The MAFIA And His Angel

The MAFIA And His Angel
Pertemuannya Dengan Pencuri



Saat ini semua anggota agen detective tengah berkumpul untuk membahas masalah pekerjaan mereka. Semua orang hadir tak terkecuali Angel.


Setelah selesai, mereka memutuskan untuk kembali ke apartement masing-masing. Begitupun Angel yang memang barang-barangnya masih berada disana.


"Sini kubantu," ujar james sambil mengambil alih koper ditangan Angel.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri," tolak Angel dan hendak mengambil kembali kopernya, namun James lebih dulu menahannya.


"Sudahlah, tidak usah keras kepala." Pria itu lalu berjalan lebih dulu. Dan dengan sangat terpaksa, Angel mengikuti langkah James yang membawa kopernya.


James memasukan koper tersebut kedalam bagasi mobil milik Angel.


"Berikan kunci mobilmu," ujar James sambil mengulurkan tangannya.


"Untuk apa?" tanya Angel bingung.


"Aku yang akan mengendarainya."


"Tidak perlu, aku bisa sendiri."


James memutar bola matanya jengah, kemudian menyentil dahi wanita tersebut yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Angel.


"Beraninya kau ...."


Karena tidak ingin membuang waktunya, James mengambil paksa kunci mobil Angel yang berada ditangan wanita itu.


"Lalu bagaimana dengan mobilmu?"


"Aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarnya ke apartementmu," jawab James enteng.


Angel menghembuskan nafasnya panjang. Memang diantara yang lain, James lah yang paling berani dengannya. Bahkan Dave pun jika ingin berbicara dengannya harus menimang-nimang terlebih dahulu.


"Kau ingin masuk atau tidak?" ujar James yang sudah duduk di kursi kemudi.


"Dasar tidak tahu diri." Dengan wajah masamnya, Angel kemudian membawa dirinya untuk masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pria itu.


Setelah memastikan jika Angel sudah masuk dan memasang seatbeltnya, James lalu dengan perlahan mengendarai mobil itu menuju ke kediaman wanita di sampingnya kini.


Didalam mobil, James mengajak Angel bicara. Yang hanya dijawab dengan singkat oleh Angel, kadang pula hanya dijawab dengan sebuah deheman.


Dulu, James mendekati Angel karena penasaran dengan kehidupannya. Dia tahu jika Angel menjadi dingin, datar dan tak tersentuh ini pasti memiliki alasan. Selama ini tidak ada yang tahu bagaimana kisah hidup seorang Angel. Bahkan Angel termasuk orang yang menutup dirinya dari dunia luar.


"Berhenti menatapku seperti itu," Angel berucap dengah wajah datarnya tanpa menatap lawan bicaranya. Pasalnya, James sedari tadi menatapnya dan itu membuatnya menjadi risih.


James terkekeh sebentar, lalu fokus mengendarai mobil itu. Namun sesekali matanya masih melirik Angel yang hanya terdiam di kursinya.


"Pulanglah," usir Angel setelah mereka tiba di depan pintu apartementnya.


"Apa kau tidak ingin mengizinkanku untuk masuk terlebih dahulu dan menawarkanku sebuah minuman?"


Angel mengangkat sebelah alisnya, wanita itu lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan memberikannya kepada James.


"Apa maksudnya?" tanya James bingung sambil melihat uang yang ada ditangannya saat ini.


"Bayaranmu karena telah menolong dan mengantarku pulang," jawab Angel seadanya. Kemudian dia bergegas masuk kedalam apartementnya tanpa memperdulikan James yang melongo dengan jawabannya.


"Heyy, aku bukan sopir taksi," teriak James, namun sudah terlambat karena Angel telah menutup pintunya.


Semua orang yang berlalu lalang di area situ jadi menatapnya aneh.


"Apa yang kalian lihat?" bentak pria tersebut.


Karena tidak ingin menjadi pusat perhatian, James pun bergegas meninggalkan tempat itu dan memilih untuk kembali ke apartementnya.


Sedangkan Angel, dia tidak memperdulikan teriakan James dan memilih untuk merebahkan tubuhnya disofa miliknya.


"Veronica," gumamnya dengan seringaiannya.


Angel kemudian memutuskan untuk bangun dan membersihkan dirinya. Setelah itu barulah dia akan memikirkan apa yang harus dia lakukan kepada orang-orang yang dahulu menyakitinya.


"Aku mulai darimana?" tanya nya bingung.


"Ahh sepertinya aku mulai darimu saja, kakak," ujar Angel antusias seperti tengah menemukan sebuah mainan yang menyenangkan.


...* * * ...


Matahari telah naik dan beberapa orang sudah kembali ke aktivitasnya. Entah itu bekerja, sekolah, ataupun kembali tidur.


