The Blue Mind Of The Killer

The Blue Mind Of The Killer
Arti Kita Sesungguhnya



...“tapi, kalian juga malah mendapat bobot yang berat , kalian tidak melakukan apapun. Kalian cuma mau membela, tapi bahkan ingin mencoba mendapat yang tidak pantas di didapatkan demi aku. Aku memang pecundang”. Balas kembali Angga sambil meremas rambutnya sendiri karena rasa bersalah yang Ia rasakan....


...“Ayolah kawan!, dapat skor yang sebanyak itu bukan apa-apanya. Kami berhasil tau!, Ini adalah sebuah kebanggaan untuk kami. Benar Dev!!?…”....


...“Kau benar sobat!”....


...“Dengar! Kalian bukan sedang mendapatkan nilai gratis dari guru dan kalian bukan sedang memenangkan permainan yang mendapat skor terbanyak tau!. Tapi kalian telah mendapat bobot pelanggaran paham!”. Omel Angga sambil memegang telinga dua sahabatnya itu....


...“Kami tau …tapi pertemanan dan persahabatan lebih berarti dari pada bobot skor yang kami dapatkan Angga”....


...“Dilan benar …kitakan sudah lama menjalin pertemanan. Jadi apapun tantangan yang kita hadapi akan kita lalui bersama!”....


...Kata Dilan dan Devan yang seketika membuat kembali kenangan yang mereka rasakan dari saat mereka kecil, termasuk Angga. Dari saat mereka menemani waktu Angga sendiri, mengikuti lomba bersama dan lainnya yang mereka ingat bersama....


...“Kalian …..memang yang terbaik!”. Kata Angga terharu sambil meranggul bahu dua sahabatnya itu. “Hey kau manangis?!…”.Dilan dan Devan tersenyum lebar melihat Angga kembali tersenyum, mereka juga membalas memeluknya. Ya …meski Angga yang berada ditengah agak tercekik. Tapi, Mereka tampak seperti saudara kandung yang akrab....


...“Kalian memang berbeda dari yang lain”. Kata pak Ridwan yang dari tadi memperhatikan perilaku dan percakapan antara mereka bertiga yang seketika tiga sahabat itu ikut memperhatikan perkataan gurunya tadi....


...“Maksud bapak?”. Tanya Devan....


...“Kalian memang beda dari murid yang lain. Kalian saling membela dan melindungi satu sama lain. Dapat merasakan sedih dan senang bersama.Bapak bangga dengan kalian". Jawab Pak Ridwan yang membalikkan badannya ke arah muridnya. Kini mereka berhenti sejenak di depan kelas. Ketiga muridnya itu saling tatap satu sama lain dan tersenyum....


...“Lihatlah …kalian bahkan mendapat skor yang sama, walau tak ada kesalahan yang salah satu dari kalian bertiga perbuat. Balas kambali pak Ridwan sambil melihat tiga muridnya itu....


...”Terima kasih pak …itu sangat berarti“. Jawab Dilan sambil tersenyum....


...”Ya ...meski seperti itu ..., apakah bapak bisa hapus skor yang dimiliki oleh teman-temanku ini“. Kata Angga, Ia masih tidak mau skor tersebut ada pada dua sahabatnya itu....


...”Eis ….ngak-ngak …bobot tetaplah bobot“. Seru Dilan kocak....


...”Diam! …ayolah pak …kalau ngak dihapus ntar ekosistem disekolah ikut terganggu pak!“. Balas kembali Angga....


...”Ini harus di hapus pak sesuai peraturan yang ada __…“....


...”Tidak! ….“....


...”Harus! …“....


...”Tidak!…“....


...Kini mereka bertengkar tentang masalah skor yang ada pada Dilan dan Devan. Tanpa mereka sadari, murid yang berada didalam, sedang memperhatikan mereka terutama Angga....


...”Sudahlah! Masalah itu nanti kita pikirin. Sekarang cepat MASUK!“. Tegas pak Ridwan sambil mengangkat tangannya yang memegang rol, Ia dari tadi geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka....


...”Baik pak sekali lagi terima kasih“. Jawab mereka serentak sambil terburu-buru memasuki kelas. Alangkah cerebohnya kepala Devan dan Dilan terbentur antara satu sama lain, karena terlalu kaget melihat rol panjang yang ada pada pak Ridwan....


...”Awww!…“. Seru mereka....


...Semua yang melihat hendak ingin tertawa terbahak-bahak. Termasuk Angga dan Pak Ridwan....


...”Kalian baik-baik saja?“. Tanya Angga sambil menahan tawa kecilnya....


...”ya ngak jangan khawatir ….beruntung banget dapet bintang kejora sebanyak ini“. Jawab Dilan sambil menunjukkan atas kepalanya yang berupa bintang dari benturan kepala Devan....


...”Bisa ngak sih jalan liat-liat!“. Protes Devan....


...”Serah …dah yok masuk, hati-hati masih pusing“. Jawab Dilan kocak....


...Pak Ridwan menahan tawanya, dan Angga menggeleng-gelengkan kepalanya.Mereka pun masuk ke kelas....


...****************...