
Sepulang sekolah, mereka pun berencana menghabiskan waktu bersam. Tapi, sebelum itu, mereka haris pergi ke sekolah adiknya Angga. Tanpa disadari, Mulan juga memiliki seorang adik lelaki bernama Zaki yang juga bersekolah disana.
“Lan, jadi ini adik kamu?? ….bersekolah disini juga?!”. Tenya Jesika.
“Ya…”.Jawab Mulan.
“Perkenalkan kak, nama ku Zaki”. Zaki meperkenalkan dirinya. Mereka pun saling berkenalan.
“kalian juga sekelas?!”. Tanya Sara, keduanya juga mengangguk.
“Aaaaaa ….Angga dan Mulan serasi sekaliiiii!!!!!”. Seru Jesika yang membuat mereka menatapnya. “Hehehe ….maaf”.
“Dahlah ….ayo nanti kita telat lagi”. Kata Dilan.
“Telat kemana?”.Tanya Kaila penasaran.
“Kita nanti ingin menghabiskan waktu bersama. Untuk merayakan perpisahan bersama kak Devan. Nanti Ia akan pindah”. Jelas Dilan sambil mengelus kepalanya Kaila. Yang membuat Kaila terkejut dan ingin menangis.
“Kak Devan …jangan pergi ___ Kaila gak mau kak Devan pergi”. Kata Kaila sambil menangis dan memeluk Devan. Semua yang melihat ikut terharu dan juga menangis. Devan pun berdiri membongkok dan memegang bahu Kaila dan berkata, “Kaila ….kakak tau ini berat tapi, Kaila ingat pesan kita, tak akan ada kata berpisah. Walau tidak secara lansung berinteraksi nanti …..kita kan dapat berbicara lewat video cal, berkirim surat dan banyak cara lainnya. Jadi Kaila gak perlu nangis lagi mengerti ….”. Kata Devan menyemangati dan Kaila pun menganguk.
“hari ini akan kita habiskan waktu bersama, Kaila ikut”. Lanjut Devan.
“ikut kak!!!”. Jawab Kaila semangat.
Akhirnya mereka pun setuju untuk menghabiskan waktunya bersama. Mereka pergi jalan-jalan ke taman, Mini Market, cafe, pantai dan tempat yang seru lainnya. Mereka juga membantu membereskan beberapa barang yang diperlukan untuk Devan.
Akhirnya, perpisahan pertama pun dimulai. Devan pun berangkat ke Jakarta pukul 18:20, mereka datang berkumpul menyambut perpisahan Devan.
“Jaga diri mu baik-baik disana”. Kata Angga. Devan mengangguk.
“kami akan merindukanmu kawan”. Kata Dilan sambil memeluk Devan.
“aku tahu”.
“Kak Devan ….jangan lupa hubungi kami”. Kata Kaila, lalu Devan pun mengusap kepalanya, “sudah pasti”.
“ngak kok Om ….semoga Om, tante dan keluarga sehat selalu disana”. Kata Angga dengan penuh harapan.
“Ok sobat, sepertinya kita tidak dapat bermain Tom and Jarry lagi yah”. Canda Dilan, semuanya ikut tertawa terutama Devan.
“Hahaha ….dasar emang kau ya”. Balas Devan.
“baiklah, mungkin …..ini agak berat ….aku berangkat dulu”. Lanjut Devan. Lalu ketiga sahabat itu berpelukan perpisahan, suasana tampak hening sementara.
“baiklah ….berhati-hatilah disana”. Kata Angga, saat melepas pelukannya. Devan mengangguk, Ia pun memeluk adiknya Angga.
“Kaila …..kakak pergi dulu ya”. Kata Devan sembari mengeluarkan air mata. Momen ini bagai drama saja, semua yang menyaksikan ingin menangis. Kaila yang mendengar pun menangis tersedu-sedu, dan membalas pelukan Devan.
“Iya …..jaga diri kakak yang baik”. Kata Kaila sambil menangis, Devan mengangguk dan mengusap kepala Kaila.
Devan pun dipanggil untuk segera berangkat, Devan pun menurut.
“Baiklah …..sampai jumpa”. Kata Devan sambil melambaikan tangannya.
“semoga selamat di perjalanan”.
“hati-hati”. Seru anak cewek, Devan mengangguk dan memasuki mobilnya.
Angga dan Dilan berusaha menahan tangisnya walau air mata mereka terus membasahi wajah mereka. Mobil Devan pun melaju dan dua sahabat ini pun berkata,
“Dev sampai jumpa ….jaga dirimu baik-baik disana!!!!”. Teriak mereka yang membuat Devan menjenguk keluar lewat jendela dan tersenyum. Mereka pun melambaikan tangan untuk terakhir kalinya.
Mobilnya Devan tidak kelihatan karena sudah semakin jauhnya. Angga dan Dilan pun berusaha menghapus air mata mereka.
“hei ….kalian menangis?”. Tanya Jian.
“huh ….kagak cuma debu tadi terbang”. Jawab Dilan, semuanya pun tertawa kecil.
“ini hampir magrib …bagaimana kita pulang dulu”. Ajak Angga, mereka pun menurut dan pulang bersama.