The MAFIA And His Angel

The MAFIA And His Angel
Mengagumi Dalam Diam.



Sinar mentari pagi menembus gorden kamar Angel, sehingga membuat wanita tersebut harus membuka matanya karena merasa terganggu dengan sinar mentari itu yang menusuk wajahnya.


Ingin rasanya Angel tertidur lagi, namun cacing-cacing di perutnya tidak mengizinkannya. Wanita itu kemudian bangun dan melangkah ke kamar mandi untuk sekedar mencuci wajahnya dan menggosok gigi.


Seusainya, Angel langsung bersiap-siap untuk keluar. Dia akan mencari makanan untuk sarapannya, sembari mengenali kota yang di tinggalinya saat ini. Angel tidak tahu sampai kapan dirinya akan berada disini, maka dari itu dia ingin akan beradaptasi di tempat tersebut.


Ketika dirinya sedang merapihkan penampilannya, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu apartementnya. Dahi Angel pun mengernyit heran. Siapa yang menemuinya sepagi ini?


"Apa itu Vika dan yang lain?" gumam Angel pelan.


"Tidak. Mana mungkin mereka kesini tanpa memberitahuku? Lalu siapa itu?"


Karena merasa penasaran dan heran, Angel kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu utama.


Dan setelah pintunya terbuka, muncullah seorang pria dengan setelan berjas hitam yang membawa sebuket bunga dan sebuah paperbag.


Alis Angel terangkat sebelah pertanda bahwa dirinya bingung.


Siapa pria ini? Apa dia salah apartement?


Pria tersebut tidak mengatakan apapun, dia justru menyerahkan buket bunga dan paperbag yang berada di tangannya.


"Aku tidak memesan ini!" ujar Angel.


"Kau memang tidak memesannya. Tapi tuankulah yang ingin memberikannya untukmu."


Angel tersenyum sinis, lalu melipatkan kedua tangannya di dada.


"Aku bisa membeli barang-barang itu sendiri. Lebih baik kau pulang, dan katakan pada tuanmu bahwa aku tidak menginginkannya."


Selepas mengatakan itu, Angel kembali masuk ke dalam apartementnya. Dan tak lupa untuk menutup pintu tersebut.


Rasa laparnya kini hilang, dan sekarang di gantikan oleh rasa penasarannya. Hati Angel masih bertanya-tanya, siapakah gerangan yang di maksud pria diluar tadi?


Bahkan dirinya tidak mengenal siapapun disini. Lalu bagaimana bisa ada orang yang mengirimkan buket bunga padanya?


Tak ingin pusing memikirkan itu, Angel memutuskan untuk melanjutkan niatnya yang sempat tertunda.


Lagipula kedatangannya kesini karena memiliki pekerjaan khusus, bukannya untuk bersenang-senang dan memikirkan hal yang tidak penting.


...* * * ...


Dilain tempat...


Sebuah mansion yang begitu luas bergaya Eropa. Dimana tempat kediaman seorang pria yang mengagumi Angel. Dan pria tersebut adalah Damian Wilson. Sang Mafia yang terkenal kekejamannya.


Damian mengagumi Angel saat bertemu di cafe kemarin malam. Menurutnya, ada sesuatu yang menarik dalam diri Angel, namun Damian tidak tahu apa itu.


Dan Damian merasa bahwa Angel seperti tidak asing baginya. Angel seperti pernah hadir di dalam hidupnya sebelum ini, tapi Damian sendiri tidak tahu kapan dia bertemu dengan wanita itu.


Karena penasarannya yang amat besar, Damian pun memerintahkan Mario untuk mencari data tentang Angel. Dan hanya dalam sekejap, Mario telah berhasil menemukan identitas wanita itu begitu detail hingga ke akarnya.


Untuk kesekian kalinya Damian berdecak kagum pada orang kepercayaannya itu. Mario begitu cekatan dalam bekerja, dan tidak pernah membuatnya kecewa.


Kini, berkas-berkas mengenai Angel sudah berada di dalam genggaman Damian. Dengan perlahan namun pasti, Damian membuka lembaran kertas tersebut dan mulai membacanya.


Gotcha, akhirnya pertanyaan yang ada dalam diri Damian sudah terjawab. Jika memang dirinya pernah mengenal dan bertemu dengan Angel sebelumnya.


Seringaiannya pun muncul saat tahu apa pekerjaan dari wanita itu. Dan apa tujuan dari kedatangan Angel kesini.


"Oke. Aku ingin lihat tugasmu itu, dan akan kutunjukkan permainanku padamu."


