
...🍃Happy Reading🍃...
Ciuman keduanya semakin lama semakin panas, tangan Gama mulai meraba tubuh Ayana dengan nakal. Tangannya mencari dua gunung yang menjadi tempat favorit tangannya bermain.
Ayana yang menikmati sentuhan tangan suaminya tanpa sadar mengeluarkan ******* yang tertahan. Tangan Ayana melingkar di leher Gama.
Gama yang sudah tidak bisa menahan hasratnya membaringkan tubuh Ayana dengan pelan. Pria itu menghentikan pagutannya dan hendak menceluti pakaiannya.
"Sa-Sayang... Kita pindah tempat yuk !" pinta Ayana ketika sadar mereka sedang berada di tempat yang terbuka. Ia takut Lucas melihat mereka sedang bercinta.
Gama yang juga menyadari tempat mereka tidak etis, akhirnya mengangguk. Ia harus menahan hasratnya sebentar sebelum mereka tiba di kamar.
Dengan langkah cepat, Gama membawa Ayana menuju kamar mereka. Gama kembali mencium bibir istrinya dengan lembut saat mereka berada di tangga hingga masuk ke kamar. Pria itu mengunci pintu kamar karena tidak ingin Lucas dan Zayyan melihat pertempuran mereka.
Tanpa mereka sadari Lucas dan Zayyan sedang berada di ruang tengah. Untungnya Zayyan sedang asik menonton sehingga tidak sadar jika kedua orang tuanya sedang bermesraan.
"Mereka memang tidak tahu malu. Arkh... Rasanya kepalaku ingin pecah" umpat Lucas kesal.
"Om kenapa ?" tanya Zayyan melihat Lucas yang terlihat kesal.
"Oh ini, tadi Om lihat dua tikus sialan" ucapnya.
Zayyan kembali fokus menonton kartun kesukaannya.
Sementara di kamar, suara erotis Ayana dan Gama saling bersahutan.
"Saaayhanng... Kamu di atas !" pinta Gama.
Gama turun dari tubuh Ayana, dan kini gantian Ayana yang berada di atas tubuh suaminya.
"Lebih cepat sayang !" pinta Gama.
Ayana semakin menggoyang tubuhnya sehingga membuat Gama merem melek.
"Ah... Kamu pintar sekali sayang" ucap Gama di sela desahannya. Tangan pria itu kini sibuk bermain di hubungi milik Ayana.
"Aku mau keluar By..." Teriak Ayana.
"Kita keluar sama-sama sayang" balas Gama.
Keduanya menambah tempo goyangan mereka hingga mereka mencapai puncaknya.
Keduanya mengerang saat merasakan kenikmatan duniawi.
"Terima kasih sayang, kamu sangat hebat" ucap Gama sambil mengecup pucuk kepala Ayana.
Tubuh Ayana lemas di atas tubuh Gama.
Keduanya mengatur nafas sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi. Mereka mandi berdua, hanya sekedar mandi.
Setelah itu mereka Turing menghampiri Lucas dan Zayyan. Lucas menatap Gama dan Ayana dengan malas.
"Kenapa menatapku seperti itu ?" Tanya Gama.
"Sudahlah, aku ingin pulang" balas Lucas.
Pria itu keluar dengan wajah kesal. Gama dan Ayana saling menatap bingung.
"Ada apa dengannya ?" tanya Gama bingung.
Ayana hanya mengangkat bahunya karena ia juga tidak tahu.
Malam harinya, Ayana sedang sibuk memasak di dapur. Sementara Zayyan dan Gama sedang bermain di ruang tengah.
"Sayang, kemarilah ! Kita makan malam dulu !" teriak Ayana.
Gama dan Zayyan segera berdiri dan menghampiri Ayana di meja makan.
"Ma, Zayyan ingin udang !" pinta Zayyan.
Ayana mengambilkan udang saos asam manis untuk putranya.
"Ma, Papa juga mau" rengek Gama.
Wajah Ayana bersemu merah saat mendengar ucapan suaminya. Ia juga mangambilkan udang untuk suaminya.
"Selamat makan sayang-sayangnya Papa" ucap Gama.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang tengah sambil bergurau.
"Mama, Papa apa benar kalian ingin honeymoon ?" tanya Zayyan polos.
Ayana terkejut saat mendengar pertanyaan putranya. Entah siapa yang mengajarinya.
"Sayang, siapa yang mengajarimu bertanya seperti itu ?" tanya Ayana.
'Sialan kamu Lucas' umpat Gama.
