The MAFIA And His Angel

The MAFIA And His Angel
Pertemuan Mereka Di New York



Setelah mereka menginjakkan kaki di Kota New York, Angel langsung pamit dan mengatakan akan kembali ke apartementnya. Karena dia merasa bahwa tubuhnya sangat lelah dan butuh istirahat. Namun sebelum pergi, Angel tak lupa untuk menitipkan salam kepada Sherly dan yang lainnya.


Tapi, wanita itu ternyata bukan kembali ke apartementnya, melainkan dia pulang kerumah ibunya. Melihat kedatangan putrinya, membuat Ibu Elizabeth merasa senang bahkan langsung menghampiri Angel dan memeluknya.


"Ibu benar-benar tidak percaya ini." Wanita paruh baya tersebut lalu melepaskan pelukannya dan menatap Angel intens.


"Mengapa kau tidak pulang bersama Damian saja?"


"Apa maksudmu, Ibu? Kenapa aku harus pulang bersamanya?" tanya Angel heran.


"Bukankah kalian memiliki hubungan? Bahkan Damian datang kesini untuk melamarmu."


Sontak saja, Angel langsung menatap kearah pria yang sedang duduk membelakanginya. Dengan langkah cepat dia menghampiri pria itu dan melihatnya.


"Damian.." Angel benar-benar terkejut. "Apa yang kau lakukan disini?" desisnya.


"Sayang, kenapa kau berbicara seperti itu? Dia datang kesini karena ingin melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius." Ibu Elizabeth menimpali. Angel di buat geram bukan main, wanita itu lalu menarik tangan Damian agar berbicara dengannya di luar. Dan ibu Elizabeth yang melihat itu, jadi tersenyum maklum.


Angel menghempaskan kasar tangan Damian. Tak lupa dengan tatapan tajamnya yang dia berikan kepada pria tersebut.


"Apalagi rencanamu kali ini, hah?"


"Aku berencana untuk melamarmu," jawab Damian tenang.


"Melamarku?" Angel tertawa sinis, "Atau... kau berencana untuk balas dendam? Bukankah aku menghancurkan bisnismu?"


"Sayangnya, aku tidak perduli tentang itu. Yang aku inginkan hanya dirimu."


"Kenapa? Untuk apa? Apa kau akan kembali memberiku luka?" teriak Angel dengan suara tertahan. Dia tidak mau jika ibunya sampai mendengar ucapannya.


Damian tersenyum sendu, "Tidak. Sedetikpun aku tidak pernah memikirkan untuk membuatmu terluka."


"Lalu, saat ini apa? Apakah hanya sebuah sandiwara atau lelucon bagimu?"


"Aku tahu kau sangat marah padaku. Dan sebab inilah, mengapa aku tidak mau untuk memberitahumu yang sebenarnya." Damian menundukkan kepalanya dalam.


"Bahkan, aku sudah tahu siapa dirimu yang sebenarnya, saat kau baru saja memasuki mansionku. Dan itu semakin membuatku yakin agar tidak memberitahukan tentang jati diriku."


"Apa kau sengaja mengurungku di mansionmu agar aku tidak ada waktu untuk mencari tahu tentang Mafia itu yang tak lain adalah dirimu sendiri?"


"Maafkan aku. Aku terpaksa melakukan itu, aku takut kau membenciku. Dan semua yang kutakutkan kini terjadi sekarang," lirih Damian.


"Aku benar-benar tidak ingin memiliki hubungan lagi denganmu, Damian. Apalagi setelah aku tahu siapa dirimu, membuatku harus segera memberi jarak di antara kita."


Damian mendongak, "Bagaimana jika aku melepaskan dunia hitamku? Apakah kau akan menerimaku?"


"Kau yakin akan melakukan itu?" tanya Angel ragu.


Damian pun mengangguk mantap, "Saat aku mencintaimu, maka aku sudah siap dengan segala konsekuensinya, termasuk jika diriku harus meninggalkan dunia hitam yang telah membesarkan namaku."


Bibir Angel tertutup rapat. Dirinya benar-benar dibuat terpaku dengan penuturan dari Damian. Apalagi pria itu mengatakan dengan tegas dan tidak ada sama sekali keraguan dalam ucapannya maupun di matanya.


"Bagaimana? Apakah kau masih tidak percaya denganku?" tanya Damian dengan suara pelan.


"Beri aku waktu, Damian. Bahkan luka yang kau berikan, belum sepenuhnya membaik. Dan lebih baik bila kau pulang dulu."


Selepas kepergian Damian, Angel mengurung dirinya di dalam kamar. Tangannya lalu bergerak kearah dadanya, ternyata jantungnya masih berdegup kencang saat bersama dengan Damian. Itu artinya, bahwa cintanya masih ada untuk pria tersebut.


