
“Dilan... Kamu jangan mikirin yang lain dulu nak.... Jangan buat Devan... ”.
“Bagaimana Dilan ngak khawatir kalau sahabat Dilan jatuh gini”.
Jawaban sang ibu terputus saat putranya yang baru pulih memotong perkataannya. Hal ini dikarenakan Dilan benar-benar mengkhawatirkan sahabatnya.
“Lan Dilan. Jangan mikirin lain dulu Dilan...
“Dev! Bilang sama gua... Apa yang terjadi pada Angga?!! ”. Tanya Dilan dengan paksaan. Devan hanya bisa menggeram tangannya. Ia tak mau membuat Dilan yang baru sadar kembali khawatir.
“Dev! ”. Panggil Dilan dengan mata yang berkaca-kaca.
“Dilan... Ang-Angga pasti baik-baik aja kok. Jangan buat Devan gelisah Lan”. Lanjut kakak nya, temannya memilih untuk diam, mereka tak pernah melihat perilaku Dilan terhadap sahabatnya.
Dilan mengetahui kalau Angga sedang dalam masalah, terlihat dari raut wajah Devan yang khawatir.
.•♫•♬•My Inner Story•♬•♫•.
Tak berapa lama kemudian, Rangga dan Karin berada dalam perjalanan pulang. Situasi yang mereka rasakan juga aneh, apalagi disekolah.
Ti Ti Ti Tit.... 🎶🎶🎶
Ponsel Rangga pun berdering panggilan dari adiknya Arga. Rangga pun langsung mengangkat panggilan tersebut sambil melajukan motornya.
“Ya, napa? ”.Jawab Rangga.
[𝘒𝘢𝘬, 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘭𝘰𝘮... 𝘕𝘨𝘢𝘬 𝘈𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘦𝘮𝘱𝘶𝘵“.
”Ha? Emang ayah ngak bisa jemput? Kan boleh naik angkot“.
[𝘈𝘺𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘥𝘢 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨, 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘰𝘵, 𝘣𝘶𝘴, 𝘰𝘫𝘦𝘬, 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘰𝘱𝘳𝘢𝘴𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘯𝘢 𝘴𝘶𝘱𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘥a 𝘵𝘰'𝘰𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢].
”Ya... Gue juga lagi perjalan pulang... Ni sama Karin“.
[𝘉𝘶𝘴𝘦𝘵, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘯𝘪 𝘨𝘶𝘦 𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘨𝘪𝘵𝘶].
”Bentar, …Rin! “.
”Apa“. Jawab Karin yang berada dibelakang kakak nya sambil memainkan ponsel.
”Arga ngak Ada yang jemput... Jemput dia sekalian? “. Tanya Rangga.
”Yaudah, kan sekalian aja terus. Dari pada dia nunggu lama, lagian kan cape juga nanti bolak balik”.
“Yaudah, Oi Ga! Lo tunggu aja dulu”.
[𝘖𝘬𝘦 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘮𝘢].
“Iya ”.
[𝘖𝘬𝘦! 𝘎𝘰𝘰𝘥 𝘣𝘺𝘦 𝘴𝘦𝘵𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘩𝘢𝘩𝘢𝘩𝘢]. Jawab Arga ngeledek dan langsung menutup panggilan dengan tawanya. Rangga yang kesal hanya bisa menggeram giginya. Mereka pun langsung putar balik untuk menjemput Arga.
Beberapa abad kemudian, mereka berdua pun tiba disekolahnya Arga. Terlihat kondisi sekolah yang cukup elite seperti sekolah masa depan, terlihat sepi dan sunyi tanpa penghuni.
Mereka melihat Arga yang duduk menunggu di halte bis sambil memainkan ponselnya.
“Udah tahu napa nanyak. Gue doang penghuninya”. Jawab Arga sambil melipat kedua lengannya.
“Iddih... Emang kagak ada guru gitu”. Tanya Rangga balik.
“Cuma beberapa orang”.
“Ngerasa ngak sih, seluruh sekolah di Bandung pada mati semua”. Kata Rangga sambil melihat disekeliling gedung sekolah.
“Jangankan sekolah, seluruh kota ya besti”. Balas Karin.
“Katanya dilanda penyakit aneh tadi malem. Emang belum tahu kabar si Pino”. Tanya Arga sambil menaikkan satu alisnya dengan gaya pro.
“Si? Pino? Emang... Es serut itu kena penyakit juga ya? ”. Balas Karin bingung dengan adiknya, sedangkan Rangga hanya senyum tahan tawa.
“Si Veno! Sepupu kite wahai ikan asin! ”.
“Adik kayak lu emang harus diginiin emaaaang! ”.
CUUUIIIT...!!!
“A aduh aduh! KAK! KAKAK! SAKIT! AAAAAA! ”.
Arga berteriak dengan histerisnya dengan jeweran dari Karin menghasilkan telinga merah.
“Veno, sepupu kita yang musuhnya Angga itu kan”. Tanya Rangga dengan telunjuk dibawah dagunya.
“Huf... Iya... Kalo ngak percaya, nih liat keadaannya”. Jawab Arga yang terlepas dari jeweran maut Karin dan memperlihatkan foto Vero yang sedang dirawat yang wajahnya cukup pucat.
“Berat juga ya”.
“Efeknya juga sama kayak orang lain kayak... Kejang-kejang gitu”. Jelas Arga sambil mematikan layar ponselnya.
“Darimana dapet foto sakit dia”. Tanya Karin.
“Dikirim sama Ela, adiknya”.
“Oh”.
“Woi! Kalian mau pulang apa kagak hah! ”. Seru Rangga yang memecah pengkompromian antara dua setan kecil itu.
“Nah kak. KAUUU duduk di belakang soalnya pantat kau cukup lebar”. Ledek Arga sambil menunjuk di tempat belakannya Rangga yang sedang mengenakan helm.
“Dasar kau ya! Sini gue kasih tempat yang bagus buat lo duduk”.
“A A AMPUN KAK... AAAAAAAAAAAAAAA!!!!!! ”.
Teriak Arga saat memberi tempat duduk khusus dan nyaman... Seperti ini👇
Maaf kalo gambar nya kurang bagus😅