
Jam menunjukkan pukul 12 malam. Angga pun terbangun dengan keadaan yang terlihat mencekam pada dirinya. Rambutnya berantakan hingga menutupi sebagian matanya dan disertai dengan perban yang ada pada mata, leher dan tangannya.
Angga berdiri didepan cermin. Ia melihat bayangan dirinya dicermin tersebut dan…. Tersenyum seram. Lalu, munculah sesosok bayangan hitam dari belakangnya dan berkata….
“Hahaha!…. Aku tahu kau akan mengerti!. Kau ingin melakukannya…. Wahahaha!!…”. Kata makhluk itu.
“Kau berhak untuk diam, biarkan aku yang melakukannya, sedikit demi sedikit…”. Kata Angga dingin, sesosok itu pun menghilang dengan senyum gila seramnya.
Angga mengeramkan kedua tangannya. Dan seketika…. Bayangan hitam menyelimuti dirinya. Angga menatap
tajam cermin didepannya dan berkata….
“…. Heh! Ini saatnya ku membalas!”. Kata Angga. Ia lalu memejamkan matanya dan meluruskan tangan kanannya kearah depan cermin, mengfokuskan pikiran dan batinnya.
Bayangan hitam mulai muncul pekat disekitarnya. Bayangan cermin berubah seperti putaran portal hitam bercampur cahaya Biru dan secara tiba-tiba, hembusan angin muncul disekelilingnya.
“Kalian yang menghianati… menghina… dan meremehkanku…”. Kata Angga dingin.
“Akan membayarnya!”.
FUSH! …….. ZHUM!…. ZUH!…..
Sambung Angga dengan nada dingin dan tinggi sambil membuka lebar jarinya bersamaan dengan mata yang seketika berubah menjadi biru, dan bayangan disekitarnya menjadi hitam pekat. Dan tiba-tiba, bayangan cermin muncul sebuah putaran lubang hitam bercampur sinar biru berputar dengan kuat bersamaan dengan hembusan angin yang begitu dasyat. Rambut Angga terhempas oleh angin gaib yang membuat wajah tampannya kelihatan seram dengan perban dan tatapan tajam mata birunya.
Bayangan yang muncul disekelilingnya tiba-tiba, keluarlah beberapa sesosok bayangan yang menyeramkan dari bayangan disekitarnya. Dengan rupa bentuk seperti Angga, dengan mata berwarna biru bercahaya namun, dengan jumlah yang banyak.
“Satu jiwa batin, akan bersatu…. Bayangan gelap menyelimutiku….. Semua dendamku akan MEMBUNUHMU!”. Kata Angga seram dengan mata birunya yang semakin bersinar dengan dendam yang semakin membara. Putaran bayangan hitam bercampur sinar biru itu semakin terbuka dengan angin semakin berhembus kencang.
Bayangan hitam semakin pekat, semua sesosok hitam itu melayang dan masuk kedalam lubang yang mirip dengan portal didimensi lain. Angga pun tersenyum seram bagai menyukai rencana gilanya itu. Ia telah memupuk dendamnya yang sangat sangat lama, apalagi Ia menganggap Dilan benar-benar telah tiada hingga membuatnya semakin gila.
ZUH!!…..
“Maafkan aku…. Bukankah kalian yang memintanya ha!… Ha, hahahaha,…. WAHAHAHAHAHA!!!!!”. Kata Angga sambil menatap tajam bayangannya dicermin dan tertawa seram dan mencekam seperti tak mengenal dirinya.
Kini, pikirannya telah terhasut oleh makhluk bayangan hitam yang ada padanya. Bercampur dengan emosi, dendam dan kesensaraan yang kini membuat Angga menjadi tak terkendali.
Entah nantinya Ia akan tiada, atau hidup menjadi pembunuh gila?!…. Tapi… apakah teman dan sahabatnya mampu mengembalikan Angga menjadi seperti dulu lagi?!… kalau memang kepo…. Jangan lupa untuk membaca Batin biru ini! Ok!…
.
.
.
.
Dika secara tiba-tiba berada disekolah tepat didalam kelasnya. Namun, tak ada siapa pun, sunyi, gelap, seram dan mencekam.
“Me…. Mengapa a… aku tiba disini?”. Tanya Duka dengan agak ketakutan. Tiba-tiba, Ia melihat seseorang yang berupa, Angga, berada didepannya dan pergi keluar. Tentu hal itu membuat Dika merinding ketakutan.
Karena sendiri, Dika pun memutuskan untuk mengikuti Angga dengan ketakutan bercampur kebinguan….
.
.
.
Bagaimana menurut kalian?
Jangan lupa like ya…