The Blue Mind Of The Killer

The Blue Mind Of The Killer
Part 2



Dika mengumpulkan keberaniannya untuk mengikuti Angga. Perasaan yang bercampur merinding dengan penasaran, Dika tetap berjalan pelan dibelakang Angga.


“Angga mau pada kemana sih”. Tanya Dika dalam hati.


Angga yang berada didepannya pun naik kelantai atas menuju atap sekolah( rooftop). Saat tiba didepan pintu, Angga menghilang tanpa jejak.


“Ang… Angga kemana?! Dia kok hilang ya…. Bentar! Apa mungkin…”. Gumam Dika yang melihat Angga menghilang didepan pintu menuju rooftop. Ia pun memutuskan untuk mmbuka pintu itu.


Saat berjalan beberapa langkah setelah membuka pintu, begitu syoknya Dika saat melihat Angga berdiri diatas pagar pembatas. Dika yang syok, teringat akan perkataan Devan saat disekolah tentang niat bunuh dirinya Angga.


“Hah! Angga! Apa yang kau lakukan! Itu bahaya!”. Teriak Dika namun Angga tak merenspon.


Angga lalu melangkahkan kaki kanannya, melemahkan tubuh dan…. Jatuh kebawah.


“ANGGA!”.


STRAP!….


Dika tak tinggal diam, Ia berteriak sambil berlari menyelamatkannya dan akhirnya, Ia berhasil memegang tangan Angga. Angga yang terselamatkan, hanya diam tak melihat kearah Dika.


“Angga! Apa yang kau lakukan! Kau gila!”. Kata Dika yang masih memegang tangannya.


“Lupakan! Aku akan menyelamatkan mu”. Lanjut Dika dan berusaha menarik Angga agar Ia selamat dari tindakan mautnya tapi tiba-tiba…


Angga memegang salah satu pagar pembatas dengan tangan sebelahnya dan dengan nekat Ia menarik Dika jatuh kebawah dengan pegangan tangan Dika padanya.


“HAH!”. Seru Dika syok ketika Angga menariknya jatuh kebawah.


Dika yang bergelantungan yang masih dipegang oleh Angga, Ia hanya bisa melihat wajah seramnya yang tertutup dengan rambutnya. Jantungnya berdetak kencang, tubuhnya gemetar dingin dan berkeringat. Ia hanya bisa bertanya kejadian ini, mimpi, atau nyata.


“…. Aku keliatan gila bukan”. Kata Angga dingin sambil senyum seram dan menatap tajam kearah Dika dengan mata birunya yang bersinar disela-sela rambutnya.


“Mengapa kau melakukan ini padaku!”. Balas Angga yang memotong perkataan Dika.


“Mengapa kalian selalu membuat hidupku sensara?!… bahkan menghina sahabat dan temanku… itu telah membuatku muak!”. Sambung Angga seram.


“Dasar kau gila!”. Teriak Dika bercampur ketakutan dengan tindakan Angga yang ingin meluncurkannya kebawah.


“Lagipula…. Ini perbuatan kalian yang tak punya hati sekalipun…. Hingga membuat ku begini!”. Kata Angga dingin.


“Ang… angga aku minta maaf!…. Aku memang bersalah maafkan aku, kumohon…”. Kata Dika yang membuatnya semakin sesak.


“Heh! Terlambat sudah untuk menyadarinya


..… bukankah kalian harus membayarnya…. brengsek!”. Balas Angga dingin dan kejam sambil melepas pegangannya pada Dika.


“Angga! Angga! Angga! Kumohon tidak maafkan aku AAAAAAAAAAAAAAA!!!!!”. Kata Dika panik yang melihat Angga melepas dirinya kebawah sambil berteriak hingga Dika jatuh kebawah.


Dika yang terjatuh akhirnya terbangun dari tidurnya. Jantungnya berdetak kencang, nafasnya sesak, tubuhnya gemetar, dingin dan berkeringat.


“Hah…. Hah…. Hah…. Apa itu tadi ….mimpi?!…. Yaampun…. Apa aku gila”. Kata Dika dengan nafasnya sambil duduk menutupi wajahnya yang berkeringat hebat. Dan tiba-tiba, muncullah tawa mengerikan yang berdengung kencang diseluruh kamarnya yang membuatnya semakin merinding ketakutan.


“Si… siapa kau! Jangan mengganggu ku!”. Teriak Dika.


“ HAHAHAHAHAHAHA….. Aku tidak akan mengganggumu…. Aku hanya ingin membunuhmu”. Kata sesosok menyeramkan itu.


Dika yang merasa suara jawaban sesosok itu, begitu dekat dengannya. Ia semakin takut hingga nafasnya sesak tak teratur ditambah tubuhnya yang mulai gemetar dan pucat.


Ia pun mencoba melihat kebelakang, dan ternyata….