
...🍃Happy Reading🍃...
Sepulang dari kerja, Fabio mampir di rumah Ayana. Pria itu menyampaikan undangan makan malam dari orang tuanya.
"Kami tentu dengan senang hati menerima undangan kalian" ucap Papa Hartono.
"Ya sudah kalau gitu, Fabio pamit pulang Om" Fabio pamit undur diri.
Sebenarnya pria itu ingin tinggal lama di rumah Ayana, tapi matanya terasa panas kala melihat Gama dan Zayyan tertawa riang. Sepertinya dirinya memang sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk mendekati Ayana.
Mungkin memang mereka tidak berjodoh. Kali ini Fabio harus merelakan Ayana hidup bahagia dengan pilihan hatinya.
Malam hari tiba. Ayana dan keluarganya baru saja tiba di rumah Fabio. Kedatangan mereka disambut hangat oleh orang tua Fabio.
"Selamat datang di rumah kami" sambut Ibu Shita ramah.
"Terima kasih undangannya" balas Mama Lisa.
Kedua wanita paruh baya itu saling memeluk.
"Terima kasih sudah mau berkunjung di rumah kami" ucap Ayah Sandy sambil menjabat tangan Papa Hartono.
"Seharusnya itu yang kami ucapkan" balas Papa Hartono sambil tertawa.
"Ya sudah, kalau gitu kita langsung ke meja makan !" ajak Ayah Sandy.
Fabio, Dira dan Aaron sudah duduk disana.
"Silahkan duduk !" ucap Ibu Shita.
Semuanya mulai menarik kursi dan duduk rapih.
"O-omah..." ucap Aaron.
Omah yang merasa terpanggil melirik siapa pria yang memanggilnya.
"Aaron" balas Omah terkejut.
Semua orang menatap ke arah Aaron tak terkecuali Ayana dan Gama. Namun yang membuat mereka terkejut adalah kehadiran Dira.
"Dira..." ucap Ayana dan Gama bersamaan.
"Ayana, Gama" Dira menatap mereka tidak percaya bisa bertemu kembali.
"Kalian saling kenal ?" tanya Fabio.
"Omah mengenal Aaron ?" tanya Ibu Shita.
"Aaron anak dari Sri, tentu saja Omah mengenalnya" jawab Omah.
Mama Lisa dan Papa Hartono saling melempar tatapan kala mendengar wanita yang pernah hadir di masa lalu mereka.
Ibu Shita dan Ayah Sandy juga saling melempar tatapan. Mereka belum mengerti ucapan Omah.
"Omah adalah pemilik kebun tempat Ibu bekerja, Om. Aaron sangat mengenal Omah" jelas Aaron.
"Omah apa kabar ?" tanya Aaron pada Omah. Pria itu mendekati Omah lalu mencium punggung tangannya.
"Omah baik, Nak. Aaron, mengapa kamu bisa disini ?"
"Aaron akan kerja di salah satu rumah sakit disini Omah" jawab Aaron, "Dan kebetulan, Om Sandy dan Ibu saudara sepupu, jadi Aaron tinggal disini" lanjutnya.
"Wah benarkah ? Ternyata dunia ini memang sangat sempit" balas Omah.
"Oh iya Omah, kenalkan ini istri Aaron ! Namanya Dira" Aaron memperkenalkan Dira dengan Omah.
Papa Hartono dan Mama Lisa yang sudah mengenal Dira, menatap ke arah wanita itu.
"Kamu sudah menikah Dira ?" tanya Mama Lisa.
Dira mengangguk pelan. Rasanya ia sangat malu bertemu dengan orang tua Ayana, apalagi Ayana. Mengingat bagaimana dulu orang tuanya menghina sahabatnya saat hamil di luar nikah. Mungkin apa yang dialaminya adalah karma atas perlakuan keluarganya yang sangat jahat pada Ayana.
"Tante mengenal Dira ?" tanya Aaron.
"Dia adalah sahabat Ayana" jawab Mama Lisa.
Ayana berjalan mendekati Dira dan langsung memeluk wanita itu.
"Aku rindu banget" ucap Ayana dengan mata yang mulai berembun.
