
Setelah Angel di pindahkan ke ruang rawat, satu-persatu orang terdekatnya datang untuk melihat anaknya. Pagi tadi Ibunya baru saja tiba di Sisilia, dan langsung kemari untuk melihat kondisinya.
Namun sekarang wanita paruh baya itu sedang tidak ada di ruangannya. Ibu Elizabeth bilang, bahwa dirinya akan pergi ke supermarket sejenak. Tapi sudah hampir satu jam, tidak kunjung kembali. Apakah supermarketnya sejauh itu? pikir Angel.
Dan untuk adiknya, dia tidak bisa datang menjenguk dirinya di karenakan sang istri sudah dekat dengan hari kelahirannya. Oleh sebab itu, Hazel mewanti-wantinya selama 24 jam.
Kini di ruangannya itu baru saja kedatangan sepasang sejoli, siapa lagi jika bukan Vika dan James. Sangking antusiasnya, Vika langsung mengambil alih salah satu bayi dari ibunya.
"Yang berada di gendonganku ini siapa? Kakaknya atau adiknya?" tanya Vika.
"Kakaknya," jawab Angel sambil tersenyum.
"Siapa nama baby twins ini?"
"Noah dan Naura."
"Nama yang bagus." Tiba-tiba ada yang menimpali ucapan Angel dari balik pintu. Tak lama, masuklah Dave ke ruangan tersebut.
Semua yang disana terkejut dengan kedatangan Dave. Lebih lagi pria itu membawa sebuket bunga di genggamannya. Tapi Dave justru tidak memperdulikan tatapan tersebut, dirinya malah berjalan kearah Angel yang duduk di ranjangnya.
"Untukmu," ujar Dave sambil memberikan bunga yang di bawanya.
Angel tersenyum kikuk, kemudian menerima bunga tersebut.
"Terima kasih."
"Selamat atas kelahiran anakmu. Sekarang kau sudah resmi menyandang status sebagai seorang Ibu," tambah pria itu. Angel membalas ucapan Dave hanya dengan sebuah senyuman, karena dia menyadari tatapan tajam yang suaminya berikan.
Sayangnya, Dave tidak menyadarinya. Dengan santainya dia berjalan kearah Vika untuk melihat salah satu bayi dari Angel. Satu kata, tampan. Baru lahir saja, aura ketampanan bayi itu sudah menguak keluar. Istilah zaman sekarang orang-orang menyebutnya dengan good looking.
Dave lalu berpindah pada bayi yang satunya. Yang saat ini sedang dalam gendongan Damian.
'Naura. Nama yang sangat cocok untukmu,' batinnya.
"Bolehkah aku menggendongnya?"
Damian meliriknya sinis, "Tidak. Bagaimana jika kau memiliki niatan untuk menyakiti anakku?"
Dave mengulas senyumnya, "Aku tidak ada alasan untuk menyakiti anakmu. Lagipula, aku tidak menyimpan dendam padamu."
"Damian, biarkan Dave menggendong Naura," bujuk Angel.
Damian kembali mendengus. Selalu saja istrinya membela pria tersebut. Dengan sangat tidak rela, Damian memberikan putri kecilnya kepada Dave.
"Hati-hati!! Awas saja jika terjatuh, maka kepalamu lah sebagai gantinya."
Sontak saja perkataan Damian mengundang tawa di ruangan itu. Seperti yang Damian katakan, Dave menggendong bayi mungilnya dengan sangat hati-hati.
Di tatapnya wajah bayi itu dengan sangat lekat. Entah sihir apa yang terjadi, sehingga Dave tidak bisa untuk melepaskan pandangannya dari Naura.
...* * * ...
Selang sehari, Angel sudah di perbolehkan untuk pulang. Ibu Elizabeth masih berada di Sisilia untuk membantu, merawat dan menjaga baby twins. Walaupun banyak pelayan di mansionnya, tapi Angel tidak sepenuhnya percaya kepada mereka.
Seperti di film-film yang sering dia tonton, banyak sekali baby sitter atau pelayan yang bermuka dua. Maka dari itu, Angel tidak mempekerjakan pengasuh bayi untuk kedua anaknya. Toh, dirinya masih mampu untuk mengurus si kembar.
Angel belajar banyak hal dari ibunya, di mulai dengan cara memandikan, hingga memakaikan baju kepada bayinya. Setelah baby twinsnya sudah mandi dan sudah makan, Angel bersama ibunya membawa si kembar untuk berjemur di pagi hari yang cerah ini.
