The MAFIA And His Angel

The MAFIA And His Angel
Pembalasan Untuk Si Pecundang



Di pagi hari Angel tidak melihat sosok Damian. Ketika dia bertanya pada pelayan disana, mereka mengatakan bahwa tuannya sudah berangkat ke kantor.


"Apa aku yang bangunnya terlalu siang?" gumam Angel yang lagi-lagi tidak bertemu dengan Damian sebelum pria itu berangkat ke kantornya.


Angel pun tak memperdulikan itu dan lebih baik jika dia melakukan sesuatu. Dia lalu memutuskan untuk keluar sekaligus jalan-jalan. Dan seperti yang dikatakan oleh Damian, bahwa pengawalnya akan mengikutinya kemana pun dia pergi.


Angel berhenti di sebuah restaurant yang cukup elite dan sangat luas. Ketika memasuki restaurant tersebut, Angel kagum karena interior dan dekorasinya yang sangat memukau.


"Kira-kira siapa pemilik tempat ini?" gumamnya.


Angel duduk dikursi kosong yang terdapat disana. Sebenarnya Angel ingin memilih duduk dipojok agar tidak terlalu jadi pusat perhatian. Tapi sudah ada orang yang mengisinya, hanya tinggal kursi yang di dudukinya sekarang yang kosong. Semuanya sudah terisi semua.


"Permisi nona, anda ingin memesan apa?" tanya waitress yang menghampirinya.


Angel menyebutkan makanan yang akan dipesannya, lalu waitress itu pergi untuk mengambil pesanan Angel.


Mata Angel memincing saat melihat seorang pria yang sepertinya dia kenal. Seketika matanya membulat saat dia ingat siapa pria itu. Rahangnya mengeras dan wajahnya memerah menahan amarah ketika ingat bayangan masa lalunya.


Pria itu bersama dengan seorang wanita dan mereka tampak begitu mesra. Angel pun tersenyum sinis.


"Rupanya dia berada disini."


"Apa yang harus kulakukan padanya?" Angel berpikir sejenak. Tak lama, seringaiannya muncul setelah menemukan sebuah ide.


Wanita itu lalu mendekati sejoli itu. Kemudian, "Sayang, mengapa kau berada disini?"


Pria itu tersentak kaget saat ada wanita yang tiba-tiba datang dan memanggilnya sayang.


"Apa maksudmu? Aku tidak mengenalmu."


Angel tidak kehabisan akal. Dia memeluk manja lengan pria itu sambil memasang wajah cemberut.


"Kau lupa padaku? Tega sekali. Padahal baru semalam kita menghabiskan malam berdua."


Wanita didepan Angel melotot dan menatap horor pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu.


"Kau tidur dengannya?" tanya wanita itu dengan suara tinggi.


"Te-tentu saja tidak, Sayang. Bahkan aku tidak mengenalnya sama sekali."


Angel melepaskan tangannya di lengan pria itu sembari berpura-pura kesal.


"Dasar pria. Habis manis sepah dibuang."


Mendengar ucapan Angel, wanita yang duduk di hadapannya semakin bertambah marah. Lalu, tanpa memperdulikan sekitarnya, dia memukul calon suaminya tersebut dengan tas yang dia bawa. Dengan cepat Angel menghindar, dia tidak ingin terkena pukulan dari wanita yang sedang mengamuk karena merasa di khianati.


Setelah puas memukul kekasihnya, wanita itu melepaskan cincin dijarinya lalu melemparkannya ke wajah yang akan menjadi mantan calon suaminya tersebut.


Dan sebelum pergi meninggalkan tempat itu, wanita tadi memutuskan hubungannya yang sudah di jalani hampir dua tahun ini.


Pria itu menatap nanar kepergian sang kekasih. Ah, bukan sang kekasih lagi melainkan mantan kekasih. Lalu tatapannya beralih pada wanita yang mengacaukan rencananya untuk menikahi wanita yang dicintainya itu.


Nafasnya tak beraturan karena emosi.


Sementara Angel menatapnya santai sambil melipatkan kedua tangannya di dada.


"Kau mencari masalah dengan orang yang salah." Pria itu berujar dengan nada dingin.


"Kau benar-benar tidak mengingatku?"


tanya Angel sambil tersenyum mencemooh.


"Tidak ada gunanya aku mengingatmu."


Kini Angel menampilkan senyum sinisnya.


"Kau lupa jika kau yang menghancurkan hidupku."


Pria itu menatapnya bingung. Dia benar-benar tidak tahu siapa wanita dihadapannya ini.


"Crishtian Rowland." Angel menyebut nama panjangnya dan itu semakin membuat pria di hadapannya itu bingung.


'Siapa sebenarnya wanita ini? Bagaimana bisa dia mengenalku?'


Angel tertawa sarkastik, "Kau benar-benar tidak mengingatku rupanya."


"Siapa kau sebenarnya?"


Angel maju selangkah dan menatap Crish angkuh.


Crish membelalakkan matanya,


"Ba-bagaimana bisa kau ada disini?"


Tentu saja Crish tidak dapat mengenalinya. Karena penampilan dan juga sikap Angel, sangat jauh berbeda dengan yang dulu.


