The Blue Mind Of The Killer

The Blue Mind Of The Killer
Mimpi Buruk



Angga tanpa diketahui berada disuatu tempat yang asing baginya. Karena kebinguan, Ia pun memutuskan menulusuri tempat itu. Namun, Ia melihat sekerumunan warga yang terlihat ketakutan dan panik melihat kejadian sesuatu di depan mereka.


“Ya ampun kasian banget liat anak itu bunuh temannya”.


“Ya ampun… apa yang harus kita lakukan”.


Ucap salah satu warga.


“Apa yang mereka bicarakan?…. Bunuh… teman?…”. Kata Angga penasaran dalam hati. Ia pun memasuki kerumunan tersebut dan tiba-tiba… Angga sangat syok melihat kejadian didepan matanya.


Angga melihat seseorang memegang pisau dan menusuk Dilan. Dilan terlihat menahan rasa sakit dengan darah yang berkujuran ditubuhnya.


Angga panik dan berlari, Ia pun langsung menghentikan tangan pria itu.


“Hei apa yang kau lakukan! Hentikan!… apa yang kalian lihat… mengapa kalian diam saja hah!!!”. Teriak Angga sambil menghentikan tangan pria itu.


Lelaki misterius itu memberontak dan mendorong Angga dan kembali mengakhiri Dilan dengan ketajaman pisau ditangannya. Angga yang terjatuh langsung berdiri dan memegang kerah baju lelaki itu.


“Hentikan! ….Hah!”. Kata Angga yang seketika syok melihat wajah lelaki itu menyerupai dirinya. Tubuhnya gemetar dan berkeringat dan seketika, sesosok yang menyerupai dirinya itu hilang.


“Angga… mengapa kau… berani melakukan ini pada ku Ang… ga”. Kata Dilan terputus-putus karena sesak akan perutnya yang tertusuk dengan darah yang keluar dari mulutnya.


“Ti… tidak”. Kata Angga ketakutan dengan nafasnya yang mulai sesak.


“Kau membenciku…”. Lanjut Dilan.


“… apa yang kau…”. Kata Angga dan seketika sesosok itu pun menghilang.


“Dilan!”. Seru Angga.


“Mengapa Ia begitu tega terhadap temannya sendiri…”. Kata salah satu anak sekolah.


“A… apa yang kalian katakan!!”. Seru Angga.


“Temannya dibunuh…. Apa Ia belum puas kejadian yang menimpa kakaknya! Dasar pembunuh!”.


“Bu… bukan aku yang melakukannya! Apa kalian tidak lihat tadi heh!”. Balas Angga.


“Lihat! Bagaimana kau bunuh sahabat mu sendiri”. Balas salah satu gadis yang membuat Angga begitu terpukul.


“Kalau Devan tahu… Ia pasti akan menghianati mu”. Lanjut mereka… Angga yang begitu terpukul membuatnya semakin sesak dengan keringat yang tak henti turun.


“Aku tak percaya Angga salah satu dari pembunuh!“. Kata Jesika bersama teman lainnya.


”Teman… teman“.


”Kalau aku tahu sejak awal kau itu pembunuh! Aku tidak akan bergabung dengan mu!“. Lanjut Mulan.


”Apa yang….“.


Lalu… muncullah sang ayah didepannya.


“Mengapa kau berani melakukan ini heh! Mengapa kau berani mengakhiri hidupmu!!… lelah!!!….


PAM!!!…


”Dasar anak tak berguna! buat malu keluarga saja“. Kata ayahnya lalu menampar Angga hingga Angga tertatih sambil memegang wajahnya. Ayahnya lalu pergi begitu saja.


Angga benar-benar tak mengerti. Ia tak tahu ini mimpi atau tidak… semua kelihatan nyata baginya.


”Mengapa!…. Mengapa aku memiliki anak seperti Angga!!“. Kata sang Ibu sambil menangis histeris. Angga yang tak tahu berbuat apa-apa hanya diam akan kepakuannya.


”B… bu“. Panggil Angga sambil mendekatinya.


