The MAFIA And His Angel

The MAFIA And His Angel
Cerita Damian



"Kau ingin mendengar ceritaku atau tidak?" tanya Damian.


Angel dengan cepat mengangguk. Damian lalu menepuk-nepuk pundaknya seolah memberi isyarat, dan Angel yang mengerti, segera meletakkan kepalanya pada bahu pria tersebut.


"Sudah siap mendengar ceritaku?"


"Sudahlah, cepat cerita," ketus Angel sambil memukul lengan pria itu. Damian pun tertawa kecil, kemudian segera memulai ceritanya.


9 tahun yang lalu...


"Nak, bersiaplah. Nanti malam Charles bersama putrinya akan datang kemari untuk makan malam bersama kita," ujar pria paruh baya yang merupakan ayahnya.


"Baik, Dad." Pemuda itu segera berlalu dari hadapan ayahnya dan keluar sejenak untuk mencari udara segar.


Saat itu dia sedang berada di villa milik keluarganya. Karena beberapa minggu yang lalu, musuh ayahnya datang ke mansion untuk mencari keberadaan mereka karena ingin dihabisi. Oleh karena itu, dia dan ayahnya bersembunyi disalah satu villa milik keluarganya.


Pemuda tersebut berjalan menyusuri pantai, karena memang villa itu berada di sebuah pulau yang kecil.


Sambil menyusuri pantai sendirian, matanya tak sengaja menangkap pemandangan seorang gadis kecil yang sedang asik bermain pasir. Pria itu hanya melihatnya dari kejauhan.


'Mengapa ada orang lain disini? Bukankah pulau ini milik keluargaku?' Pria itu membatin sambil menatap gadis tersebut bingung.


Gadis kecil itu lalu mendongak untuk mencari keberadaan keluarganya, namun nihil. Dan tak sengaja matanya justru bertemu dengan mata pemuda yang sedari tadi menatapnya.


"Siapa dia?" gumamnya polos dengan dahi yang mengkerut bingung.


Mata gadis itu lalu kembali mencari keberadaan keluarganya, namun masih tidak ada.


"Dimana yang lain?"


Pemuda tadi yang melihat gadis itu seperti kebingungan, segera menghampirinya.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya-nya datar sambil memasukan kedua tangannya ke saku celana.


Gadis itu menatap malas pemuda tersebut, "Kau tidak lihat aku sedang bermain pasir?"


"Apa kau mencari sesuatu?" tanya pemuda itu lagi.


"Hmm.." Dia hanya membalasnya dengan deheman singkat, karena matanya kini kembali sibuk mencari keberadaan keluarganya.


Merasa diabaikan, pemuda itu menjadi geram. 'Kurang ajar. Apa dia tidak tahu siapa aku?'


"Siapa namamu?"


"Mengapa kau banyak sekali bertanya seperti seorang wanita?" ketus gadis itu sambil menatap kesal pria di hadapannya ini. Dan karena sudah terlanjur kesal, pemuda itupun melangkahkan kakinya untuk mendekati gadis tersebut.


"Kau mau apa?" tanya gadis itu dengan waspada.


"Jangan macam-macam! Atau aku akan teriak," tambahnya yang membuat pemuda dihadapannya ini menyeringai.


"Coba saja." Pemuda itu masih berjalan santai kearah gadis tersebut. Dan gadis itupun segera beringsut mundur.


Gadis itu celingak-celinguk untuk mencari keberadaan manusia, namun tidak ada. Hanya ada dia dan pemuda dihadapannya ini.


'Mungkin jika aku teriak akan percuma.'


Pemuda itu menyeringai saat melihat gadis di depannya ini masih mundur sambil ketakutan. Namun karena tidak berhati-hati dan menoleh kebelakang, kaki gadis kecil itu tersandung dan akhirnya...


Byuurr~


Basah sudah bajunya. Sedangkan pemuda tersebut tertawa senang karena sudah berhasil mengerjai gadis dihadapannya ini.


"Dasar pria menyebalkan," teriaknya yang masih terduduk di air.


"Angel..." Akhirnya yang di carinya muncul juga. Dan dari kejauhan, gadis kecil itu dapat melihat ayahnya sedang berlari ke arahnya.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Charles sambil membantu putrinya untuk berdiri. Namun gadis yang dipanggil Angel tidak menjawab dan malah menatap sebal pemuda yang sudah membuatnya basah kuyup seperti ini.


