Young Mommy

Young Mommy
Part 84



...🍃Happy Rrading🍃...


Beberapa saat kemudian Aaron menghampiri kedua wanita itu.


"Sudah. Ayo! aku antar ke mobil" ucap Aaron lembut pada Dira.


Aaron membantu Dira berdiri, terlihat sangat manis.


Freya memalingkan wajahnya karena tidak ingin melihat keromantisan pasangan suami istri itu.


"Aku pamit ya, Dokter Freya" ucap Dira.


Freya segera berdiri dan menatap wanita itu, ia melempar senyum seraya berkata, "Hati-hati"


"Terima kasih" jawab Dira.


Aaron dan Dira melangkah meninggalkan Freya yang menatap mereka dengan nanar.


Dadanya sangat sesak, ia juga tidak tahu mengapa ia bisa jatuh cinta pada Aaron padahal mereka baru kenal beberapa hari.


Mungkinkah karena mereka satu rekan den sering bertemu ? Atau mungkin karena sikap Aaron yang baik dan perhatian yang membuatnya terpikat ?


Padahal bukan hanya dia yang mendapatkan perlakuan baik dari Aaron, tapi para dokter dan perawat juga mengatakan jika pria itu selalu berprilaku baik.


Aaron dan Dira baru saja tiba di parkiran. Aaron membukakan pintu mobil untuk Dira.


"Masuklah !" ucap Aaron lembut.


"Terima kasih" balas Dira sambil mengecup punggung tangan Aaron.


Dira pun masuk mobil, sebelum mobil melaju Dira menurunkan kaca pintu.


Aaron menatap Fabio lalu mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih sudah mengantar Dira ke rumah sakit"


"Sama-sama. Kalau begitu kami pulang" balas Fabio.


"Ya, hati-hati"


Fabio melajukan mobilnya. Setelah mobil Fabio tidak terlihat lagi, Aaron kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Istri Dokter pulang dengan siapa ?" tanya Freya yang ternyata masih berdiri menunggu Aaron.


"Oh, Dira pulang dengan sepupuku" jawab Aaron, "Yuk masuk !" ajaknya sambil tersenyum.


Freya hanya mengangguk, ia mengikuti langkah pria yang telah berhasil mencuri hatinya itu.


'Aku harus membuang perasaan ini sebelum semakin besar' batinnya sambil memandang punggung Aaron.


Sementara Dira dan Fabio dilanda kesunyian dalam mobil. Dira merasa canggung hari satu mobil dengan Fabio.


"Apa kamu mau mampir makan ?" tanya Fabio.


"Hah..Em... Terserah kamu saja !" jawab Dira gugup.


Ia sendiri tidak tahu mengapa ia selalu gugup ketika Fabio mengajaknya bicara.


Adegan dimana Fabio hendak memasangkan seat belt selalu terngiang di pikiran Dira.


Tatapan pria itu mampu membuat hatinya berdebar. Debaran yang tidak pernah ia rasakan saat bersama Aaron.


Beberapa menit kemudian mobil Fabio masuk ke area parkiran sebuah restoran.


"Aku lapar, sebaiknya kita mampir makan" ucapnya.


Dira hanya mengangguk. Ia mengikuti Fabio turun dari mobil. Ia mengekor di belakang Fabio.


"Kita duduk disana !" Fabio menunjuk meja yang berada di dekat dinding kaca.


Setelah itu mereka duduk di meja tersebut. Tak lama seorang waiters menghampiri mereka.


"Selamat siang, Tuan, Nyonya. Selamat datang di restoran kami. Silahkan dipilih menunya !" ucap waiters tersebut.


Fabio mengambil buku menu dan memilih menu makanan. Setelah itu ia menyerahkan pada Dira.


Usai memilih menu, mereka kembali saling terdiam. Keduanya seperti sepasang suami istri yang sedang perang dingin.


"Em... Aku permisi ke toilet dulu" ucap Dira.


