You Saw Me?!

You Saw Me?!
Bersembunyi



Eps. 97


Arion menatap tajam pada pada ponsel Clara yang terus berdering. Ia begitu jengah dan membiarkan saja panggilan itu mati kemudian, ia me non aktifkan benda kotak itu.


Kenapa orang itu selalu menelpon akhir-akhir ini!


Nama kontak yang muncul di ponsel itu membuat perasaan Arion begitu kesal dan merasa terancam tiba-tiba.


Di sisi yang lain, entah kenapa keluarga Clara juga terlihat lebih banyak diam dan canggung saat bicara dengan Arion.


Apa mereka tahu bahwa aku bukan Clara? Aku harus berhati-hati.


"Clara, apa kau tidak melihat grup chat? Bla bla bla bla," ucap Dita seolah enggan untuk berhenti. Sedangkan temannya yang bernama Alice terlalu banyak diam, memperhatikan Arion tajam seolah mencurigai sesuatu.


Arion begitu malas melayani teman-teman Clara. Ia hanya berdeham seadanya lalu keluar saja sendiri saat istirahat.


Sama juga saat pulang sekolah. Arion lebih suka keluar rumah meskipun hanya untuk makan atau sekedar jalan-jalan membeli camilan dan duduk di taman bermain agar bisa menikmati waktunya dengan Clara.


Meskipun sebenarnya, ia lebih suka tidur di kamar dan bersama Clara di alam mimpinya. Tapi sayangnya, Arion tidak bisa melakukan itu lagi di situasi saat ini.


Hal yang paling tidak Arion suka adalah pergi ke sekolah. Selain teman-teman Clara yang selalu berisik, hantu tampan ini tidak suka jika harus belajar dan mengerjakan tugas. Dan lagi, laki-laki pengganggu itu selalu muncul dengan senyum sok tampan dan berbicara terlalu manis pada Clara.


Apalagi jika tubuh Clara tiba-tiba berdetak dengan berbeda saat melihat laki-laki itu. Arion cemburu. Ia bisa saja tengelam dalam kecemburuan dan merusak laki-laki blonde itu.


Sangat menyebalkan. Jika saja Arion bisa, ia akan mematahkan leher laki-laki itu hingga ia tidak bisa bertemu Clara lagi.


Apa ku hancurkan saja mereka menggunakan tubuh ini? Tapi itu akan sangat banyak memakan tenaga. Apalagi paman Clara bukanlah orang sembarangan.


Atau … aku bawa saja tubuh Clara pergi. Dengan begitu tidak akan ada yang mencoba memisahkan kami.


Arion berjalan perlahan di jalanan kompleks perumahan Clara. Tubuhnya benar-benar lelah. Membawa tubuh ini butuh begitu banyak tenaga. Sangat berbeda dengan tubuh hantunya yang tidak butuh makan, minum, ataupun istirahat.


Arion membuka gerbang dan hendak beranjak masuk ke dalam rumah. Namun, ia menghentikan langkah dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam.


Di dalam sana, ancaman itu nyata untuk Arion.


Arion tersenyum miring dan mendengus kesal. Mereka benar-benar tahu bahwa dirinya bukanlah Clara yang sebenarnya.


"Sial!" umpat Arion kemudian berbalik dan berlari cepat meninggalkan rumah itu.


Kenapa semua orang selalu ingin mengusikku!


Disisi lain. Leo baru saja meletakkan cangkir teh yang baru saja ia minum.


Laki-laki tampan paruh baya ini tiba-tiba menatap tajam pada apa yang ada di hadapannya, kemudian menegakkan punggungnya perlahan.


"Dia tahu aku disini," ucapnya pada keempat anggota keluarga Clara yang sedang duduk bersamanya.


.


.


.


Setelah malam itu, sudah dua hari Clara tidak pulang kerumah. Semua orang di dalam rumah terlihat khawatir, terutama Harumi.


"Dimana dia sekarang? Apa dia baik-baik saja," ucap Harumi khawatir.


"Jangan khawatir. Hantu itu pasti bisa menjaga Clara dengan baik. Dia begitu menyukai Clara," jawab Leo tenang.


"Malam ini. Kita cari dia. Sepertinya aku tahu dimana dia sekarang," ucap Leo yakin.


*


Arion membuka mata, kemudian menoleh pada jendela yang sudah tidak terlihat cahaya. Ia sudah menginap di penginapan ini dua hari lamanya. Entah sampai kapan dia akan lari. Mungkin akan lebih baik jika ia bisa lari lebih jauh dari kota ini.