Sekarang dirinya di penuhi dengan kebimbangan. Hatinya mengatakan iya, namun pikirannya berbanding terbalik dan meminta tubuhnya agar menjauhi Damian.


"Apa yang harus kulakukan?" gumamnya bingung.


...* * * ...


Besok paginya, lagi-lagi Angel di buat terkejut dengan kedatangan Damian yang secara tiba-tiba. Dan bukan hanya itu, pria tersebut dengan beraninya meminta izin kepada Ibu Elizabeth untuk mengajaknya keluar. Angel bahkan belum mengatakan apapun, namun Ibu Elizabeth sudah mendorongnya keluar, seolah ibunya itu memang menyetujui hubungannya dengan Damian.


"Kau ingin kemana?" tanya Damian sambil tersenyum. Namun senyumannya itu di balas dengan ketusan oleh wanita di sampingnya ini.


"Terserah!"


Damian pun mengangguk maklum. Karena Angel tidak perduli mereka akan pergi kemana, Damian lalu memilih ke sebuah restaurant saja. Dirinya terlalu bersemangat untuk menemui Angelnya, jadi Damian tidak sempat untuk sarapan.


Sebelum Angel akan menarik kursinya, Damian sudah lebih dulu mengambil alih, kemudian dia mempersilahkan wanitanya untuk duduk lebih dulu. Setelah itu barulah Damian mengambil tempat duduk di hadapan wanita tersebut.


Dan tanpa di minta, seorang waittres menghampiri mereka dan menanyakan pesanannya. Setelah mencatat semua pesanan mereka, waittres tadi mohon pamit untuk menyiapkannya.


Terjadilah keheningan di meja itu. Dan sedari tadi mata Damian tak henti-hentinya menatap kearah Angel dengan pandangan kagum. Entah atau hanya perasaannya, semakin lama, Angelnya itu semakin cantik saja.


"Berhentilah menatapku seperti itu!" Angel akhirnya merasa jengah. Pria di hadapannya tersebut justru terkekeh, bahkan Damian masih memandangnya seperti tadi.


"Apa rahasiamu?" tanya Damian.


Alis Angel meninggi sebelah, "Apa maksudmu? Aku tidak memiliki rahasia!"


Damian kembali terkekeh, "Maksudku, apa yang bisa membuatmu menjadi bertambah cantik seperti sekarang ini?"


Untuk sejenak Angel bergeming, sedetik kemudian dia segera memalingkan wajahnya.


"Tidak ada."


"Benarkah? Atau kau sering perawatan seperti kebanyakan wanita?"


"Jika aku bilang tidak ada, berarti aku tidak melakukan apapun," ketus Angel.


Melihat wanitanya yang akan mengaum, Damian pun akhirnya memilih untuk diam sembari menahan senyumnya. Tak berselang lama, yang mereka tunggu akhirnya tiba.


Langsung saja kedua pasangan itu menyantap makanannya. Bukan hanya Damian yang belum sarapan, Angel pun sama. Sebenarnya, Angel turun dari kamarnya karena ingin sarapan, namun ternyata Damian sudah datang dan meminta izin kepada ibunya untuk mengajaknya keluar. Alhasil, mereka baru sarapan sekarang.


Dalam keheningan yang terjadi di antara mereka, ternyata diam-diam Angel memperhatikan Damian. Ada yang berubah dari pria itu. Misalnya, tidak ada lagi jambang di rahang Damian, pria itu benar-benar mencukurnya sampai habis. Melihat rahang Damian yang sudah bersih sekarang, membuat Angel jadi mengingat kenangannya bersama Damian saat akan pergi ke Paris.


Saat itu dirinya dan Damian bertengkar hanya karena masalah jambang, dan Angel dulu menyebutnya dengan bulu-bulu di rahang. Bahkan, Angel mengatakan kepada Damian bahwa dirinya tidak suka jika melihat pria itu memiliki jambang. Dan sekarang, Damian benar-benar mencukurnya sebelum pria tersebut menemui dirinya pagi ini.


Bukan hanya itu, saat mereka sedang jalan-jalan di Paris, Angel sempat protes karena Damian selalu menggunakan pakaian formal. Namun lihatlah sekarang! Pria itu menggunakan sweater berwarna abu-abu dan di padukan dengan celana jeans hitam miliknya.


Bahkan, Angel tadi sempat tidak mengenal pria yang duduk bersama ibunya di sofa. Sebelum akhirnya, ibunya sendirilah yang mengatakan bahwa Damian akan mengajaknya untuk keluar.


'Kau benar-benar merubah penampilanmu, Damian. Apakah itu karenaku?'