Gelas yang jatuh hingga pecah itupun mengenai kaki Dira hingga tergores.


"Aww..." Pekiknya.


"Ma-maaf Mbak" ucap waiters tersebut merasa bersalah.


Fabio segera berdiri menghampiri Dira.


"Kamu tidak apa-apa ?" tanyanya khawatir.


Dira menggeleng pelan, disaat seperti ini jantungnya justru berdebar kencang saat pundaknya disentuh Fabio.


"Tuan maafkan saya. Saya tidak sengaja menabrak istri Tuan" ucap waiters merasa bersalah.


Mendengar waiters itu yang mengira dirinya adalah istri Fabio membuat wajah wanita itu memanas.


"Tidak apa-apa, lain kali lebih hati-hati lagi !" ucap Fabio.


Ia melihat wajah Dira yang memerah, ia berpikir wanita itu pasti syok.


"Sebaiknya kamu kembali duduk dulu !" ucapannya.


Fabio membawa Dira menuju tempat mereka. Ia lalu mengambil tisu untuk membersihkan tangan Dira yang terkena jus.


Dira yang mendapatkan perlakuan manis dari pria yang selama ini dingin padanya, tentu saja merasa salah tingkah.


'Ya Tuhan, ada apa denganku ini ? Dira, ingat kamu sudah punya suami !' Batinnya.


Fabio masih membersihkan tangan Dira, tanpa sengaja matanya melihat kaki wanita itu tergores.


"Kakimu terluka ?" ia menatap Dira, wanita itu hanya mengangguk pelan.


"Sini aku lihat !" ucapnya.


Fabio lalu menarik kaki wanita itu ke pangkuannya. Ia melihat luka kaki Dira.


"Ini ada pecahan kaca yang masih menempel" ucap pria itu yang melihat ada pecahan kaca yang kecil masih tertancap di kaki Dira.


"Be-benarkah ?" tanya Dira. Wanita itu menatap kakinya dengan seksama, ternya memang benar.


"Apa kamu bisa menahannya ? aku akan mencoba mencabutnya" ucap Fabio seraya menatap Dira.


Wanita itu hanya mengangguk pelan. Fabio pun meminta seorang waiters membawakan kotak p3k.


Setelah itu, Fabio membantu Dira mencabut pecahan kaca itu dengan pelan. Sesekali Dira meringis karena merasa perih.


"Tahan ya ! Sebentar lagi tercabut" ucap Fabio yang masih berusaha mencabut pecahan kaca itu.


"Nah sudah" ucapnya setelah berhasil.


Fabio lalu mengoles Betadine agar luka kaki Dira tidak infeksi. Ia juga meniup-niup luka Dira agar wanita itu tidak terlalu merasa perih.


Dira yang melihat sikap lembut Fabio merasa tersentuh kembali. Ia menatap wajah pria itu dengan senyum tipis.


'Aku tidak tahu apa arti perasaan ini. Tapi yang jelasnya aku suka mendapatkan perhatian darinya' batin Dira.


"Selesai" ucap Fabio. Ia menurunkan kaki Dira dengan pelan.


Fabio lalu menatap Dira karena tidak mengeluarkan suara sama sekali, seketika ia melihat wanita itu menatapnya.


"Dira..." Panggil Fabio. "Dir..." Fabio masih mencoba memanggil wanita yang melamun itu.


Sontak Dira salah tingkah kala tersadar Fabio telah menangkap basah dirinya sedang menatap pria itu.


"I-iya... Ada apa ?" tanyanya.


"Aku bilang sudah selesai" jawab Fabio.


"Oh... Hm... Te-terima kasih" ucap Dira gugup.


"Sama-sama" balas Fabio.


Tak berselang lama, makan yang mereka pesan tiba. Keduanya makan tanpa suara, sesekali Dira mencuri pandang pria di hadapannya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini cuman up 1 bab ya 🤧 doain cepat sembuh supaya bisa crazy up besok 🥺❤️