
Rangga melihat adiknya lamat-lamat dan duduk disampingnya.
โ.... Ngga? Kau baik-baik sajaโ. Tanya Rangga, namun Angga hanya diam dengan tatapannya kebawah.
โAku... Punya sesuatu untukmu. Kuharap, kau dapat merasa lebih baik ngga. โ. Kata Rangga dengan Angga yang diam membisu, entah Ia dengar atau tidak... Tapi... Kaka-kakaknya hanya bisa berharap kalau ini akan berhasil bangkit kembali.
Sang Ibu hanya mengerutkan keningnya, entah hadiah apa yang sempurna untuk Angga yang keadaanya yang kini lebih dari buruk.
Rangga pun menyalakan ponselnya yang mana, Dilan telah menyalakan untuk VC( ๐๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฐ ๐๐ข๐ญ).
Dilan yang terhubung dengan panggilan video, hanya bisa termanga melihat kondisi Angga yang mengerikan. Devan dan yang lain dapat menangkap ekspreksi Dilan yang berubah.
โMasyaallah, Dilan kamu udah siuman nakโ. Tanya Ibu Angga girang. Namun Angga, tetap diam merunduk.
[๐๐ฆ๐ฉ๐ฆ ๐ ๐ช๐บ๐ข ๐๐ข๐ฏ, ๐๐ญ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ช๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ]โ. Jawab Dilan semberi tersenyum.
โ syukurlahโฆee..Sendiri ajaโ. Tanya Ibu Angga kembali.
[๐๐จ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฐ๐ฌ, ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ข๐บ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ข๐ฎ๐ฆ... ๐๐ฆ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐๐ฆ๐ท... ๐๐ฏ๐ช ๐๐ฃ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐จ๐ข]. Jawab Devan sambil memperlihatkan kepada semua rekannya. Devan dan temannya yang lain pun ikut ngobrol dan melihat situasi sahabat mereka.
Begitu pula dengan para kakak-kakak Angga dan Kaila, mereka pun ikut bergabung.
โWah Devan dan yang juga datangโ. Sam but Arga.
[๐๐ข๐ฉ๐ข... ๐๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฌ]. Jawab Devan. Namun, Jesika, Jian dan Sarah berbeda arah. Mereka tiba-tiba melongo dengan pipi memerah saat melihat 2 kakak lelakinya Angga.
โ๐ ๐ข ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ... ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐จ๐ข. ๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐ฎ๐ช๐ณ๐ช๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ธ๐ข๐ฏโฆ. ๐๐ฉ ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ฉ๐ฐ๐ฏ๐ข๐ข๐ข๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ต๐ชโ. Jian ๐ณ๐.
โ๐ ๐ฎ๐บ ๐จ๐ฐ๐ฅ! ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ถ๐ณ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ค๐ฐ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฃ๐ข๐ฅ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ด ๐ฏ๐บ๐ข ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข... ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต ๐๐ข๐ณ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ญ๐ข-๐จ๐ช๐ญ๐ขโ. Jesika ๐ณ๐.
โ๐๐ข๐ด๐บ๐ข๐ข๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฐ๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ถ๐ฌ๐ฉ๐ต๐ช!... ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฏ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ค๐ฐ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช?! ๐๐ฉ ๐ต๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ... ๐๐ข๐จ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ขโ. Sarah๐ณ๐.
Seru mereka dalam hati, mereka benar-benar tak pernah melihat kakaknya Angga sekali pun. Dan tak terkira, bahwa 3 lelaki kembar itu memang hampir mirip hingga dapet kita bandingkan antara perbedaan hanya seukuran biji jagung.
...***...
...{๐๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐๐ข๐ต๐ต๐ณ๐ถ๐ญ ๐๐ป๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ฝ๐ ๐ธ ๐ฒ๐ด๐ ๐ด}...
...๏ผถ๏ผณ...
...{๐๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐ถ๐ญ ๐๐ช๐ณ๐ข ๐ฐ๐ฝ๐ ๐ธ ๐ฒ๐พ๐ ๐พ}...
Namun, seketika ekspreksi kesaltingan hilang saat melihat keadaan Angga yang hancur akan keadaanya. Begitu pula dengan yang lain, terutama dua sahabatnya ini.
โNgga... Ini, Dilan... Dan Devanโ. Kata Rangga, tapi, entah Angga bisa mendengarnya atau tidak, dia hanya diam membisu, benar-benar patung.
Dilan melihat Angga lamat-lamat, bahkan Devan. Ia hanya bisa menangung 2 kondisi sahabatnya itu.
โAng... Angga? Bagaimana denganmu kawan? โ. Kata Dilan dengan usahanya untuk tersenyum. Tapi, apa dayanya... Angga tetap diam, bahkan Ia tak menoleh sedikit pun.
โNgga... Ini Dilan ngga... Ia udah baikanโ. Lanjut Devan yang tak tinggal diam. Seluruh ruangan, baik dirumah sakit, mau pun dikamar Angga sendiri, lengang... Karna Angga.
โHa... Hai Angga. Apa kabarโ. Seru temannya yang lain, tapi... Patung ini tetap diam.
Dilan tak membiarkannya, Ia juga tak mau jika Devan menanggung permasalahan persahabatan sendiri selama ini. Ia hanya bisa berharap, kalau Angga akan bangkit.
โAngga,... Ini akuโฆ Dilan. Aku disini... Aku yang berbicara denganmu Angga... Ingat aku? โ. Kata Dilan, semua berpaling kearahnya.
โKu mohon Angga... Sadar dan bangkit lah... Ku mohon. Kita selalu bersama... Kita bertiga... Kau... Aku... Dan Devan, sahabat kan... Bukan kah begitu...โ. Lanjut Dilan... Hingga membuat yang mendengarnya, langsung mengeluarkan air mata.
โKumohon kembali lah Angga... Aku dan Devan... Bahkan yang lain... Ada untukmu... Sahabat ku... โ. Ucap Dilan, namun, apa dayanya, Angga tetap diam dan diam. Lalu... Makhluk bayangan hitam mengusik pikiran nya.