Masalah hidup, Arion bisa melakukan semua dengan baik. Setidaknya dirinya dan Clara bisa hidup tenang dari gangguan siapapun.


Arion mematikan ponsel milik Clara karena benda itu sangat berisik. Entah panggilan dari teman-temannya ataupun keluarganya, itu membuat Arion risih.


Arion sudah mengemasi barangnya dan menggendong ransel milik Clara. Ia berjalan perlahan hendak ke minimarket untuk membeli sesuatu.


Hampir saja tiba di minimarket yang dituju, tubuh Arion tiba-tiba tersentak begitu melihat Leo sudah berada di hadapannya.


Akh! Sial! Kenapa aku tidak merasakan kedatangannya!


Arion berdiri dengan waspada. Kedua tangannya sudah menggenggam kuat selempang ransel di kanan dan kiri dadanya, bersiap untuk berlari.


"Halo, Clara. Kebetulan sekali kita bertemu. Apa kau tidak merindukan Paman?" ucap Leo tersenyum manis, hanya beberapa detik. Karena setelahnya, laki-laki yang terlihat berwibawa itu menatap tajam dan dingin pada Arion.


"Ck!" Tidak perlu menjawab pertanyaan basa basi itu karena Arion tahu bahwa Leo sudah paham dengan dia yang ada di dalam tubuh Clara.


Dengan cepat hantu tampan ini berbalik dan hendak kabur, namun sekali lagi ia tersentak saat adik Clara sudah berdiri menghadang disana.


"Mau kemana Kak?" tanyanya datar.


Sial! Bagaimana mereka bisa menemukanku!


Arion melirik sekilas ke arah jalan. Jalanan sedang sepi, tidak ada kendaraan yang melintas. Disaat itulah Arion menghentakkan tubuhnya dan berlari cepat menghindari keduanya.


Leo dan Ryo segera mengejar dengan kecepatan penuh. Malam hari ini tidak terlalu banyak orang yang melintas, jadi Arion bisa lari dengan leluasa. Namun sayangnya, kedua orang yang mengejar di belakang juga bisa mengejar Arion dengan leluasa.


Arion berbelok ke arah lapangan kecil dan bersembunyi disana. Lapangan yang cukup luas, dengan taman bermain kecil di sebelahnya.


Tubuh Clara sudah tidak bisa diajak berlari lagi, Arion sudah ngos ngosan karena membawa tubuh yang bukan miliknya.


"Sial! Sial! Sial!" ringisnya pelan.


Cukup lama Arion menunggu. Setelah dilihat tidak ada tanda-tanda orang yang mengejarnya, Arion keluar dari persembunyian dan mencoba kembali berlari. Ia sudah tidak bisa bersembunyi terlalu lama karena ia butuh minum.


Sayangnya, saat Arion keluar, kedua laki-laki tadi menemukan Arion saat hantu tampan ini hendak keluar lapangan.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Arion tertangkap. Lapangan yang tidak ada hambatan sama sekali membuat Arion mudah tertangkap. Tubuhnya sudah begitu lelah karena beberapa hari ini kurang istirahat.


"Jangan lari lagi. Cepat keluar dari tubuh Clara sebelum aku mengusirmu dengan paksa," ancam Leo. Laki-laki tinggi besar ini meringkus Arion dengan mengunci kedua tangannya di belakang. Leo juga mencengkram kepala Arion kuat.


Arion tersenyum sinis dan mendengus. "Hah?! Lakukan saja jika kau bisa. Clara bahkan tidak mencoba untuk sadar dari tidurnya!"


"Ck! Lepaskan Kakak ku! Carilah orang lain yang kau inginkan!" marah Ryo di hadapan Arion.


Leo hendak menyentuh pucuk kepala Arion, dengan kekuatannya akan mengeluarkan Clara saat itu juga. Namun, dengan kekuatan Arion yang tersisa, hantu tampan itu berhasil menepis dan lepas dari cengkraman Leo.


Tidak bisa lari lagi, Arion akan menghadapi keduanya. Ia berencana, saat keduanya kelelahan dan mungkin sedikit cereda, Arion akan lari meninggalkan kota ini.


"Jangan coba-coba kabur lagi. Kau tahu kan, kau hanya bisa kabur tapi tidak akan bisa bersembunyi," ancam Leo dingin dengan mata tajamnya.


"Aku tidak akan lari Pak Tua!"