The MAFIA And His Angel

The MAFIA And His Angel
Kesedihan Dave



Dave melamun sambil menatap bangunan-bangunan yang menjulang tinggi di hadapannya. Perasaan marah, kesal dan sedih bercampur satu. Dia marah karena Sherly pergi tanpa memberitahunya. Dan bukan hanya itu, kekasihnya tersebut pergi bersama pria lain yang Dave yakini adalah Roby.


Sudah berulang kali Dave mencoba mencari dan menghubungi keduanya, namun hasilnya nihil. Yang dia dapati justru kekecewaan.


Dave benar-benar merasa menyesal atas apa yang terjadi. Mulai dari mengacuhkan Sherly, hingga membentak bahkan menghinanya karena dirinya yang di landa api cemburu. Jujur saja jika Dave masih mencintai Sherly, namun masalah yang ada di perusahaan daddy-nya, membuatnya harus sibuk mengurus bahkan menstabilkannya. Bahkan, posisinya justru di gantikan oleh Roby.


Dave tahu jika Sherly pergi karena tidak tahan dengan sikapnya. Bahkan, resepsionis itu mengatakan bahwa Sherly pergi di hari saat mereka baru saja bertengkar. Ingin rasanya Dave mengulang semuanya dan meminta maaf, namun semuanya sudah terjadi. Penyesalannya datang saat wanita yang di cintainya telah pergi.


Hari ini, tepat ketiga harinya Sherly dan Roby pergi. Tapi James belum juga memberinya kabar. Dave lalu memutuskan untuk menemui pria itu di apartementnya.


...* * * ...


"Bagaimana?" tanya Dave pada James.


"Maaf, Dave. Aku tidak dapat menemukan mereka." James menghindari tatapan dari Dave. Bukan tanpa alasan dia melakukan itu, karena pria di hadapannya ini dapat membaca gerak-gerik seseorang hanya dari sebuah tatapan.


Sebenarnya James tidak pernah mencari keberadaan Sherly maupun Roby. Karena sebelum mereka pergi, kedua lawan jenis tersebut menemuinya. Sherly meminta kepada James agar jangan mencarinya, walaupun Dave yang meminta.


Awalnya James tidak mengerti dengan apa yang terjadi, namun setelah Roby menjelaskan, barulah James mengerti dan menuruti keinginan Sherly. Wanita itu tidak ingin keberadaannya di ketahui oleh siapaun, baik itu Vika maupun Angel. Biarlah keberadaannya saat ini hanya Roby yang mengetahui.


Jika James memang benar mencarinya, mungkin saat ini dia sudah menemukan keberadaan keduanya.


Mendengar jawaban dari James, membuat Dave bertambah marah. Bahkan pria itu mencengkeram kerah sweater James sambil menatapnya tajam.


"Kau bisa menemukan Mafia itu! Tapi mengapa kau tidak bisa menemukan Sherly?" bentak Dave. James justru menampilkan wajah datarnya. Sekarang James tahu bahwa sikap Dave inilah yang membuat Sherly tidak bisa untuk bertahan.


"Harusnya kau sadar, Dave. Bahwa karena sikapmu ini yang membuat dia pergi."


Cengkeraman tangan Dave melemah, secara perlahan cengkeramannya mulai terlepas. Dave melangkah mundur dengan wajahnya yang di liputi kesalahan.


"Tidak tahukah kau, bahwa Sherly saat mencintaimu? Namun kata-kata yang keluar dari mulutmu sangat menyakiti hatinya, hingga dia pun memutuskan untuk pergi."


Pikiran Dave berkelana entah kemana. Masa-masa terindahnya dengan Sherly tiba-tiba memasuki ingatannya. Kemudian, sekelebat bayangan dirinya yang membentak dan menghina Sherly pada tempo hari lalu, juga ikut menyeruak di pikirannya.


Tak tahu harus mengatakan apa lagi, Dave pun memutuskan untuk pergi dengan langkahnya yang lunglai. Kini Sherlynya sudah pergi meninggalkan dirinya akibat kesalahan dan kecerobohannya.


"Sherly, maafkan aku. Kumohon kembali!" bisik Dave dengan di susul dengan isakannnya.


...* * * ...


Melihat kekacauan yang terjadi, James mengajak Vika untuk mengundurkan diri. Awalnya Vika bertanya apa alasannya, tapi James tidak menjawabnya dan hanya mengatakan bahwa ini yang terbaik bagi mereka.