Damian lalu melirik sejenak jam di pergelangan tangannya, kemudian dia bangkit dari kursi kebesarannya. Pria itu memakai kembali jasnya yang dia selampirkan di sandaran kursi.


Damian memungut kertas tersebut dan melihatnya, ternyata itu bagian kertas tentang data diri Angel. Sepertinya terjatuh saat Mario membawanya keruangan ini.


Hembusan nafas kasar keluar dari mulut Damian, saat dirinya tahu bahwa Angel dicampakkan oleh keluarganya karena kedua saudaranya. Entah mengapa Damian merasa iba pada wanita itu.


Di letakkannya kertas tersebut ke atas mejanya, lalu Damian melanjutkan langkahnya yang tertunda.


Damian melangkah ke arah lift. Dia menunggu sejenak karena liftnya sedang ada yang memakai. Tak lama, pintu lift terbuka dan menampilkan Mario disana dengan buket bunga dan paperbag di tangannya.


Damian paham apa yang terjadi. Dia pun tersenyum sinis, kemudian masuk ke dalam lift tersebut. Dan Mario mengikuti tuannya itu dan tetap berada di dalam lift.


"Tuan..."


"Sudahlah. Kau buang saja barang-barang itu." Damian menyela ucapan asistennya tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.


Mario hanya mengangguk atas perintah tuannya tersebut.


"Mario," panggil Damian.


"Iya tuan?"


"Terus perhatikan 'dia'. Dan jangan sampai ada yang ketinggalan sedikitpun darinya."


"Baik, Tuan."


Tingg!!


Pintu lift terbuka. Dan Damian bergegas keluar lebih dulu dengan Mario di belakangnya.


Saat berada di luar gedung, Mario memberikan barang yang ada di tangannya kepada salah satu pengawal yang berjaga.


"Buang itu!" Tanpa menunggu balasan dari pengawal itu, Mario langsung meninggalkannya untuk menyusul Damian.


Mario kemudian membukakan pintu mobil untuk tuannya, lalu dia mengitari mobil tersebut untuk duduk di kursi bagian kemudi.


Mario lalu menghidupkan mesin mobilnya dan bergegas pergi meninggalkan gedung menjulang tinggi tersebut bersama dengan tuannya.


Mario Hawstein, pria yang berumur empat puluh tahun yang menjadi orang kepercayaan Damian. Dia sudah menekuni pekerjaanya itu sejak dirinya masih muda, lebih tepatnya saat itu dia menjadi asisten ayahnya Damian.


Namun sekarang ayahnya Damian telah tiada, dan dia pun beralih kepada anaknya, yaitu Damian Wilson.


Walaupun dia tahu bahwa pekerjaanya ini tidaklah baik, tapi dia tetap melakukannya. Bukan karena gajinya yang dibilang fantastis, namun balas budilah yang membawanya untuk setia pada keluarga Wilson.


Dulu, ketika dirinya sedang mengalami masalah dengan sekelompak preman, ayahnya Damian atau Lucas justru membantunya agar terlepas dari para preman itu.


Bahkan saat itu dia mengalami luka yang cukup parah dan membutuhkan perawatan yang cukup intensif di rumah sakit. Lucas dengan baiknya membayarkan biaya rumah sakit dengan perawatan yang di bilang mewah atau VVIP.


Dan bukan hanya itu, pria paruh baya tersebut juga membayar semua hutangnya kepada lintah darat, yang merupakan bos daripada preman yang menghajarnya hingga babak belur.


Dari situlah Mario mencari tahu tentang Lucas dan dimana pria itu tinggal. Setelah mendapatkan informasi, dengan memberanikan dirinya Mario menemui Lucas dan mengatakan bahwa dirinya ingin mengabdi kepadanya.


Awalnya Lucas menolak, karena pada saat itu Mario baru berumur 20 tahun. Dan Lucas pikir, Mario masih belum mampu untuk masuk kedalam kehidupannya dan menjalankan dunia hitamnya.


Namun Mario menunjukkan kesungguhannya dan mengatakan akan belajar sampai dirinya bisa. Melihat itu, akhirnya Lucas luluh juga dan memperkerjakan pemuda tersebut.


Begitu banyak yang Mario pelajari dahulu hingga dirinya bisa menjadi sekarang. Bahkan sekarang pria itu sudah menikah dan memiliki seorang putra yang tampan seperti dirinya.


---------------------------------


Maafkanlah jika ceritanya agak sedikit gak nyambung dengan part setelah ini, soalnya cerita ini lagi tahap perevisian. Harap di maklumi🙏