Young Mommy

Young Mommy
Part 81



...🍃Happy Reading🍃...


Dira terdiam sejenak, ia mencoba menerka-nerka perasaannya terhadap Aaron.


Aaron adlah pria yang baik dan sangat perhatian.


Tampan, pintar, memiliki profesi yang bagus, menurut Dira itu sudah sempurna.


Tapi, jika ditanya apakah ia mulai mencintai pria itu, maka jawabannya belum.


Dira memang nyaman dengan Aaron, tapi pria itu tidak bisa membuat hatinya bergetar.


Dira bahkan hanya merasakan mendapatkan perlindungan dari seorang kakak kepada adiknya.


"Dira belum mencintai Aaron, Bu. Begitupun sebaliknya. Tapi kami sedang berusaha menumbuhkan rasa cinta itu" jawab Dira.


"Memang kalian harus berusaha menumbuhkan rasa itu ! Apalah arti sebuah rumah tangga jika tidak ada dasar cinta. Yang ada kalian akan saling menyiksa hati sendiri" balas Ibu Shita.


Dira mengangguk mengerti, memang seharusnya rumah tangga didasari oleh cinta. Karena cinta adalah pondasi utama kebahagiaan dalam berumah tangga.


"Bu..." panggil Fabio yang baru saja pulang dari kerja.


Tadi ia mencari sang Ibu, tapi ia tidak melihat siapa-siapa di dalam rumah. Akhirnya Fabio melangkah ke taman belakang, berharap sang Ibu ada disana.


"Bio, kamu sudah pulang ?" tanya Ibu Shita.


Fabio tidak menjawab, pria itu mencium punggung tangan sang Ibu. Ia sempat melirik Dira yang sedang menatapnya.


"Bu, Fabio bisa minta tolong tidak ?" tanya Fabio pada sang Ibu.


"Minta tolong apa ?" balas Ibu Shita.


"Jadi tiga hari kedepannya, Fabio harus kita Malang untuk bertemu meninjau beberapa anak perusahaan disana. Boleh tidak Fabio meminta bantuan Ibu untuk mengurus toko roti milik Ayana ?"


"Tentu saja boleh" jawab Ibu Shita.


"Terima kasih Bu" ucap Fabio tersenyum.


"Sama-sama" balas Ibu Shita, "Ya sudah, kita masuk rumah yuk !" lanjutnya mengajak Fabio dan Dira masuk.


Dira membantu Ibu Shita di dapur sementara Fabio masuk kamarnya untuk mandi.


Malam pun tiba, semua orang sedang berkumpul di meja makan untuk makan malam.


"Aaron mana ?" tanya Fabio saat menyadari sepupunya tidak ada.


"Hari ini Aaron lembur dan dia tidak pulang malam ini" jawab Ibu Shita.


Fabio hanya ber-oh ria. Mereka melanjutkan makan malam tanpa suara.


🍃


Berbeda di rumah orang tua Gama. Suasana makan malam terasa hangat.


Setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang tengah. Saat ini mereka sedang menjadi pendengar baik Zayyan, pria mungil itu bercerita bagaimana ia mengerjai sang Papa.


"Setelah Zayyan cuekin Papa, Zayyan manggilnya dan memintanya bermain bersama. Tapi Papa justru menangis dan memeluk tubuh Zayyan, katanya air mata kebahagiaan" lanjutnya.


"Benarkah ?" tanya Gala sambil tersenyum meledek.


"Iya Om. Zayyan tuh heran, kenapa orang kalau sedih menangis terus bahagia juga menangis ? Harusnya tuh kalau bahagia tersenyum dan tertawa" ucap Zayyan polos.


"Menangis karena sedih itu beda dengan menangis bahagia, jika bahagia terus keluar air matanya itu namanya terharu" jelas Gala.


"Gitu ya Om ?"


"Iya"


Cukup lama mereka mengobrol dan bersenda gurau. Saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Ayana pamit pulang.


Gama mengantar calon istrinya dan juga putranya pulang. Setelah tiba, Gama membantu Ayana mengangkat kopernya.


"Kalian sudah pulang ?" tanya Omah.


"Iya, Omah" jawab Ayana.