Dan Angel memutuskan untuk berolahraga sekaligus melihat orang-orang yang berlalu lalang. Angel menggunakan celana panjang olahraga dan hoodie agar dia bisa menutupi kepalanya.


Dia tidak ingin tampil terlalu mencolok dan menjadi pusat perhatian.


Ketika sedang berlari-lari kecil, Angel dikagetkan dengan seseorang yang menyapanya tepat disampingnya.


"Selamat pagi,"


Angel hanya menoleh sejenak lalu kembali melihat kedepan tanpa membalas sapaan dari pria disampingnya ini.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Angel setelah cukup lama terdiam.


"Sama sepertimu," balas pria itu dengan senyum manisnya.


Wanita itu lalu mempercepat larinya dan diikuti pula oleh pria disampingnya tersebut.


"James, kuingatkan padamu untuk tidak menggangguku." Angel menatapnya tajam karena sudah mulai kesal.


"Aku tidak mengganggumu. Aku hanya sedang berolahraga agar tubuhku sehat." Pria itu yang tak lain adalah James, terus mengikuti Angel hingga membuat wanita itu menjadi risih.


Angel lalu menghentikan langkahnya, dan lagi-lagi James mengikutinya.


"Kenapa?" tanya James sambil merenggangkan otot-ototnya.


"Kau benar-benar ...." Angel menggretakkan giginya karena sudah terlanjur kesal dengan pria itu.


"Ya, aku tahu jika aku benar-benar tampan," timpal James dengan percaya dirinya sambil menyisir rambutnya menggunakan jari.


Angel yang tidak bisa untuk menahan kekesalannya lagi, lalu menginjak kaki James dengan sangat kuat sehingga sang empu mengaduh kesakitan.


Setelah melakukan itu, Angel tersenyum puas kemudian pergi meninggalkannya begitu saja. Sedangkan James berusaha mengejar Angel dengan kakinya yang pincang.


Tapi dia tidak dapat menggapainya karena Angel sudah menyebrang jalan duluan. Dan kini lampu lalu lintas berubah menjadi hijau yang membuat James tak bisa menyebrangi jalan tersebut.


James akhirnya kembali kemobil dan memutuskan untuk ke apartementnya lalu kembali ke markas.


Sedangkan Angel, wanita itu menggerutu tidak jelas dijalan. Orang-orang menatapnya aneh namun tidak dia pedulikan. Angel kemudian masuk kesebuah minimarket untuk membeli sebuah minuman.


Ketika Angel sedang minum, matanya tak sengaja melihat seorang pria yang mencuri tas seorang wanita paruh baya. Dan pria tersebut lolos begitu saja karena orang-orang tidak mampu mengejarnya.


Angel lalu memutuskan untuk mengejar pria itu kemudian memukulnya dengan botol mineral yang telah diminumnya tadi dan seketika pria tersebut jatuh.


Dengan segera Angel menghampirinya dan mengambil tas tersebut, tapi ditahan oleh pencuri itu. Seketika Angel menendang perutnya dan meninju wajahnya yang membuat pencuri itu terjatuh kembali.


Wanita pemilik tas itu datang dan Angel mengembalikannya. Dan wanita paruh baya tersebut mengucapkan terima kasih kepada Angel dan hanya dibalas dengan anggukan dan juga pesan dari Angel agar lebih berhati-hati kedepannya.


Kemudian Angel beralih kepada pencuri yang kini telah terkapar, "Carilah rezeki dengan cara yang halal."


Si pencuri itupun menangis dan mengatakan jika dia terpaksa untuk melakukan itu karena anaknya sedang sakit dan membutuhkan biaya, sedangkan dirinya baru saja di PHK dari tempatnya bekerja.


Mendengar itu, membuat Angel membuang nafasnya kasar. Kemudian dia mengeluarkan beberapa lembar uang dari saku hoodie nya dan memberikannya kepada pencuri itu. Pencuri tersebut jadi terkejut dan menatap uang yang disodorkan oleh Angel.


"Kau ingin mengambilnya atau tidak?"


Si pencuri itupun langsung mengambil uang tersebut. "Te-terima kasih nona."


Dia tidak menyangka jika wanita yang baru saja menghajarnya ini malah memberinya uang bukannya membawanya ke kantor polisi.


"Segeralah obati anakmu. Lain kali jangan melakukan ini lagi. Jika kau melakukannya lagi dan saat itu kau bertemu denganku, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghabisimu." Sehabis mengatakan itu, Angel lalu pergi meninggalkan pencuri tersebut.


Sedangkan si pencuri mengucapkan beribu terima kasih dan syukur kepada tuhan karena telah dipertemukan oleh Angel.


Setibanya di tempat mobilnya terparkir, Angel langsung memasuki mobilnya dan bergegas pergi ke markasnya tanpa berganti pakaian.