Dira tidak mampu membalas pelukan wanita itu, ia masih menunduk.
"Aku juga" balasnya lirih.
Ayana melepaskan pelukannya lalu mengusap perut buncit Dira.
"Sudah berapa bulan ?" tanyanya lembut.
"Jelang 7" jawab Dira.
Ayana melihat Dira terlihat menghindarinya dan enggan menatapnya, ia mengira jika Dira marah padanya.
"Maafkan aku Dira karena tidak hadir di acara pernikahan kamu" ucap Ayana merasa bersalah.
Dira kemudian membakar tatapan sahabatnya, "Tidak masalah Ayana. Aku minta maaf atas perlakuan orang tuaku dulu padamu" ucap Dira. Sebisa mungkin ia menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Tidak ada lagi yang perlu dimaafkan. Semua sudah berlalu" balas Ayana. Dia sudah melupakan semua kejadian pahit di masa lalunya.
"Selama ini kamu kemana saja ?" tanya Dira, "Dulu Gala pernah bilang jika kamu menghilang"
"Aku sebenarnya tinggal bersama Omah, tapi karena suatu masalah aku harus angkat kaki dari kampung Omah. Aku tinggal disebuah desa terpencil bersama Nenek Rukmini, nenek kandung Gama" jelas Ayana.
Dira mengerutkan alisnya, ia tidak mengerti ucapan Ayana.
"Jadi, Nenek Rukmini yang menolongku kala diusir. Aku tinggal di rumah Nenek Rukmini hingga putraku lahir" jelas Ayana sambil memandang putranya. "Setelah itu kami putuskan untuk pindah ke kota. Lalu takdir mempertemukan kami dengan Fabio, pria tampan dan baik hati" Ayana menatap Fabio dan tersenyum lembut.
Fabio yang dipuji tentu saja salah tingkah. Sementara Gama tidak terima jika Ayana memuji pria lain. Terlebih pria itu adalah rivalnya.
'Tunggu hukuman dariku sayang' batinnya.
"Karena Fabio lah aku bisa berada di kota ini. Jika bukan karena bantuan Fabio, aku tidak tahu seperti apa kehidupanku sekarang" lanjut Ayana.
Bagi Ayana, Fabio sudah seperti seorang sahabat sekaligus kakak untuknya. Fabio adalah salah satu orang yang berjasa dalam hidupnya.
"Ya, seperti itulah singkat cerita dari kisahku. Jika ingin diceritakan lebih detail maka tujuh hati tujuh malam nggak akan selesai-selesai"
Dira mendengar kisah Ayana dengan baik. Apa yang dialami Ayana dulu kini ia rasakan. Tapi ia masih bisa dikatakan wanita beruntung karena bertemu dengan Aaron.
Aaron yang sedari tadi mendengar cerita Ayana kembali merasa bersalah atas apa yang telah dilakukan Ibunya pada wanita itu.
"Ayana, maafkan perlakuan Ibuku padamu" ucap Aaron tulus.
Ayana menatap pria itu lalu menggelengkan kepalanya, "Semuanya sudah berlalu, aku sudah melupakannya. Jadi tidak perlu meminta maaf lagi !" balas Ayana.
"Oh iya, aku tidak menyangka kalian bisa menikah. Terkadang kita tidak bisa menebak takdir kita seperti apa" lanjutnya.
Meskipun Ayana mengatakan jika dirinya sudah melupakan kejatahan Ibunya, tetap saja Aaron merasa bersalah.
"Tidak disangka ya, ternyata kalian saling mengenal" ucap Ayah Sandy.
"Kami juga tidak menyangka jika Aaron adlah keluarga kalian" ucap Omah.
"Baik kalau begitu kita mulai makan malam. Nanti kita lanjut bicara !" ucap Ibu Shita
"Iya, nanti makanannya keburu dingin" sambung Ayah Sandy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sambil nunggu novel ini Up, kakak² bisa mampir di karya teman Sa 🤗❤️
Judul : Learn To Love You
Author By : Mphoon
Yuk, jangan lupa mampir ya 😘
Sa sayang Korang 🤗❤️