
Eps. 109
Alice bercerita panjang lebar tentang Lisya yang banyak mencurahkan hatinya pada kedua teman Clara itu saat Lisya sedang meminjam.
Setelah mendengar penjelasan Alice, akhirnya Reyhan mengerti ketika Lisya bertanya 'bagaimana jika Clara menyukaimu?'
Lisya sudah mengetahui bahwa Clara mulai menyukai Reyhan dan perasaan itu semakin kuat.
Alice bahkan sengaja memilih kuliah di universitas yang sama dengan Clara, karena kebetulan fakultas yang dipilih Alice juga ada disana. Dan universitas di kota M itu juga merupakan universitas yang cukup banyak diminati.
Teman Clara yang berambut panjang ini selalu melaporkan pergerakan Clara. Entah dari video, foto, atau sekedar memberikan informasi. Jadi, Reyhan bisa tahu apapun pergerakan Clara.
Reyhan sangat senang karena Clara ternyata benar-benar mencintai Reyhan. Gadis itu sempat frustasi selama hampir satu tahundan berhasil bangkit saat Alice menyuruh Reyhan untuk membuat inslagram.
Sebenarnya Reyhan paling tidak suka aktif di media sosial, tapi itu adalah cara Alice agar Clara masih bisa melihat kegiatan Reyhan. Dan menatap foto-foto Reyhan saat Clara sedang merindukannya.
Reyhan cukup takjub betapa keras kepalanya gadis itu. Dengan perasaan yang begitu kuat pada Reyhan, tapi dia tetap saja menolak saat Reyhan menyatakan perasaannya.
Namun, setidaknya Reyhan sangat senang karena Clara terus memikirkannya setiap saat.
"Dia menangis setiap malam, kadang malas untuk keluar bahkan hanya untuk makan. Apa kau lihat muka polosnya tanpa make up sedikit pun?
Ini sudah hampir setahun. Bagaimana kalau kau membuat inslagram agar dia bisa menatap foto-foto mu? Dia akan curiga jika aku terlalu memiliki banyak informasi tentang mu," suruh Alice.
Sesekali memang seperti ini. Mungkin tiga atau enam bulan sekali, Alice akan bertemu dengan Reyhan jika dirasa perlu. Memikirkan apa yang baik jika Clara sudah diluar kendali.
Mereka duduk berdua di cafe, atau bertiga dengan kekasih Alice. Bertemu di kota M.
"Bagaimana jika kau juga mengupload video yang bisa membuatnya cemburu. Sedikit memberinya teguran agar dia sadar dan takut kehilangan mu," suruh Alice.
"Harus begitu kah? Tapi aku tidak suka dekat dengan wanita lain," sanggah Reyhan.
"Tidak perlu dekat. Kau cukup buat video saat kerja kelompok, yang penting terlihat ada anak perempuan disana. Sisanya, aku yang urus," suruh Alice. Reyhan hanya mengangguk singkat.
Disaat itu juga, terkadang Reyhan akan mampir ke fakultas Clara mengenakan jaket dan masker. Tanpa topi agar tidak terlalu mencolok. Ia hanya ingin melihat Clara secara langsung karena Reyhan juga merindukan gadis itu.
"Aku sudah mengatakan padanya bahwa Lisya akan merestui kami, tapi dia tidak percaya," ucap Reyhan kemudian menghela pelan, menatap minuman di depannya.
Alice mengangguk mengerti. "Clara sedang sibuk dengan skripsinya. Aku akan mencari waktu menjelaskan padanya."
Dan pertemuan terakhir dengan Alice.
"Ada senior yang menyatakan perasaannya pada Clara," ucap Alice.
Reyhan cukup terkejut tapi itu tidak menyakitinya karena Clara dengan tegas menolak pria itu.
"Sehari setelah acara wisuda, kami akan langsung kembali ke kota kita. Akan lebih baik jika memberikan sedikit kejutan padanya."
