan gitu ?" tanya Mona.
"Tadi Shintia menyerang aku saat di toko buah" jawab Ayana.
"Apa ? Bagaimana bisa ?" tanya Mona terkejut.
"Aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja wanita itu menghampiri aku dan menyerang ku secara tiba-tiba" jawab Ayana.
"Dasar ulet bulu, nenek lampir tidak tahu diri" umpat Mona.
"Sudahlah Mon, mau mengumpat seperti apapun kamu semuanya juga sudah terjadi. Sekarang ajak kami masuk melihat kondisi Angga !" Ujar Ayana.
"Baiklah, tapi yang boleh masuk hanya dua orang saja" ucap Mona tidak enak.
Ayana lalu menatap suaminya. Gama pun tersenyum seraya mengangguk.
"Tidak masalah, kalian masuklah ! Aku akan menunggu di luar" ucap Gama mengerti.
Akhirnya Ayana dan Mona masuk ruang ICU. Ayana menatap wajah Angga dengan tatapan sedih.
"Maaf ya Mon, aku baru tahu berita kecelakaan Angga dari Mama" ucap Ayana.
"Tidak masalah Ayana, aku mengerti kok. Aku juga minta maaf Kareena tidak bisa hadir disaat kamu sedang berduka. Aku turut berdukacita atas meninggalnya Nenek Rukmini" balas Mona.
"Terima kasih Mon" ucap Ayana.
Mona tersenyum menatap sahabatnya. Ia tahu pasti Ayana lebih sedih darinya atas kepergian Nenek Rukmini.
"Oh iya, bagaimana bisa Angga mengalami kecelakaan ?" tanya Ayana.
Mendengar pertanyaan Ayana, Mona terdiam. Ia menatap wajah calon suaminya dengan tatapan penuh penyesalan. Tiba-tiba matanya terasa panas karena air matanya yang tertahan di kelopak matanya.
Ayana mengelus lembut pundak sahabatnya, "Yang sabar ya Mon. Aku berdoa semoga Angga bisa cepat sadar dan kembali sehat agar kalian bisa melanjutkan pernikahan kalian" ucap Ayana.
"Terima kasih do'anya" balas Mona dengan bibir yang bergetar.
Mereka kemudian sama-sama terdiam. Keduanya sama-sama larut dalam pikiran masing-masing. Tak lama Mona membuka suara.
"Angga kecelakaan karena aku" ucap Mona lirih tapi masih terdengar di telinga Ayana.
"Maksudnya ?" Tanya Ayana bingung.
"Jadi, waktu itu Angga datang padaku dan ingin menjelaskan siapa ayah dari bayi yang dikandung Dira" jawab Mona.
Ayana semakin bingung saat mendengar jawaban Mona. Tapi ia dengan sabar mendengarkan penjelasan sahabatnya itu.
"Tapi aku justru berpikiran buruk pada Angga, aku berpikir Angga lah yang menghamili Dira. Tapi ternyata aku salah, bukan Angga yang melakukannya" lanjut Mona.
"Dira hamil anak dari Rangga adiknya Angga"
Mona menjelaskan semua detail kejadian yang ia alami sebelum Angga kecelakaan hingga bagaimana ia bisa tahu siapa ayah dari bayi Dira.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...