The Blue Mind Of The Killer

The Blue Mind Of The Killer
Part 2



BRAK!...


“KUHUK KUHUK!... HAKH”.


“DEVAN! ”.


“KAK DEVAN! ”.


!!!!!!!!!!


Melihat Devan yang tersiksa membuat Angga geram Dan langsung menyerang ayah Dika dan membalas mencekiknya.


Devan yang terlepas kembali berusaha menghirup udara dengan nafasnya yang sesak disertai dengan batuk, tubuhnya lemah Dan pucat. Air liurnya mengalir ditiap-tiap usahanya untuk bernafas kerna lehernya yang kini cukup perih.


“Dev! Dev!? ... Lo ngak apa-apa?! ”. Seru Bagas dan dua anak buahnya sambil mendekati Devan yang terbaring menahan rasa sakit.


Keadaan makin tegang dan mencekam, Angga semakin kejam dan tak terkendali dengan dirinya sendiri.


Ia semakin kuat mencekik ayah Dika dengan tatapan tajam dari mata biru dan hitam kepadanya. Ayah Dika tak dapat menahan, baru dicekik saja membuatnya melemah karna kekuatan Angga bisa dikatakan lebih besar dari orang dewasa, apalagi saat Ia tak terkendali seperti ini.


“Hehehe!... Bagaimana?! Menyenangkan bukan heh! JAWAB! HAHAHAHAHA LIHATLAH KAU TAK BERDAYA! ”. Ucap Angga gila dengan matanya yang melotot seram.


“Angga! Kendalikan dirimu nak! ”. Teriak ayah Angga yang kini tak dapat bergerak karna tubuhnya yang tua melemah. Sang Ibu mencoba mendekati putranya namun dihalangi Karin karna terlalu berbahaya. Kaila terus menerus menangis melihat kejadian ini.


“Ngga! Sadar Angga! ”. Teriak Bagas sambil menggoyang-goyangkan tubuh Angga dari belakan, Angga yang tak terkendali langsung....


ZUH!....


AAAAAAAAKH!...


Angga memunculkan bayangan dibelakangnya yang membuat Bagas terangkat dan tercekak.


Arga yang bergelantungan berusaha untuk mencapai keruangan sang adik. Ia begitu syok saat melihat keadaan semakin buruk dan kacau.


“ANGGA! ”. Teriak nya tapi langsung dihadang oleh Dito.


“Kak bahaya kak”. Kata Dito.


“Lepasin gue! ”.


Tak tinggal diam dan belum puas, salah satu pria Mengambil parang dan mendekat ke arah Angga yang mencekik ayah Dika.


“WOI! BRENGSEK! ”. Teriak Arga namun pria yang lain menghadang.


“Lepasin GILA! ”. Lanjut Dito.


Pria tersebut dibelakang Angga meangkat senjatanya dan langsung menyerang.


“ANGGAAAAAAA! ”.


Angga menyadarinya, Ia tak menghindar, Ia lalu dengan cepat mengarahkan tubuh Ayah Dika yang masih bernyawa hingga ayah Dika lah yang kena sasaran dibagian perut dari belakang. Dan Bagas pun terlepas dari cekikan bayangan tersebut dan terjatuh menahan sakit.


Darah mengalir deras hingga tersiram sampai ke wajah Angga, bahkan bajunya yang bersih kini berbau darah mangsanya.


Ayah Dika terpaku dengan rasa sakit yang begitu terasa pada bagian perut sebelah kirinya. Semua yang terpaku tak bergerak dengan mata yang melotot ngeri tak dapat berkata apa-apa.


Pria yang menusuk ayah Dika diam terpaku dengan nafas yang tertahan dan kembali menarik senjata dari tubuhnya.


“Meleset?”. Ucap Angga ngeri, Ia lalu melempar tubuh ayah Dika dan Ia pun bangkit berdiri. Semua menatapnya, Angga berdiri dengan pose menunduk misterius dengan rambut berantakan yang menutupi sebagian mata kanannya yang biru dengan wajahnya yang sedikit terkena noda darah.


Ayah Dika yang terbanting kembali merintih dengan menahan rasa sakit. Angga yang berdiri menatap kearah pria yang mencoba menyerangnya tiba-tiba dari belakang, kita sebut saja pak Zyrya.


Zyrya yang kemungkinan akan kena mental mulai gemetar ketakutan dengan reflek mundur menjauh, namun, bayangan disekitar Angga menyebar dan mengikat pergerakan tiap orang yang ada disana. Baik itu para pria, sahabat teman dan keluarganya sendiri.


Mereka berseru syok saat keadaan mereka tak dapat bergerak. Dan dalam waktu yang bersamaan, Rangga terbangun dengan nafaa yang tal terratur bahkan kondisinya yang melemah.


“Kak Rangga?!”. Seru Kaila.


Rangga melihat adiknya, Angga yang kini berada diluar kendali, Ia berusaha untuk berdiri namun, kondisinya melemah ditambah kekutan magis Angga yang mengikatnya.


Angga lalu mendekat kearah pak Zyrya yang kini ketakutan. Semua berusaha menyadarkannya namun, tak mampan.


Angga semakin mendekat dan memegang bahu pak Zyrya dengan pose berdiri layaknya psikopat.


“Anda tak ingin melihat ku lagi hidup? Heh? Bagaimana… jika aku membantu mu hehe”. Kata Angga ngeri dengan memperlihatkan wajah seramnya hingga membuat Zyrya menjatuhkan senjatanya.


*********