Mereka masuk rumah. Setelah Ayana membawa kopernya masuk ke kamar, ia membuat teh hangat untuk Gama.


"Terima kasih sayang" ucap Gama.


Seketika wajah Ayana bersemu merah. Setiap kali Gama memanggilnya sayang, dadanya pasti bergetar.


Gama tersenyum geli melihat Ayana yang salah tingkah.


"Oh iya, lusa aku dan keluargaku akan datang melamar. Setelah itu kita akan menentukan tanggal pernikahan. Kita akan melakukan fitting baju dan memilih cincin pernikahan" ucap Gama.


"Lalu bagaimana dengan persiapan lainnya ?" Tanya Ayana.


"Kami tenang saja sayang, kan aku sudah bilang jika semuanya akan menjadi urusan orang tuaku"


Gama menarik tangan Ayana dan mengelusnya lembut.


"Setelah menikah nanti, apa kamu ingin ke suatu tempat untuk berbulan madu ?" tanya Gama.


Wajah Ayana kembali bersemu kala Gama membahas bulan madu.


"Emm... Bisakah kita menundanya ?" tanya Ayana hati-hati.


"Tentu saja bisa sayang, bagiku mau bulan madu atau tidak tetap saja kita bisa melakukannya" jawab Gama ambigu.


"Me-melakukannya ?" beo Ayana terbata.


Gama tersenyum dan mengangguk. "Aku tidak akan memaksa kamu untuk honeymoon" ucapnya seraya mengecup punggung tangan Ayana dengan lembut.


"Aku bukannya tidak ingin pergi honeymoon. Aku hanya belum bisa dalam waktu dekat ini. Setelah menikah nanti, dua atau tiga hari aku harus kembali ke Surabaya" jelas Ayana.


"Iya sayang, aku tahu itu" balas Gama.


Pria itu mengerti jika Ayana belum bisa meninggalkan toko roti miliknya.


"Jika kamu ingin kita honeymoon, kamu ingin ke negara mana ?" tanya Gama.


"Aku belum tahu, tapi kota Paris sepertinya sangat bagus" jawab Ayana.


"Atau kita ke Cappadocia, Korea Selatan juga bagus" lanjut Ayana.


"Kalian begitu kita kunjungi saja semuanya" jawab Gama.


"Yang benar saja. Pilih satu saja diantara tiga tempat itu" protes Ayana.


"Aku serius sayang, kalau kamu mau kita bisa ke tiga tempat yang kamu sebut tadi. Bahkan aku bisa mengajak kamu keliling dunia" jawab Gama bangga.


"Mana ada orang honeymoon keliling dunia. Lagian kalau kita kunjungi ketiga tempat itu, kita akan lama mengambil waktu libur. Kan kasihan Zayyan jika kita tinggal terlalu lama" balas Ayana tidak setuju.


"Zayyan bisa ikut dengan kita" jawab Gama.


"Mana ada orang honeymoon membawa anak ?" ucap Ayana.


"Oh iya, aku lupa sayang, kita kan mau menikmati waktu berdua setelah menikah" Gama menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kalian ini, belum juga menikah sudah bahas masalah honeymoon" sahut Mama Lisa yang baru saja keluar dari kamar.


Ayana dan Gama tentu merasa malu, keduanya salah tingkah sehingga membuat Mama Lisa terkekeh.


"Kalian sudah lama ?" tanya Mama Lisa.


"Baru saja Ma" jawab Gama.


"Oh,maaf Mama tidak menyambut kalian karena Papa sedang masuk angin" ucap Mama Lisa.


"Papa sakit ?" tanya Ayana.


"Hanya masuk angin" jawab Mama Lisa, "Sekarang udah agak enakan setelah Mama kerokin" lanjutnya.


"Ya sudah, kalian lanjut saja mengobrol, Mama mau buat teh hangat untuk Papa" pamit Mama Lisa.


Gama dan Ayana kembali mengobrol, sesekali Gama melemparkan gombalan untuk calon istrinya itu. Ia sangat suka menggoda Ayana yang tampak salah tingkah saat dirayu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udah ya 3 bab 😘 jangan lupa kasih kopi 😁