
Angga pun jatuh terduduk dilantai kamarnya dengan bayangan yang masih ada disekelilingnya. Tubuhnya semakin melemah.
“Hah ..ha …hah hah ha …kuhk huk huk uhuk”. Napas Angga terengah-engah sambil terbatuk-terbatuk. Bayangan tersebut pun ikut masuk perlahan ketubuhnya, yang membuat kepalanya sakit tak terhingga.
Beberapa saat kemudian, bayangan hitam pun menghilang dan mata biru Angga hilang kembali normal. Angga terlihat masih kesakitan, Ia memegang kepalanya yang sakit serta dadanya yang sesak. Ia berusaha mengapai kasurnya.
Lalu, Ia perlahan berdiri dengan napas yang sesak, dan merebahkan dirinya dikasur sambil memegang kepalanya yang sakit.
“Sekarang, …apa yang terjadi pada ku, …aku telah dikuasai olehnya. Apa yang harus kulakukan?!!”. Kata Angga dalam hati dengan khawatir.
“Ah …kepala ku!”. Seru Angga sambil memegang kepala dan rambutnya, Ia merasakan sakit kepala yang luar biasa hebat. Seakan-akan akan menarik rambutnya sampai botak.
Dengan banyak lamunan dan memikirkan tiap yang dikatakan makhluk tadi, akhirnya Ia tertidur pada jam 03.00.
Kesokan harinya, tepat pada pukul 05.20 Setelah shalat, beliau masuk ke kamar Angga untuk melihat kondisinya.
Terlihat Angga masih tertidur di kasurnya. Ibunya datang dan mengecek kondisinnya. Setelah dicek, Angga terlihat masih pucat dan tubuhnya pun dingin dengan keringat yang ada di dahinya.
Karena kondisi putranya yang masih tidak memungkinkan, beliau pun membiar Angga untuk beristirahat. Ibunya pun memakaikan sebuah selimut kepada putranya, mengelus lembut rambutnya dan mencium keningnya. Beliau pun segera meninggalkan Angga dan menyiapkan sarapan. Semua kakaknya kini sibuk dengan urusan mereka.
Beberapa detik sang Ibu meninggalkan kamar, Angga terbangun. Ia melihat jam alarm disampingnya, Ia pun segera bangun menuju kamar mandi.
“Sst ah aw …ha udah subuh ya”. Kata Angga sambil memegang kepalanya yang sakit.
Ia pun menuruni tangga dan masuk ke kamar mandi, terlihat kesibukan keluarganya pada pagi hari yang membuat sebuah senyuman padanya.
Setalah mandi dan mengambil wudhunya, Ia pun memasuki kamar tanpa diketahui oleh keluarganya. Ia pun masuk ke kamar dan shalat.
“Ya Allah ya tuhan ku. Yang- Maha kuasa atas segala sesuatu. Tolonglah hamba yang telah dalam percobaan ini ya Allah. Tolong kuat kan hati hamba …Amin”. Doa Angga setelah Ia selesai shalat, dirinya kini mulai khawatir atas kejadian yang menimpanya tadi malam.
Angga pun telah siap dengan seragam dan perlenglapan sekolahnya. Jam menunjukkan pukul 06.35, ini waktunya Ia sarapan.
Angga pun keluar kamar dengan tasnya, saat baru mengunci pintu, tiba-tiba, sesosok tersebut bebisik pada Angga,
“Ini semua belum selesai, aku akan tetap mengendalikanmu hehehe …”. Bisik makhluk tersebut, namun Angga tetap tidak mempedulikannya. Ia pun menuju ruang makan.
Disana terlihat keluarganya menikmati sarapan pagi bersama. Sang Ibu menyiapkan sarapan untuk Angga dan mengantarkannya ke kamar.
“Bu …ngak sarapan?”. Tanya suaminya.
“Tunggu dulu …mau siapin sarapan untuk Angga. Keadaannya kan masih lemah, jadi dia ngak sekolah dulu hari ini”.
“Tapi hari ini kan ulangan bu”. Balas Angga tiba-tiba yang berada di belakang Ibunya. Sang Ibu dan keluarganya syok bukan main melihat Angga sehat bugar dan rapi dengan seragamnya. Bahkan, nasi goreng yang siap mendarat menuju perut, tertahan.
“N …nak. Kamu ..?”. Tanya Ibunya sambil mengecek kepala putranya. Kini beliau pun serasa ingin melayang tak tahu kemana, putranya yang tadi suhu badannya yang sedingin es dan pucat, kini normal seketika.
“Kamu …udah baikan?”. Lanjut beliau, Angga hanya mengangguk.
“Nak, meski begitu kamu libur dulu hari ini”. Sambung ayahnya.
“Ngak apa. Angga dah mendingan kok”.
“Tapi nak”.
“Ngak apa bu, Angga akan baik-baik saja”. Ucap Angga sambil menenangkan Ibunya. Ia mengerti maksud dari orang tuanya, mereka cemas jika Angga nekat kembali.
Suaminya pun mengangguk pada istrinya untuk membiarkan Angga sekolah, lagi pula Devan juga hadir. Pastinya Angga akan senang.