Pemuda itu mengangkat bahunya acuh dengan tatapannya yang begitu santai.


"Aku tidak melakukan apapun. Dia saja yang jalan tidak hati-hati."


Pria paruh baya itu menghela nafasnya, lalu menatap gadis kecil yang kini memandang putranya kesal.


"Maafkan putraku, Nak," ujarnya sambil mengelus puncak kepala Angel.


"Dia anak Paman?" tanya Angel sambil menunjuk pria yang dipanggil Damian tadi.


Lucas pun mengangguk sambil tersenyum manis pada putri dari temannya ini.


"Mengapa berbeda sekali dengan Paman? Paman baik, sedangkan dia menyebalkan," lanjutnya yang dibalas dengan tatapan tajam oleh Damian.


"Sudah-sudah. Sekarang ikut ayah untuk mengganti bajumu. Nanti kau bisa sakit." Charles lalu menggandeng tangan mungil Angel agar ikut dengannya. Namun sebelum pergi, dia sempatkan dulu untuk berpamitan pada teman dan juga anaknya itu.


Setelah kepergian Charles dan Angel, Lucas mendesah pelan sambil memandang putranya yang tampak acuh dengan sekitarnya.


"Apa kau tidak ada pekerjaan lain selain mengganggu Angel?"


"Aku tidak mengganggunya, Dad."


"Terserah kau ingin mengaku atau tidak. Daddy minta, kau temui dia dan minta maaf padanya."


Damian mendengus kesal, "Dia terjatuh sendiri karena kecerobohannya."


"Jangan membuatku merasa tidak enak hati pada Charles, temanku," ujar Lucas datar.


"Terserah Daddy. Tapi aku tidak akan mau minta maaf pada gadis yang sudah berani dan bersikap kurang ajar padaku." Tanpa menunggu balasan dari sang Daddy, Damian sudah lebih dulu berlalu dari hadapan pak tua itu.


Dan Lucas hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap anaknya yang sangat arogan.


...* * *...


"Ayah mengenal pria yang menyebalkan tadi?" tanya Angel yang kini sudah berganti pakaian.


Charles tersenyum saat mendengar putrinya yang masih kesal dengan Damian. Dia lalu menghampiri putrinya itu, kemudian mengambil posisi duduk di sampingnya.


"Tolong ambilkan sisir itu."


Angel mengangguk, lalu mengambil sisir yang berada di atas nakas, tepat di sampingnya. Setelah itu dia berikan kepada sang ayah.


Dengan perlahan Charles menyisir rambut Angel sambil bercerita tentang hubungannya dengan Lucas.


"Kau tahu pria paruh baya tadi?"


"Tentu saja tahu. Dia paman Lucas, teman Ayah," jawab Angel cepat.


Charles tertawa kecil mendengarnya.


"Lebih dari seorang teman, Nak."


Angel yang saat itu sedang membelakangi ayahnya, segera menoleh dengan tatapan yang bingung.


"Berbaik hatilah padanya. Jika dia dulu tidak menolong Ayah, mungkin saat ini kau tidak akan bisa bersama dengan Ayah." Charles berujar lembut sambil terus menyisir rambut putrinya.


Angel hanya mengangguk pelan, walaupun masih tercetak jelas kebingungan di wajahnya.


"Ayo kita ke villa tempat Lucas tinggal. Tadi dia mengajak kita untuk makan malam bersama," sambung Charles yang membuat Angel segera berdiri.


Charles lalu menggenggam tangan mungil putrinya sambil berjalan menuju villa tempat Damian dan daddy-nya tinggal. Karena lokasi mereka tidak jauh dari villa yang ditempatinya saat ini.


Sesekali Charles tertawa kecil mendengar celotehan Angel tentang teman-temannya disekolah.


'Ayah yakin. Jika kau sudah besar nanti, kau pasti akan menjadi anak yang kuat dan bisa menolong orang lain yang butuh pertolonganmu. Dan ayahmu akan menjadi orang pertama yang bangga padamu,' Charles tersenyum mendengar cerita dari Angel. Anaknya itu sangat tidak suka jika melihat orang ditindas yang terjadi disekolahnya.