
...🍃Happy Reading 🍃...
Hari ini Gama mendatangi rumah Ayana. Ia berharap sudah ada kabar tentang wanita itu. Tapi sayangnya keluarga Ayana belum juga mendapatkan informasi tentang keberadaan Ayana.
Gama melihat Mama Lisa dan Omah Ayana sangat sedih. Papa Hartono yang terlihat semakin kurus karena tidak mengurus dirinya dengan baik. Pria paruh baya yang dulunya terlihat gagah itu terlalu sibuk mencari keberadaan putri dan cucunya.
"Maafkan kesalahan Gama dulu Om, Tante, Omah. Harusnya Gama tidak meninggalkan Ayana tanpa status yang pasti. Benar kata Om jika aku adalah pria yang pengecut" ucap Gama penuh penyesalan.
"Sudah tidak ada lagi yang perlu dimaafkan. Semua sudah terjadi. Mungkin ini memang takdir yang harus dijalani Ayana. Kami hanya berharap bisa segera bertemu dengan putri kami" jawab Papa Hartono.
Keluarga Ayana sudah memaafkan kesalahan Gama. Mereka sudah terlalu lelah membenci dan menyalahkan pemuda itu.
"Gama akan berusaha lebih keras lagi untuk menemukan Ayana" ucap Gama semangat.
Keluarga Ayana mendukung apapun yang akan dilakukan Gama agar Ayana bisa ditemukan. Mereka akan membantu Gama dengan doa.
Setelah cukup lama di rumah Ayana, Gama pulang ke apartemennya. Tapi pria mendadak kesal saat melihat Shintia di depan pintu apartemennya.
"Sudah berapa kali aku katakan, jangan pernah datang menemuiku ! Sampai kapanpun aku tidak akan mau menikah denganmu" pekik Gama.
Shintia tersenyum sinis mendengar penolakan Gama, "Jika kamu tidak ingin menikah denganku. Kamu pasti tahu konsekuensinya ?" tanya Shintia tersenyum penuh kemenangan.
"Aku tidak peduli dengan konsekuensi yang akan aku dapat. Kamu pikir dengan mengandalkan orang tuamu bekerja sama dengan orang tuaku maka aku akan dengan mudahnya menerima perjodohan ini ?" tanya Gama, "Kamu salah Shintia. Sampai kapanpun aku tidak akan menikah denganmu bahkan jika aku kehilangan semua hartaku sekalipun untuk membayar ganti rugi pada keluargamu" lanjut Gama terkekeh saat melihat wajah kesal Shintia.
Pria itu segera masuk ke apartemennya dan menutup pintu dengan kasar.
Shintia mengepalkan tangannya mendengar ucapan Gama. Harga dirinya sudah diinjak-injak oleh Gama dan wanita itu tentunya tidak terima.
"Sialan kamu Gama... Aku tidak akan pernah melepaskan dirimu" teriaknya.
Shintia lalu meninggalkan apartemen Gama dengan kaki yang mencak-mencak.
🍃
Puas bermain di pantai, akhirnya mereka pun kembali ke toko. Zayyan yang begitu lelah karena bermain kini tertidur pulas di dalam mobil.
"Biar aku yang menggendongnya" ucap Fabio mengambil alih Zayyan.
Fabio membawa Zayyan masuk ke ruangan Ayana, ia membaringkan Zayyan dengan pelan. Setelah itu ia keluar dan mendapati Ayana sedang duduk di salah satu meja. Ia menghampiri wanita itu.
"Mau minum atau makan sesuatu ?" tanya Ayana.
"Tidak usah, sebentar lagi aku pulang" jawab Fabio.
Lalu keduanya terdiam dan sibuk dengan pemikiran masing-masing. Tanpa keduanya sadari, ada tiga pria mudah yang duduk di meja paling pojok sedang menatap ke arah mereka.
Mereka adalah Gala dan kawan-kawan. Sedari tadi mereka melihat Ayana masuk bersama seorang pria yang menggendong Zayyan. Melihat hal tersebut membuat Gala mengepalkan tangannya.
"Sepertinya Ayana sudah mempunya kekasih" tebak Lerry.
"Benar" sahut Tio.
Gama tidak menghiraukan ucapan kedua sahabatnya. Ia masih menatap tajam ke arah Ayana dan Fabio.
Tak lama mereka melihat Fabio berpamitan pada Ayana, setelah pria itu pergi Gala hendak mendekati Ayana. Tapi Tio menahannya.
"Jangan gegabah !" ucap Tio sambil menggelengkan kepalanya.
"Benar kata Tio, kita pantau dari akun saja ! Kita tunggu waktu yang tepat untuk menemui Ayana !" Sambung Lerry.