”Pergi kau Iblis!“. Balas Ibunya kejam sambil menepis pegangan putranya. Tentu saja Angga terpaku tak berdaya. Hatinya semakin sakit akan apa yang dialaminya.


”Kau bukan lagi dari keluarga ini! Kau pikir apa aku akan senang jika memiliki anak seperti mu! Kau membuat ku gila saja“. Lanjutnya bagai bukan sesorang Ibu untuk Angga. Lalu sesosok itu pergi meninggal kan Angga. Dan datang 3 kakaknya dan Kaila dibelakangnya. Lalu…


TRAM!!!!…


Mereka memukul adik mereka sendiri sehingga Angga terjatuh.


”Berlutut kau disitu! Memang patut bukan!“.


”Kau telah mempermalukan kami disekolah! Dasar brengsek!“. Kata mereka, Angga bangkit berdiri dengan wajahnya yang pucat berkeringat.


”Kau yang selalu berulah mengapa kami yang kena!“. Kata Karin.


”A… aku“.


”Aku tak ingin mempunyai kakak seperti mu… pembunuh!“. Lanjut Kaila yang seketika 4 sosok itu menghilang. Angga kini benar-benar tak tahan. Kepalanya kembali sakit.


Lalu, sekelilingnya muncul beberapa sosok seperti,… pak Ridwan, pria misterius dan Bagas beserta anak buahnya.


”Mengapa kau seperti ini!… apa kau tidak memiliki orang tua untuk mengajarimu!“.


”Apa kau tidak mengerti!… matilah!“.


”Kami mempercayaimu! Tapi mengapa kau seperti ini Angga! Kau… benar-benar penghianat!“.


Kata mereka dengan menatap tajam kearah Angga. Angga benar-benar tak berdaya, Ia reflek mundur dan tiba-tiba, Robin dan anak buahnya tiba-tiba berada dibelakang Angga dan dengan segera memegang kedua lengannya dengan tersenyum seram.


”Apa! Apa yang kalian lakukan! Lepaskan!“. Kata Angga syok ketakutan.


”Hehehehe… membalas… dendam!“. Balas Robin dengan ekspreksi seram sambil memegang Angga. Dan… muncullah Rihun didepannya dengan bersenjata pedang. Angga benar-benar ketakutan hebat.


”Kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja!…. Dasar iblis pembunuh!!“. Kata Rihun seram sambil menggegam pedangnya.


”Tidak“. Seru Angga ketakutan. Lalu, Rihun mengangkat pedangnya dan…


SRAKK!!!…


”HAK …AKH!!“. Seru Angga yang terkena serangan Rihun dibagian perut. Sosok itu pun menghilang, Angga pun terjatuh. Ia memegang perut yang tertusuk dan mulutnya mulai mengeluarkan darah menahan rasa sakit.


”Bagaimana mereka akan peduli padamu…“. Kata sesosok Ryan didepannya, Angga syok dan menoleh.


”Sedangkan kau… tidak peduli akan kepedulian mereka pada mu… kakak benar-benar kecewa Angga… sangat kecewa“. Lanjutnya dan pergi begitu saja.


”Tolong hentikan ini! Kumohon!“. Teriak Angga sambil menghentakan tangannya ketanah.


Dan … datanglah Devan yang tiba-tiba melempar Angga ke tembok hingga kepalanya mengeluarkan darah. Angga berteriak menahan sakit dan Devan… memegang leher sahabatnya dengan tatapan tajam yang membuat Angga semakin ketakuatan.


”Mengapa kau membunuh Dilan brengsek“. Kata Devan.


”Bu… bukan…“.


”Dasar pembunuh! Kau memang seorang penghianat!“. Kata Devan. Angga benar-benar seperti sedang dihukum mati… tubuhnya benar-benar tak dapat bergerak akan ketakutannya.


”Aku tak akan mempercayaimu lagi! Jadi… matilah disini“. Balas Devan dan langsung mencekik Angga dengan kuat.


”Haak Aaaaaakh!!!!“. Angga tak dapat bernafas karna semakin kuatnya cekikan Devan. Tubuhnya pucat berkeringat, dan air liur bercampur darah keluar dari mulutnya.