"Maksudnya?" tanya Reyhan tidak mengerti.
"Bawalah kakak sepupumu yang waktu itu, dan kita akan bertemu di supermarket B, kau harus menyapanya. Akan kuberi tahu jika kita hampir sampai," jawab Alice menjelaskan.
"Baiklah."
"Dan hal baiknya Rey. Dia mau menyatakan perasaannya pada mu."
Reyhan tersenyum. Seketika hal jahil muncul di kepalanya untuk sedikit mengerjai Clara.
"Terima kasih Alice. Bantuanmu sangat berharga."
"Santai saja."
"Honey … Apa sudah selesai?" tanya seorang laki-laki tinggi namun begitu manis menatap Alice lembut, kini sudah duduk disamping Alice.
Alice tersenyum sangat bahagia lalu merebahkan kepalanya pada kekasihnya itu. "Yes, Dear. Mereka sungguh merepotkan. Tapi aku senang, usaha ku tidak sia-sia," jawab Alice tersenyum kecil.
"Kau memang yang terbaik," ucap laki-laki itu mengusap pucuk kepala Alice.
*
"Siapa tadi?" tanya kakak sepupu Reyhan setelah mereka di dalam mobil.
"Gadis yang kusuka."
"Benarkah?" tanya nya berbinar. "Akhirnya onty akan punya menantu," gumamnya heboh.
"Kenapa tidak pacaran?"
"Sebentar lagi, Kak."
Gadis itu tersenyum begitu lebar. "Ya, baguslah. Setidaknya sekarang kau bisa mencintai seseorang lagi."
Benar. Keluarga dekatnya tahu betapa terpuruknya Reyhan saat Lisya meninggal. Dan syukurlah, Lisya mau bertahan agar Reyhan tersenyum lagi dan membawakan gadis yang bisa membuatnya bahagia.
Reyhan mengelus punggung Clara dengan lembut dan teratur. Kilasan perjuangannya selama ini yang begitu berat, menahan rindu untuk bertemu, dan berbagai drama lainnya kini sudah terbayar.
"Terima kasih sudah mau menunggu ku," ucap Clara dengan mata yang sudah bengkak.
"Bukankah sudah kukatakan padamu kalau aku tidak mudah menyukai seseorang? Aku tahu kau begitu mencintaiku dengan tulus, makafari itu Lisya juga menyukaimu.
Terkadang dia memang begitu membenci orang yang menyukai ku, tapi tidak dengan mu. Lisya selalu ingin kau bersamaku. Hanya saja. Kau begitu keras kepala," cibir Reyhan sedikit cemberut.
"Maafkan aku," pinta Clara bersedih.
Reyhan tersenyum, membelai lembut pipi itu. "Setidaknya sekarang kau tidak melarikan diri lagi. Aku mencintai mu."
"Aku juga mencintaimu," balas Clara.
Reyhan merapikan rambut Clara ke belakang telinganya. Kembali mencium dan ******* bibir ranum itu. Clara juga menikmati pang*tan mereka, dan berciuman lebih dalam.
Sedikit lama akhirnya mereka melepas pang*tan, menempelkan kening mereka bersama, tersenyum menikmati suasana itu.
"Berjanjilah untuk selamanya bersama ku," ucap Reyhan.
Clara mengangguk dan menempelkan hidungnya pada hidung Reyhan, tersenyum dengan wajah begitu bersinar.
...TAMAT...
Akhirnya saya bisa menyelesaikan ini dengan cukup puas.
Terima kasih untuk para pembaca, terima kasih untuk setiap vote, komen, like dan dukungan lainnya.
Maaf mungkin novel ini tidak sempurna.
Jangan lupa di share ya ... Semoga endingnya cukup memuaskan...
Mungkin ada yang mau mampir untuk cerita ku yang satunya "My New Husband"
Finally, Thank you 🥰