Dahi Ibu Elizabeth mengernyit bingung, "Untuk apa?"
"Segalanya. Bukan hanya tentang kau yang melahirkanku, tapi juga pengetahuan yang kau berikan. Aku... Tidak akan pernah bisa untuk membalasnya."
Wanita paruh baya itu tersenyum, kemudian mengusap kepala putrinya penuh sayang.
"Kau telah memberiku dua cucu sekaligus, bagiku itu sudah cukup sebagai balasan terima kasihmu."
Tak bisa menahan keharuannya, Angel pun segera memeluk ibunya.
"Aku mencintamu."
"Ibu juga mencintaimu, Nak." Di belainya surai panjang milik Angel. Dirinya begitu beruntung memiliki putri sebaik ini.
"Ibu ingin ke kamar mandi sebentar." Ibu Elizabeth segera berlalu darisana, Angel tertawa kecil melihatnya. Sepertinya, Ibunya tersebut sudah tidak sabar lagi untuk melakukan panggilan alam.
"Hey, baby twins. Apa yang sedang kalian lihat, hmm?" Angel menciumi wajah anaknya secara bergantian. Tiba-tiba datanglah Dave dari arah belakangnya.
Angel tidak terkejut sama sekali, karena dirinya lah yang memberikan alamat rumahnya kepada pria itu. Lagipula, sebelum Dave datang kemari, dia sudah meminta izin kepada Angel.
Dave tersenyum, kemudian menyerahkan dua paper bag kepada Angel, yang masing-masing berwarna biru dan merah muda.
"Dave, apa ini?" tanya Angel sambil berusaha untuk mengeluarkan isinya.
"Mainan untuk baby twins."
"Seharusnya, kau tidak perlu repot-repot membawanya," ujar Angel tidak enak hati. Dia lalu mengeluarkan isi dari paper bag tersebut. Yang berwarna biru berisi sebuah mobil mainan, dan paper bag berwarna merah muda berisi boneka teddy bear yang lucu.
"Anakku masih terlalu kecil untuk memainkannya." Mendadak Damian muncul disana. Seperti biasa, dia selalu menunjukkan ekpresi tidak suka dan aura permusuhan kepada Dave.
Namun Dave bukanlah pria yang mudah tersinggung. Dulu, dia memang pernah bekerja sebagai The Leader Of Detective, tapi semenjak keluar atau berhenti, sikap kasar dan tegasnya jadi melunak.
Tidak tahu pasti. Sikap kasar dan tegas Dave itu menghilang karena dia tidak bekerja lagi sebagai detective, atau karena kehilangan Sherly. Tapi bagi Angel, Dave lebih baik menjadi yang sekarang ini.
"Tidak masalah, Damian. Kita bisa menyimpannya. Setelah baby twins tumbuh besar nanti, baru kita akan memberikannya," timpal Angel.
Dave tersenyum penuh kemenangan. Angel selalu mendukung dirinya, dan membuat Damian bertambah kesal. Tanpa memperdulikan tatapan sengit yang Damian berikan, Dave memilih untuk menatap si kembar.
"Mereka tampak bercahaya bila terkena sinar matahari," gumam Dave.
"Kau benar. Noah dan Naura memiliki aura yang membuat siapapun menatapnya, tidak ingin berpaling."
Dave mengangguk setuju. "Bolehkah jika aku menggendongnya?"
"Tentu saja. Kau ingin menggendong siapa?"
"Naura saja." Angel mengangguk kecil. Dia lalu membantu Dave untuk menggendong putrinya. Karena tulang baby twins masih sangat muda dan lembut, butuh kehati-hatian yang ekstra dalam menggendongnya.
Damian yang melihatnya dari kejauhan, segera mendekat. Walaupun dirinya tidak rela jika anaknya di sentuh oleh Dave, tapi dia tidak bisa berbuat apapun. Karena istrinya itu selalu membela mantan rekannya tersebut.
Dave mengunci pandangannya pada baby Naura. Seulas senyum muncul di bibirnya. Dia lalu mencium keningnya lamat-lamat, setelah itu dia kembali menatap Naura.
"Mantra apa yang kau berikan kepadaku, sehingga aku tidak ingin melepaskan pandanganku kepadamu," bisik Dave.