Akhirnya Gala setuju dan berusaha menahan diri agar tidak muncul di hadapan Ayana.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan toko Bakery milik Ayana.
Sementara Ayana kini sudah berada di ruangannya berbaring di samping Zayyan. Tubuhnya terasa lelah sehabis jalan-jalan di pantai. Karena rasa lelah itu, akhirnya Ayana tertidur sejenak.
Pukul 5 sore, Ayana menutup tokonya. Sebelum pulang, Ayana mampir di mini market terlebih dahulu. Setelah berbelanja, mereka pulang ke rumah.
Tiba di rumah Ayana membantu Zayyan mandi sore, setelah itu ia menyusun barang belanjaannya di dapur sebelum ia membersihkan tubuhnya sendiri.
"Zayyan nonton dulu ya ! Mama mau masak makan malam" ucap Ayana.
Memang Ayana dan Zayyan hanya tinggal berdua. Bibi Ar kini telah kembali bekerja di rumah Fabio.
Selesai memasak, Ayana memanggil Zayyan makan malam. Keduanya makan dengan tenang. Selesai makan mereka menonton kembali di ruang tengah.
"Udahan ya, Nak ! Zayyan sikat gigi dulu, cucu muka dan kaki setelah itu tidur !" perintah Ayana pada putranya.
"Baik Ma" jawab Zayyan.
Ayana merasa bersyukur karena putranya merupakan anak yang penurut dan tidak banyak tingkah.
🍃
Seminggu berlalu, Ibu Shita meminta Ayana untuk bermalam di rumahnya karena besok adalah hari ulang tahunnya. Ibu Shita akan mengadakan pesta dan mengundang keluarga besarnya dan beberapa kenalannya.
Ayana tentu saja setuju kerena tidak enak hati menolak permintaan Ibu Shita yang telah banyak membantunya.
"Kamu tidur di kamar kamu yang dulu ! Bibi Ar sudah merapikan tempat tidurmu" ucap Ibu Shita.
"Baik Ibu, kalau begitu Ayana dan Zayyan istirahat duluan ya, Bu" pamit Ayana.
"Silahkan sayang"
Setelah pamit, Ayana segera merebahkan tubuhnya di kasur bersama dengan Zayyan. Sebelum ia tidur ia menidurkan anaknya terlebih dahulu. Saat Zayyan sudah tertidur nyenyak, Ayana juga ikut masuk alam mimpi.
Keesokan harinya, para ART sibuk mempersiapkan pesta ulang tahun majikannya. Ayana tidak tinggal diam, ia juga ikut membantu para ART tersebut.
"Ay, ku pesanan Ibu mana ?" tanya Ibu Shita.
"Jam 10 nanti karyawan Ayana mengantar kue Ibu, jadi Ibu tenang saja !" jawab Ayana tersenyum.
"Terima kasih sayang" ucap Ibu Shita tulus.
"Sama-sama" jawab Ayana.
Ibu Shita kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Sementara Ayana masih menyusun beberapa kue di atas meja. Setelah semua selesai, Ayana masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya dan pakaian Zayyan.
"Ma, nanti banyak orang ya ?" tanya Zayyan.
"Iya, nanti banyak keluarga dan teman Omah Shita dan Opah Sandy" jawab Ayana.
Tangan wanita itu sibuk merapikan rambut Zayyan. Setelah rapih mereka keluar dan ikut bergabung di ruang tengah.
Beberapa tamu mulai berdatangan baik keluarga Ibu Shita maupun keluarga Ayah Sandy. Beberapa teman mereka juga sudah datang.
"Ma, Zayyan duduk sama Om Bio ya" izin Zayyan.
"Baiklah, tapi ingat harus jadi anak penurut ! Jangan bikin Om Bio repot !" pesan Ayana.
"Baik Ma" jawab Zayyan sebelum mendekati Fabio.
Ayana duduk tidak jauh dari kursi Ibu Shita. Wanita itu duduk dengan anggun sambil memperhatikan tamu yang datang. Sesekali ia melirik ke arah Zayyan yang terlihat asik bercerita dengan Fabio.
Tapi tiba-tiba mata Ayana membulat kala melihat seorang pria menghampiri Fabio. Ia jelas mengingat siapa pria itu. Seketika tubuhnya mendadak kaku saat mata mereka tak sengaja bertemu.
"Ayana..." ucap pria itu terdengar jelas di telinga Ayana.
Fabio yang mendengar suara pria yang baru saja menyapanya, merasa heran. Seketika hatinya bertanya, apakah Ayana dan pria di sampingnya saling kenal ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo sayang²ku 😘 sambil nungguin Novel ini Up, ini Sa kasih rekomendasi novel bagus untuk kalian 🤗 jangan lupa mampir ya 🤩
Judul : Back To Mantan
Author : Bhebz