
Hahaha …kau ingin tahu kenapa?!, itu karena untuk mu …”. Balas pria itu.
“Apa maksudmu …!?”. Balas Angga dan bangkit berdiri.
“Heh …kau pasti tak asing dengan sesosok bayangan hitam dan menyerupai dirimu itu bukan …”.
“Hah …bagaimana kau mengetahuinya?!!!”.
“Kami bekerja sama dengan sosok itu… ya untuk kekayaan. Kami akan membuat mu sensara agar sesosok tersebut dapat menguasaimu. Itu menjadi pilihanmu mau bunuh diri atau kau ingin gila kehilangan akal kendali mu. Alhasil …kau tidak dapat melakukan apa-apa! …kau bahkan tidak dapat menyelamatkan temanmu bukan?!!!”. Kata pria tersebut yang membuat Angga kembali ke arah gelapnya. Sekelilingnya keluar sebuah bayangan misterius yang menyelimuti tubuhnya, kepalanya kembali sakit dan nafasnya pun sesak. Anak buah pria tersebut mulai takut kepada Angga.
“Waktu temanmu hanya tinggal 3 hari lagi!, mengapa tidak secepat proses kematian seperti kakak mu saja?!!. Mengapa orang yang kau sayangi selalu berusaha melindungimu?! …sedangkan kau yang kuat, hanya menyaksikan kematian mereka?!!. Lalu nanti siapa ….BAPAK DAN IBU MU HE HAHAHAHHA! …….”.
“HENTIKAN !!!!! ……..”.
BAMMM! …. Angga tidak tahan, pikirannya telah bercampur dengan kendali sosok tersebut yang seketika, Angga mengangkat tangannya dengan mengeluarkan mata birunya, dan tubuh pria tersebut terangkat dan tercekik di tembok dibelakangnya. Anak buah pria tersebut syok, mereka berniat ingin menghabisi Angga, tapi inilah rencana mereka.
“Berhenti kau mengatakan hal itu kepadaku! Dan uruslah dirimu sendiri !!!”. Kata Angga menatap tajam dengan mata birunya, Ia masih belum sadar apa yang Ia lakukan. Namun anehnya, walau pria tersebut tercekik, Ia masih dapat berbicara dengan jelas, Ia seperti telah kebal akan sesuatu.
“Hahaha …mengapa?! …karena kau sudah merasa bersalah?! …ada banyak orang yang membencimu!”.
“Sudah ku bilang hentikan brengsek!”. Balas Angga sambil mencekiknya dengan keras. Anak buah pria tersebut semakin merinding.
“Akh! …apa mungkin mereka akan mendekati mu kalau kau seperti ini?!”. Kata pria tersebut yang membuat Angga syok. Ia baru sadar kalau Ia baru saja di kendalikan. Ia tidak sadar mengapa Ia bisa mencekik seseorang tanpa menyentuhnya dan mengapa bayangan misterius itu ada disekelilingnya. Angga melepas cekikan pada pria tersebut, Ia menatap tangannya tak percaya.
“Kau sekarang mengerti bocah!… kau itu sebagai pembunuh!, pembawa mala petaka!, seperti Iblis!!!”. Balas pria tersebut, Angga syok dan terpukul akan perkataan pria tersebut.
Ia dapat melihat dan kembali dan kembali mengingat kejadian pada saat kakaknya yang bernama Ryan terbunuh. Ia juga ingat, pembunuh tersebut mati karena Angga pernah mengeluarkan kendalinya seperti tadi tanpa Ia sadari. Ia juga dapat melihat kekejaman yang Ia lakukan, seperti pada saat Ia melukai tangan Rihun. Ia juga dapat melihat dirinya, jika Dilan meninggalkannya. Sebuah perkataan hina dan keji dari orang-orang yang membencinya juga menusuknya.
Angga tidak tahan, kepalanya semakin sakit, dadanya sesak dan juga keringatnya juga banyak. Angga semakin pucat dan lemah, para preman tersebut tertawa gembira. Si bos itu pun mendekat padanya dan memegang bahu Angga. Angga yang syok melihat kearah pria tersebut.
“Kau mengertikan …matilah!”. Kata Pria itu sambil menatap tajam kearah Angga. Angga semakin tidak bisa mengendalikannya, akhirnya Ia pun pinsan dan terjatuh. Bayangan disekitarnya pun mulai hilang.
“Bagaimana ni bos …”. Tanya salah satu anak buah preman.
“Dah biarin ajalah …”. Balas sibos preman.
“Tapi bagaimana kalau Bocah ini mengadu, lalu kita tertangkap lagi”.
“Dah rencana sudah diatur. Sosok itu dapat menutupi identitas kita. Semakin anak bati ini berusaha, semakin Ia kehilangan dirinya. Oke sekarang kita cepat pergi!”. Kata bosnya sambil meninggalkan Angga yang tergeletak pinsan disana.
Mulan yang masih berjalan pulang, tiba-tiba Ia bertemu dengan sesosok Dilan didepannya. Mulan syok berat, Ia berusaha untuk berani.
“Angga …”. Kata sosok Dilan dan menghilang.
“Angga …?”. Gumam Mulan.
TRIIIIINGGG! …… terdengar suara ponselnya Mulan panggilan dari adiknya.
“Kak! …kakak dimana sih!. Cepat pulang, mama cemas nih!”. Kata Zaki ngoceh.
“Dah …ni kakak lagi di perjalanan”.
“Yaudah salamuàlaikum”.
“Hem”. Balas Mulan, Ia kembali teringat perkataan sesosok tadi.
“Angga? …ada apa dengannya”. Gumam Mulan, Ia pun memutuskan untuk menghubungi adiknya Angga. Kaila juga mengatakan Angga masih dalam perjalan pulang kerumah. Karena merasa ada yang aneh, Mulan pun pergi menuju lorong rumahnya Angga.
Saat sampai tiba dilorong, betapa terkejutnya Mulan saat melihat Angga teebaring ditengah jalan, Ia pun menghampirinya.
“Angga …Angga bangun Ga. Tolooooong!”. Teriak Mulan meminta pertolongan, karena situasi sepi, Ia pun kembali menghubungi Kaila.