The Blue Mind Of The Killer

The Blue Mind Of The Killer
Mulan, Drageors and Angga



Mulan yang berada dibawah terus saja berusaha, namun usaha mereka gagal. Telah memakai handphone dan panggilan kesana kemari tetap saja gagal bagai tersesat ditengah-tengah hutan belantara.


Lalu, lagi dan lagi, makhluk bayangan hitam ini datang kembali usikan menyebalkannya seakan-akan telinga akan meledak mendengarnya. Apalagi Mulan yang sendiri berada didalam.


“Sudahlah, hehe. Untuk apa susah payah berusaha Mulan. Ini bukan nasip mu tapi nasip teman baru mu! Hahaha”. Kata Makhluk itu dari belakang Mulan.


“Heh, sudah kuduga. Ternyata ini semua memang kelakuan mu Drageors”. Kata Mulan tanpa memalingkan pandangannya.


“Hah hahahahaha….! Kau mengenali ku. Heh… apa karna buku 5 jiwa kegelapan itu?…. Hahaha… tak heran jika kau juga mengetahui setidaknya sedikit tentang anak batin itu”. Katanya yang seolah-olah mengetahui tentang Mulan.


“Mengapa kau beraninya mengusik dan menjiwainya dengan kekuatan kegelapan pada seseorang yang berada dijalan yang maha kuasa? Kewajibanmu saja tidakkan”.


“Hah!… memang ya tapi tak untuk itu saja. Hehe… ya… nanti kau juga mengetahuinya. Tapi ingat, kalian tak akan mungkin dapat mengalahkanku sampai kapan pun… dan, ingat, jangan terlalu berharap kalau indigo biru itu akan tetap ada didunia ini, karna dia berada dalam kendali ku. Hehe HAHAHAHAHA!!”. Ucap makhluk itu menantang ke arah Mulan yang menatapnya serius. Mulan terlihat tak takut dan seperti merasa biasa saja, atau… karna mungkin makhluk itu begitu mirip dengan Angga hanya saja…. Hitam dan seram.


“Kau pikir,…. Kau menguasainya berarti kau itu kuat hah”.


“Hahah! Lalu mengapa kau terlihat marah?…. Sudah menjadi tugasku sebagai bagian kegelapan darinya untuk menguasainya yang lemah”.


“Heh, kau terlalu percaya diri Drageors~~~ jangan anggap semua manusia lemah. Kami kuat bahkan Angga yang telah kau jiwai, kuyakin, Ia akan bisa melenyapkanmu ”. Balas Mulan tanpa rasa takut sambil menghadap dengan Drageors si makhluk bayangan hitam.


Mendengar ucapan Mulan membuat makhluk itu semakin sombong dan menatap gadis manusia didepannya dengan tajam.


“Heh, kau tahu apa. Kau bukanlah indigo seperti Angga dan hanya gadis lemah. Kau tak ingat siapa saja yang menghina, merendah kan dan yang menyakiti mu… heh, kau dianggap sebagai gadis sampah… apakau tak memiliki dendam kepada mereka? Jika pun kau menjawab tidak, itu mustahil karna diriku dapat merasakan kedendamanmu wahai gadis lemah”.


“…. Memang tiap manusia memiliki dendam dan kesensaraan Drageors, tapi… kami kuat. Kami terus bertahan dengan penghinaan demi perubahan yang terjadi kedepannya… jadi… jangan beemain-bermain dengan kami”.


“Hahaha… kau keras kepala, kau mengatakan itu, padahal dirimu hampir saja ingin mengakhiri hidupmu kan?”.


“Ya, tapi ada yang selalu mendukung dan… usaha untuk berjuang, kuyakin, masalah terselesaikan…. Bahkan Angga, jangan kira kau akan menang Drageors, ingatlah, kejahatan… takakan bertahan untuk selamanya”.


“Hahaha…. Kau pikir itu akan terjadi!, pastinya kau hanya mengira diriku hanya mengambil jiwa batinnya, tidak”.


“Apa?!”.


“Apa?!… apa keluarganya memiliki kemampuan seperti itu!”. Seru Mulan tak percaya.


“Tidak, tapi mereka aura yang kuat yang tersimpan dalam diri mereka hingga keturunan batin ini selesai. Namun, bukan hanya aku yang mengincar jiwanya tapi juga, makhluk yang lain untuk mereka tapi, hanya jiwa bocah itu. Kau mungkin tak akan mengerti, dan aku juga tak mengetahui mengapa manusia seperti mu dapat mempunyai buku 5 jiwa kegelapan itu tapi yang pasti, itu sia-sia… kalian tak akan dapat mengalahkanku. Hehe… HAHAHA”. Kata makhluk itu dan menghilang dengan tawa menyeramkannya.


“Ini tak akan terjadi”. Kata Mulan tertekan. Tak berapa lama dari itu, teman adik dan 5 bapak-bapak itu datang untuk membantu.


“Lan Lan?! Gimana”. Tanya Sarah panik.


“Masih sama”.


“Yaudah kita bantu mereka dulu”. Ucap salah satu dari mereka“.


”Kalian Akan Berakhir Ditanganku! Matilaaaah“.


Satu seruan yang menggema yang membuat mereka syok dan menambah kepanikan, ya, Angga. Suaranya menggema seram hingga keseluruh rumah.


Mereka pun dengan cepat berlari menaiki anak tangga dan menuju kekamarnya.


Saat tiba didepan pintu, mereka melihat Angga yang tak terkendali telah menusuk Ayah Dika yang kini masih menahan sakit dan menghadap salah satu pria dan seperti ingin mencongkel matanya. Bahkan semua yang ada diruangan tak dapat bergwrak karnanya.


Mereka pun pergi berlari dan masuk tapi sial, pintu kamar Angga langsung tertutup dengan sendirinya dengan hantaman yang kuat.


”Ga! Ga! Buka pintunya!“. Teriak Mulan sambil mengetuk-ngetuk pintu dan diikuti dengan yang lain.


Para bapak yang membantu mencoba untuk mendobrak namun, sia-sia juga.


”Bentar, sata mau panggil pak ustad dulu“. Pamit salah satu bapak itu.


Keadaan diluar menjadi tegang, apalagi didalam. Angga mendekati pria kejam didepannya, memegang wajah dan titik sasarannya ya dimata.


Semua ingin berseru untuk menyadarkannya tapi, suara mereka pun tak dapat keluar. Devan tak tinggal diam, Ia berusaha untuk bergerak dan terlepas untuk menyadarkan sahabatnya itu.