The Blue Mind Of The Killer

The Blue Mind Of The Killer
Diselimuti Bayangan Hitam



"Ayolah, aku ini bayangan mu. Mengapa kau kasar sekali terhadap bayangan mu sendiri?!”. Kata makahluk itu sambil menatap Angga. Ia mulai melepas suara Angga yang ditahan olehnya.


“Karena kau …bukan bagian dariku pengganggu!”. Balas Angga dengan nafas tidak teratur, makhluk tersebut hanya tertawa.


“Hahaha …kau sungguh pria yang tangguh ya”. Balas makhluk tersebut.


“Katakan padaku!. Apa yang kau inginkan dari ku!”. Ucap Angga.


“Hehe …pertanyaan yang bagus”.


“Jawab!”. Teriak Angga kesal, meski Ia masih merasa cekikan makhluk tersebut.


“Santai saja kenapa. Tapi …kalau kau ingin mengetahuinya, dengan senang hati aku akan memberitahu mu”. Jawab makhluk tersebut dengan dingin.


“Aku menginginkan jiwa batin mu untuk ku. Aku merupakan sisi gelap darimu dan terus mengincar jiwa mu itu untuk aura magismu kepada ku dan, dapat menguasai orang-orang nanti”. Jawab makhluk itu yang mulai melapas cekikan pada Angga. Angga benar-benar tak percaya akan perkataan makhluk tersebut.


“Dan bukan hanya diriku saja yang mengincar jiwamu, tapi …juga para makhluk lain”. Lanjutnya, yang membuat Angga syok yang dibumbui dengan segala pertanyaan.


“Maksud …mu”.


“Heh ya, para roh yang lain …juga menginginkan jiwa mu untuk membangkitkan aura magis mereka. Dan …ada juga untuk roh mereka tetap ada didunia agar dapat bertemu dengan orang yang Ia cintai dan ada juga dipakai untuk balas dendam atas kematiannya”. Jelas makhluk tersebut sambil berjalan dan melayang. Angga mulai takut akan statusnya sebagai pemilik mata batin biru.


“Tapi, aku adalah pemilik mu yang gelap. Dan seharusnya …aku yang duluan yang akan menguasai penglihatan batinmu agar, para makhluk tersebut juga dapat menjadi bawahanku! Wahahaha”. Lanjut makhluk itu dengan nada suara yang tinggi dan tawa yang keras.


Angga kini ketakutan hebat, Ia berusaha bergerak melepaskan diri, tapi sia-sia, makhluk tersebut telah menguasainya.


Zap! Dengan cepat muncul didepan Angga dan tangannya mencekik Angga dengan keras.


“Menguasai dirimu hehehe”. Katanya sambil mencekik Angga dengan kuat.


“A …Ak AKH!”. Angga mulai sesak tak dapat bernapas. Terlihat makhluk bayangan itu berusaha membangkitkan aura gelap dari mata batin Angga, matanya secara tiba-tiba mengeluarkan cahaya biru bercampur hitam. Angga dapat mengetahui apa yang dilakukan makhluk itu, maka, Ia berusaha menahan aura gelapnya keluar.


“Jangan ditahan nak …rasanya tidak terlalu sakit kok”. Kata makhluk tersebut dengan tatapan gila mengerikan dan senyuman yang menakutkan. Ia terus mencekik Angga dengan kuat agar rencananya membuah kan hasil.


“Ya Allah ya tuhan ku, tolonglah hamba dalam gangguan dan bahaya ini …”. Kata Angga dalam hati. Ia semakin tercekik dan sesak, tubuhnya mulai pucat berkeringat.


“Hehehe …bagaimana?!! …jangan ditahan! KELUARKAN SAJA HAHAHA”. Kata makhluk tersebut dan terus mencekik Angga dengan sangan kuat dengan mata birunya yang seram.


“Ha …Akh!”. Angga benar- benar tersiksa, Ia benar-benar tidak dapat menahannya. Tidak ada yang dapat mendengar seruan dan teriakannya dan tubuhnya juga tak dapat melakukan apa-apa. Ia seakan-akan mau mati rasanya.


Dan secara tiba-tiba, bayangan hitam pekat keluar dan menyelimuti Angga. Matanya secara tiba-tiba mengeluarkan warna biru yang berarti, aura gelap Angga keluar seperti yang diinginkan makhlu tersebut.


Makhluk itu tersenyum puas, kini gilirannya yang mengeluarkan bayangan dan aura gelapnya. Bayangan terus menyelimuti antara mereka. Angga kini benar-benar ketakutan, Ia tidak tahu nanti masih hidup atau tidak.


“Hehehe! Sudah seperti yang direncanakan! Hahaha …tahanlah …ini rasanya akan terasa hahaha!”. Ucap makhluk tersebut, dan, tubuh makhluk bayangan itu perlahan masuk ketubuh Angga dengan bayangan gelap dan cahaya biru yang menyebar. Angga dapat merasakan rasa sakit yang luar biasa, kepala dan tubuhnya seperti ditusuk pedang.


“Kumohon hen_ tikan!”. Seru Angga tersiksa sambil memegang kepala dan dadanya yang sesak. Makhluk tersebut semakin masuk dan menjiwainya.


“Aaaaaaaaahhhk!!!”. Teriak Angga tak tahan, bayangan terus menyelimutinya. Beberapa menit kemudian, makhluk bayangan itu menghilang. Kini Ia berhasil masuk dan mengendalikan Angga.