🍃
Saat ini Angga memberanikan diri untuk menemui Mona di rumahnya.
"Sayang ada apa ?" tanya Mona saat mereka sudah berada di taman belakang.
Angga tidak menjawab pertanyaan Mona..pria itu justru memeluk tubuh Mona dengan erat seraya berucap, "Maafkan aku sayang"
Mona terkejut dengan tingkah laku Angga. Ia bingung mengapa calon suaminya itu memeluknya dan meminta maaf.
"Sayang, kenapa kamu minta maaf ?" tanya Mona.
"Maaf, Mona sayang. Maafkan aku ! Aku bukan pria baik, aku pria bejat" ucap Angga terisak.
"Sayang sebenarnya ada apa ? Mengapa kamu menangis seperti ini ?" tanya Mona.
Angga melepaskan pelukannya, ia berusaha menahan tangisnya. Pria itu juga menatap mata calon istrinya dengan tatapan penuh rasa bersalah.
"Sayang, aku ingin mengatakan sebuah kisah masa lalu yang belum pernah aku ceritakan padamu" ucap Angga.
Mona mengerutkan keningnya, "Apa ini tentang kamu sering jajan di luar ?" tanya Mona.
"Bukan itu sayang. Kamu sudah tahu hal itu" balas Angga.
Ya, memang Mona tahu jika Angga pernah menjadi Casanova, tapi karena rasa cintanya pada pria itu, ia menerima semua masa lalu suaminya.
"Lalu ini masalah apa ?" tanya Mona.
"Ini tentang Dira ?" Jawab Angga lirih.
Mata Mona membulat kala calon suaminya menyebut nama sahabatnya.
"Aku tahu kamu pasti kecewa padaku. Tapi aku tidak bisa menahan ini lagi. Aku akan menerima keputusan kamu jika kamu ingin membatalkan pernikahan kita. Tapi perlu kamu ketahui Mon, aku sangat-sangat mencintai kamu sehingga membuat hatiku ingin berkata jujur sebelum melangsungkan pernikahan kita" ucap Angga.
Mona tidak menjawab ucapan Angga. Bibirnya terasa terkunci dan lidahnya terasa keluh.
"Sebenarnya Dira hamil anak..."
"Stop ! Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu !" potong Mona.
"Tapi Mon, kamu harus tahu siapa Ayah dari anaknya Dira !" tegas Angga.
"Aku tidak mau mendengarnya" tolak Mona, "sebaiknya kamu pergi saja !" usir Mona.
"Sayang, dengarkan dulu penjelasanku !" Pinta Angga memohon.
"Cukup Angga ! Aku ingin istirahat, pulanglah !" balas Mona.
Mona berlari masuk rumahnya, Angga menatap nanar kepergian Mona. Mau tidak mau ia harus pergi dari rumah Mona.
Hatinya masih terasa berat karena belum mengatakan yang sebenarnya. Tapi ia tidak akan menyerah, ia akan mengajak Mona berbicara lagi esok hari.
🍃
Pagi ini kesibukan Ayana bertambah. Pukul lima pagi ia sudah bangun untuk memasak sarapan. Setelah itu ia membangunkan Gama dan Zayyan. Tak lupa ia menyiapkan pakaian kerja suaminya.
Hari ini Gama memutuskan untuk masuk kerja sebelum kembali mengambil cuti untuk honeymoon.
Usai memandikan Zayyan dan membantunya memakai pakaiannya. Ayana kembali ke kamarnya.
"Sayang, bantu aku pakai baju !" pinta Gama manja.
Ayana yang hendak masuk kamar mandi mengurungkan niat. Ia membantu suaminya mengancing kemeja suaminya, setelah itu ia membantu Gama memasang dasi.
Gama memeluk pinggang Ayana, matanya menatap wajah cantik istrinya. Sesekali ia mengecup pipi dan bibir Ayana.
"Jangan By ! Nanti salah cara pasang dasinya" kesal Ayana.
Gama terkekeh saat melihat wajah kesal sang istri.
"Sudah selesai" ucap Ayana, sekarang kamu turun jika ingin makan duluan, makan saja ! Aku ingin mandi dulu" lanjut Ayana, wanita itu masuk ke kamar mandi.
Gama mengambil tas kerjanya dan turun ke bawah.
"Selamat pagi Boy" sapa Gama sambil mengecup pucuk kepala putranya.
"Selamat pagi Papa" balas Zayyan.
"Kita tunggu Mama dulu ya setelah itu kita sarapan bareng" ucap Gama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...