Dalam markas itu sekarang, hanya tersisa Dave dan Angel, berikut dengan Mr. Robert yang datang karena mendengar kabar perginya Roby dan Sherly, serta pengunduran diri James dan Vika.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi seharusnya kalian tidak melibatkan urusan pribadi kedalam sebuah pekerjaan. Apalagi urusan pribadi kalian itu, membuat kekacauan di markas ini."


Dave hanya diam dan menunduk, sedangkan Angel tampak melamun namun telinganya masih mendengarkan ucapan dari Mr. Robert.


Mendengar penuturan dari Mr. Robert, membuat Angel lekas menatapnya.


"Kau yakin, Mr?"


"Tentu saja, Angel. Lagipula sekarang hanya tersisa kau dan Dave."


"Kau benar."


"Maafkan aku. Mulai hari ini, kalian bukanlah seorang detective. Kalian sekarang bebas dan bisa melakukan apapun yang kalian inginkan. Tapi, tetaplah membantu sesama yang membutuhkan pertolongan kalian." Mr. Robert tersenyum, setelah itu dia bangkit kemudian berpamitan kepada Dave dan Angel. Barulah setelahnya dia pergi dari ruangan tersebut.


Selepas kepergian Mr. Robert, Angel menghampiri Dave yang masih menunduk. Angel lalu menyentuh bahunya perlahan.


"Apa kau baik-baik saja?"


"Bagaimana bisa aku baik-baik saja, Angel? Aku kehilangan semuanya. Mulai dari kekasihku, dan sekarang pekerjaan detectiveku."


"Kau tidak kehilangan semuanya. Bukankah perusahaan daddymu masih ada? Kau bisa bekerja disana, bukan? Bahkan kau bisa menjadi CEO jika kau mau." Angel mengakhiri ucapannya dengan tawa kecil.


Dave tersenyum sinis, "Aku tidak menginginkan bekerja disana. Tapi sepertinya, aku bisa mencoba apa yang kau katakan tadi untuk menghilangkan rasa kejenuhanku."


Angel mengangguk, kemudian dia mengambil posisi duduk di samping Dave.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah kau bertengkar dengan Sherly sehingga membuatnya pergi bersama Roby?"


Sontak, Dave menatap Angel yang duduk di sampingnya. Benarkah bahwa Angel tidak tahu dengan apa yang terjadi di antara dirinya dengan Sherly? Atau memang Sherly tidak memberitahunya? Tapi... Bagaimana bisa James mengetahui permasalahannya dengan kekasihnya itu?


"Kau benar-benar tidak tahu? Atau... Pura-pura tidak tahu?"


Angel tertawa renyah, "Untuk apa aku berpura-pura tidak tahu, heh?"


'Dia benar!' "Apakah Sherly atau Roby tidak menemuimu sebelum mereka pergi?"


"Tidak! Bahkan berkomunikasi lewat ponsel pun, tidak."


Dave benar-benar di rundung kesedihan. Dirinya hanya bisa menghela nafasnya lelah, karena semenjak kepergian Sherly, membuatnya jadi tidak bisa tidur dengan tenang dan makan dengan kenyang.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Jaga dirimu, Dave." Angel menepuk bahu pria itu sejenak, sebelum akhirnya dia meninggalkannya.


Dave tampak kacau sekarang. Bahkan penampilan pria tersebut tidak berbentuk lagi. Dan bukan hanya itu, Dave selalu mengacak rambutnya ketika sedang marah, kesal, ataupun sedih.


Angel benar! Dirinya masih memiliki perusahaan daddy-nya. Bahkan, dia bisa menjadi apapun yang dirinya inginkan. Entah itu menjadi CEO, Directur, Manager atau yang lainnya.


Tidak seharusnya dia berdiam diri dan meratapi kemalangannya. Dave harus memulainya dari awal sekarang. Dan Dave putuskan untuk bekerja di perusahaan daddy-nya dan menjadi workchaholic. Sekarang, tidak ada yang Dave kejar, karena waktunya akan sepenuhnya terisi untuk bekerja dan bekerja. Karena dengan cara itu, Dave dapat melupakan Sherly. Sebab Dave yakin, Sherly tidak akan kembali bersamanya, karena wanita itu sudah terlanjur kecewa. Bahkan bisa jadi, Sherly kini membenci dirinya.