"Bukan urusanmu. Aku rasa pekerjaanku disini sudah selesai."


Angel lalu melihat semua orang disana yang menatapnya tapi dia tidak memperdulikan itu. Kemudian tatapan wanita itu berpindah ke tempat duduknya tadi. Dimana makanan yang dipesannya sudah berada diatas meja.


Angel memilih untuk bersikap acuh dan menganggap bahwa tidak ada yang terjadi baru-baru ini. Wanita cantik itu kemudian melangkah ke kursi yang menjadi tempat duduknya tadi.


Crish yang masih merasa heran dengan keberadaan Angel disini, segera menghampiri wanita itu.


"Ceritakan padaku apa yang kau lakukan disini?"


Angel tak menggubrisnya dan tetap melanjutkan kegiatan makannya. Bahkan melirik pria itu saja, tidak.


"Aku mencoba bersabar, Angelina." Rahang Crish mulai mengeras, pertanda bahwa emosinya sudah hampir memuncak.


Angel yang merasa bahwa namanya di sebut, hanya melirik sekilas kemudian melanjutkan kembali kegiatannya.


Crish yang sudah geram, menggebrak meja tersebut yang membuat seisi cafe menjadi terkejut. Tapi tidak dengan Angel, dia justru tersenyum sinis seolah tahu jika ini akan terjadi.


"Kau benar-benar membuat kesabaranku habis."


"Lalu kau mau apa?" ejek Angel.


Crish berjalan kearah tempat duduk Angel lalu dengan segera menarik tangannya yang membuat Angel menjadi berdiri. Para pengawal Damian segera datang untuk membantu tapi ditahan oleh Angel menggunakan isyarat tangannya yang lain.


Angel ingin lihat apa yang akan dilakukan pria dihadapannya ini. Apakah dia akan memukulnya?


Crish menarik tangan Angel lalu tangan satunya yang bebas mengambil minuman Angel dan hendak menumpahkan ke kepala Angel. Tapi dengan sigap Angel menangkisnya dan air tersebut mengenai wajah Crish.


"Upss sorry. Aku tidak sengaja." Angel terkekeh dengan sinisnya.


"Kau..." Crish menunjuk wajah Angel. Kemudian pria itu hendak menampar wanita tersebut, tapi seperti tadi, Angel sudah siap siaga.


Angel menahan tangan Crish yang hendak memukulnya. Sambil menatap Crish tajam, Angel memelintirkan tangannya. Kini Angel berada dibelakang Crish sambil memegangi tangan si pec*nd*ng tersebut.


Tak berselang lama, Angel mendorong Crish hingga tersungkur ke bawah. Tapi Crish kembali bangkit dan hendak melayangkan tangannya lagi. Namun dengan cepat Angel menahannya kemudian membanting tubuh itu hingga mengenai meja yang dia tempati.


Crish terduduk dengan memegangi dadanya yang terasa sakit akibat terkena meja tadi. Tanpa memperdulikan kesakitan pria itu, Angel justru berjongkok dihadapan Crish lalu menarik kerah bajunya.


"Kau mencari lawan yang salah. Ini belum seberapa atas apa yang kau lakukan padaku dulu," ujar Angel datar.


Wanita itu kembali berdiri, lalu mengambil sisa makanannya tadi kemudian menumpahkannya keatas kepala Crish.


"Ini balasan karena kau berani menciumku."


Angel tersenyum sombong, "Aku rasa, sekarang kita impas."


Karena tidak ingin terlalu lama disana dan menjadi pusat perhatian, Angel memutuskan untuk segera enyah dari sana. Tapi sebelumnya, dia membayar makanannya dan juga beberapa kerusakan yang telah dibuat olehnya.


Sedangkan Crish, pria itu menatap Angel benci sekaligus takut.


'Dia benar-benar berubah. Dia bukan seperti Angel yang kukenal polos dan lugu.'


Sakit yang dialami Crish tidak seberapa. Tapi malunya yang luar biasa. Apalagi dipermalukan oleh seorang wanita.


Bagaikan jatuh lalu tertimpa tangga.


Mungkin itulah kata yang cocok untuk Crish saat ini. Calon isterinya memutuskan hubungannya karena salah paham terhadap Angel. Setelah itu dia dipermalukan oleh seorang wanita yang tak lain adalah Angel itu sendiri.


"Aku rasa dia ingin membalas dendam atas apa yang terjadi pada dua tahun yang lalu," ujar Crish pelan.


Kini Crish tak berani lagi bermain-main dengan Angel. Apalagi saat melihat Angel diikuti oleh para pengawal ketika meninggalkan tempat ini.


Crish segera bangun lalu memutuskan untuk pergi dari sana sebelum dia bertambah malu nantinya. Bahkan saat diluar, dia ditertawakan oleh orang-orang karena penampilannya saat ini.


Crish menatap mereka kesal kemudian berlari memasuki mobilnya.


------------------------------


Jangan pernah meremehkan diamnya seseorang. Mungkin bukan waktunya dia untuk membalasmu. Tapi tunggu saja saat tiba waktunya. Kau akan menyesali semua yang telah kau lakukan padanya.


~Angelina~